- VERIFIKASI DAN EVALUASI PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PRASARANA PERTANIAN TAHUN 2027
- PASTIKAN KETAHANAN PANGAN AMAN, DKPP PURWOREJO PANTAU STOK CPPD DI GUDANG PENYIMPANGAN
- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
Symfoni Pagi Isyarat Semesta Merestui

Symfoni Pagi Isyarat Semesta Merestui
(Langkah Awal GAP Tembakau di Kajoran Kulon)
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Gasspool on Fire
______________
Gowong, Bruno, 24 April 2025__Subuh baru saja bergeser menjadi pagi. Kabut tipis masih menyelimuti lereng-lereng Bruno ketika traktor mulai meraung pelan di lahan pertanian Dusun Kajoran Kulon, Desa Gowong. Namun yang paling menarik perhatian pagi itu bukanlah suara mesin, melainkan nyanyian kodok sawah yang saling bersahutan mengalir bak symfoni pagi menyambut petani, sebuah isyarat dari semesta menyambut harapan baru.
Suasana menjadi magis. Seolah-olah alam sendiri sedang menggelar pesta kecil, merayakan dimulainya langkah baru olah tanah dalam rangkaian program Good Agricultural Practices (GAP) tembakau oleh Kelompok Tani Rukun Tani.
"Kalau kodoknya rame gitu, biasanya tanahnya subur, rejekinya juga ngumpul," ujar salah seoran petani yang malu-malu ogah disebut namanya.
Bagi warga Kajoran Kulon, suara kadok bukan sekadar suara latar. Ia pertanda. Ia pesan. Ini isyarat semesta. Seperti salam dari bumi bahwa saat inilah memang momen yang tepat untuk memulai. Petani menyebutnya ‘tandha apik’—tanda baik.
Dengan semangat gotong royong para petani tidak hanya mengolah tanah. Mereka juga sedang menanamkan harapan baru melalui prinsip GAP yang mulai diterapkan dalam budidaya tembakau. GAP bukan sekadar aturan teknis—ini adalah cara baru bertani yang mengedepankan ketepatan waktu, kelestarian lingkungan, dan mutu hasil panen.
Alat berat menggarap lahan dengan presisi, namun yang membuat proses ini istimewa justru hal-hal kecil yang sederhana: canda ringan antar petani, aroma tanah basah yang menguat, dan tentu saja, pesta kodok yang terus bersahutan, mengiringi kerja mereka sejak pagi.
"Kayak ada yang nyemangatin dari semak-semak," kata salah satu petani yang ikut menyaksikan. "Biasanya kalau kodok rame, panen juga rame"
timpal yang lain.
Suasana syahdu ini menjadi saksi dari perjalanan panjang GAP tembakau di Kajoran Kulon. Dan ditengah semuanya itu, kodok-kodok yang bersuara riang seolah ingin mengingatkan: alam tidak hanya menjadi tempat bertani, tapi juga teman seperjalanan yang turut merestui langkah-langkah baik.....Aamiin






