Surveilans pada Ternak di Purworejo: Upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam Menjaga Kesehatan Hewan

By DINPPKP 05 Agu 2024, 15:37:59 WIB Peternakan dan Keswan

Surveilans pada Ternak di Purworejo: Upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam Menjaga Kesehatan Hewan

Surveilans kesehatan ternak merupakan komponen penting dalam manajemen kesehatan hewan dan ketahanan pangan. Pengawasan yang sistematis dan berkelanjutan terhadap kesehatan ternak seperti sapi, kambing, dan domba membantu dalam mendeteksi dini penyakit, mencegah penyebarannya, dan memastikan kesejahteraan hewan. Kesehatan ternak yang terjaga tidak hanya penting bagi produktivitas peternakan, tetapi juga vital dalam menjamin keamanan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Purworejo, surveilans kesehatan ternak menjadi prioritas utama untuk mendukung keberlanjutan industri peternakan dan meningkatkan kualitas hidup hewan ternak serta keamanan pangan bagi penduduk setempat. Melalui berbagai metode surveilans dan teknologi modern, upaya ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan efisien, yang mampu menghadapi tantangan penyakit hewan dan perubahan lingkungan yang dinamis.

Apa saja pentingnya surveilans bagi kesehatan ternak ?

1.     Deteksi Dini Penyakit

   Surveilans memungkinkan deteksi dini penyakit pada ternak sebelum menyebar luas. Penyakit menular seperti brucellosis, parasit darah, dan helminthiasis dapat diidentifikasi dan ditangani pada tahap awal, mengurangi risiko penyebaran dan dampak negatif pada peternakan di Purworejo.

2.     Pengendalian dan Pencegahan

   Melalui pengawasan rutin, langkah-langkah pencegahan yang tepat seperti vaksinasi dan pengobatan profilaksis dapat diterapkan secara efektif, membantu mengendalikan penyebaran penyakit di wilayah ini.

3.     Keamanan Pangan

   Kesehatan ternak berhubungan langsung dengan keamanan produk pangan seperti daging dan susu. Surveilans membantu memastikan bahwa produk-produk ternak dari Purworejo aman untuk dikonsumsi, mengurangi risiko penyakit zoonosis.

4.     Manajemen Populasi Ternak

   Pengawasan yang efektif memungkinkan pemantauan kondisi kesehatan seluruh populasi ternak di Purworejo, membantu dalam manajemen reproduksi, pemeliharaan, dan perencanaan jangka panjang.

Apa Saja Metode Surveilans pada Ternak ?

Metode surveilans yang digunakan dapat bervariasi berdasarkan tujuan pengawasan, jenis penyakit, dan kondisi geografis.

1. Surveilans Aktif

Surveilans aktif melibatkan pengumpulan data secara proaktif oleh petugas kesehatan hewan. Metode ini lebih efektif dalam mendeteksi dini penyakit dan melibatkan beberapa pendekatan, antara lain:

-        Pemeriksaan Rutin

  Petugas kesehatan hewan melakukan kunjungan berkala ke peternakan untuk melakukan pemeriksaan fisik pada ternak. Pemeriksaan ini mencakup pengamatan langsung terhadap kondisi fisik hewan, identifikasi gejala penyakit, dan pengambilan sampel darah, jaringan, atau feses untuk analisis lebih lanjut.

-        Pengujian Diagnostik

  Sampel yang diambil dari ternak, seperti darah, susu, atau feses, dikirim ke laboratorium untuk diuji. Pengujian ini dapat mencakup berbagai metode diagnostik seperti uji serologis, kultur mikrobiologi, dan teknik molekuler seperti PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi patogen.

-        Pemantauan Spesifik

  Pemantauan terhadap penyakit tertentu dilakukan secara intensif, misalnya surveilans khusus untuk penyakit seperti brucellosis atau parasit darah, yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan ternak dan manusia.

2. Surveilans Pasif

Surveilans pasif bergantung pada laporan yang disampaikan oleh peternak, dokter hewan, atau masyarakat ketika mereka mengamati adanya gejala penyakit pada ternak. Metode ini memiliki kelemahan terutama dalam hal deteksi dini. Metode surveilans pasif meliputi:

- Laporan Kasus

  Peternak atau masyarakat melaporkan kasus penyakit ke otoritas kesehatan hewan. Informasi ini kemudian digunakan untuk mengidentifikasi dan menanggapi wabah penyakit.

- Pengumpulan Data Sekunder

  Data dari berbagai sumber seperti rumah potong hewan, klinik hewan, dan catatan pengobatan digunakan untuk memantau tren penyakit dan mengidentifikasi potensi wabah.

            Pada hari Jum’at, 2 Agustus 2024 tim medik veteriner UPT Puskeswan DKPP Purworejo melaksanakan surveilans aktif di desa Bedono Kluwung, Kecamatan Kemiri. Surveilans dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan klinis hewan, serta pengambilan sample darah dan feses.

Proses pengambilan sample pada ternak

            Selanjutnya, sample akan dibawa ke laboratorium, untuk dilakukan pemeriksaan terhadap cacing, parasit darah, dan deteksi antibodi Brucella. Dengan berbagai metode pengawasan yang tepat dan penerapan teknologi modern, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Purworejo terus berupaya mendeteksi, mengendalikan, dan mencegah penyakit ternak secara efektif. 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung