Symfoni Pagi Isyarat Semesta Merestui

By DINPPKP 25 Apr 2025, 11:18:00 WIB Penyuluhan
Symfoni Pagi Isyarat Semesta Merestui

Symfoni Pagi Isyarat Semesta Merestui 


(Langkah Awal GAP Tembakau di Kajoran Kulon) 

______________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno Gasspool on Fire 

______________

Gowong, Bruno, 24 April 2025__Subuh baru saja bergeser menjadi pagi. Kabut tipis masih menyelimuti lereng-lereng Bruno ketika traktor mulai meraung pelan di lahan pertanian Dusun Kajoran Kulon, Desa Gowong. Namun yang paling menarik perhatian pagi itu bukanlah suara mesin, melainkan nyanyian kodok sawah yang saling bersahutan mengalir  bak symfoni pagi menyambut petani, sebuah isyarat dari semesta menyambut harapan baru.


Suasana menjadi magis. Seolah-olah alam sendiri sedang menggelar pesta kecil, merayakan dimulainya langkah baru olah tanah dalam rangkaian program Good Agricultural  Practices (GAP) tembakau oleh Kelompok Tani Rukun Tani.


"Kalau kodoknya rame gitu, biasanya tanahnya subur, rejekinya juga ngumpul," ujar salah seoran petani yang malu-malu  ogah disebut namanya.


Bagi warga Kajoran Kulon, suara kadok bukan sekadar suara latar. Ia pertanda. Ia pesan. Ini isyarat semesta. Seperti salam dari bumi bahwa saat inilah memang momen yang tepat untuk memulai. Petani menyebutnya ‘tandha apik’—tanda baik.


Dengan semangat gotong royong para petani tidak hanya mengolah tanah. Mereka juga sedang menanamkan harapan baru melalui prinsip GAP yang mulai diterapkan dalam budidaya tembakau. GAP bukan sekadar aturan teknis—ini adalah cara baru bertani yang mengedepankan ketepatan waktu, kelestarian lingkungan, dan mutu hasil panen.


Alat berat menggarap lahan dengan presisi, namun yang membuat proses ini istimewa justru hal-hal kecil yang sederhana: canda ringan antar petani, aroma tanah basah yang menguat, dan tentu saja, pesta kodok yang terus bersahutan, mengiringi kerja mereka sejak pagi.


"Kayak ada yang nyemangatin dari semak-semak," kata  salah satu petani yang ikut menyaksikan. "Biasanya kalau kodok rame, panen juga rame"

timpal yang lain.


Suasana syahdu ini menjadi saksi dari perjalanan panjang GAP tembakau di Kajoran Kulon. Dan ditengah semuanya itu, kodok-kodok yang bersuara riang seolah ingin mengingatkan: alam tidak hanya menjadi tempat bertani, tapi juga teman seperjalanan yang turut merestui langkah-langkah baik.....Aamiin






Berita Purworejo

Counter Pengunjung