- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
Surveilans pada Ternak di Purworejo: Upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam Menjaga Kesehatan Hewan
Surveilans pada Ternak di Purworejo:
Upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam Menjaga Kesehatan Hewan
Surveilans
kesehatan ternak merupakan komponen penting dalam manajemen kesehatan hewan dan
ketahanan pangan. Pengawasan yang sistematis dan berkelanjutan terhadap
kesehatan ternak seperti sapi, kambing, dan domba membantu dalam mendeteksi
dini penyakit, mencegah penyebarannya, dan memastikan kesejahteraan hewan.
Kesehatan ternak yang terjaga tidak hanya penting bagi produktivitas
peternakan, tetapi juga vital dalam menjamin keamanan produk pangan yang
dikonsumsi masyarakat.
Di
berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Purworejo, surveilans kesehatan ternak
menjadi prioritas utama untuk mendukung keberlanjutan industri peternakan dan
meningkatkan kualitas hidup hewan ternak serta keamanan pangan bagi penduduk
setempat. Melalui berbagai metode surveilans dan teknologi modern, upaya ini
bertujuan untuk menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan efisien, yang
mampu menghadapi tantangan penyakit hewan dan perubahan lingkungan yang
dinamis.
Apa saja pentingnya surveilans bagi
kesehatan ternak ?
1. Deteksi
Dini Penyakit
Surveilans memungkinkan deteksi dini
penyakit pada ternak sebelum menyebar luas. Penyakit menular seperti
brucellosis, parasit darah, dan helminthiasis dapat diidentifikasi dan
ditangani pada tahap awal, mengurangi risiko penyebaran dan dampak negatif pada
peternakan di Purworejo.
2.
Pengendalian dan Pencegahan
Melalui pengawasan rutin, langkah-langkah
pencegahan yang tepat seperti vaksinasi dan pengobatan profilaksis dapat
diterapkan secara efektif, membantu mengendalikan penyebaran penyakit di
wilayah ini.
3.
Keamanan Pangan
Kesehatan ternak berhubungan langsung dengan
keamanan produk pangan seperti daging dan susu. Surveilans membantu memastikan
bahwa produk-produk ternak dari Purworejo aman untuk dikonsumsi, mengurangi
risiko penyakit zoonosis.
4.
Manajemen Populasi Ternak
Pengawasan yang efektif memungkinkan
pemantauan kondisi kesehatan seluruh populasi ternak di Purworejo, membantu dalam
manajemen reproduksi, pemeliharaan, dan perencanaan jangka panjang.
Apa Saja Metode
Surveilans pada Ternak ?
Metode surveilans yang
digunakan dapat bervariasi berdasarkan tujuan pengawasan, jenis penyakit, dan
kondisi geografis.
1. Surveilans Aktif
Surveilans aktif
melibatkan pengumpulan data secara proaktif oleh petugas kesehatan hewan.
Metode ini lebih efektif dalam mendeteksi dini penyakit dan melibatkan beberapa
pendekatan, antara lain:
-
Pemeriksaan Rutin
Petugas kesehatan hewan melakukan kunjungan
berkala ke peternakan untuk melakukan pemeriksaan fisik pada ternak.
Pemeriksaan ini mencakup pengamatan langsung terhadap kondisi fisik hewan,
identifikasi gejala penyakit, dan pengambilan sampel darah, jaringan, atau
feses untuk analisis lebih lanjut.
-
Pengujian Diagnostik
Sampel yang diambil dari ternak, seperti
darah, susu, atau feses, dikirim ke laboratorium untuk diuji. Pengujian ini
dapat mencakup berbagai metode diagnostik seperti uji serologis, kultur
mikrobiologi, dan teknik molekuler seperti PCR (Polymerase Chain Reaction)
untuk mendeteksi patogen.
-
Pemantauan Spesifik
Pemantauan terhadap penyakit tertentu
dilakukan secara intensif, misalnya surveilans khusus untuk penyakit seperti
brucellosis atau parasit darah, yang memiliki dampak signifikan terhadap
kesehatan ternak dan manusia.
2. Surveilans Pasif
Surveilans pasif
bergantung pada laporan yang disampaikan oleh peternak, dokter hewan, atau
masyarakat ketika mereka mengamati adanya gejala penyakit pada ternak. Metode
ini memiliki kelemahan terutama dalam hal deteksi dini. Metode surveilans pasif
meliputi:
- Laporan Kasus
Peternak atau masyarakat melaporkan kasus
penyakit ke otoritas kesehatan hewan. Informasi ini kemudian digunakan untuk
mengidentifikasi dan menanggapi wabah penyakit.
- Pengumpulan Data
Sekunder
Data dari berbagai sumber seperti rumah
potong hewan, klinik hewan, dan catatan pengobatan digunakan untuk memantau
tren penyakit dan mengidentifikasi potensi wabah.
Pada hari Jum’at, 2 Agustus 2024 tim medik veteriner UPT
Puskeswan DKPP Purworejo melaksanakan surveilans aktif di desa Bedono Kluwung,
Kecamatan Kemiri. Surveilans dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan klinis
hewan, serta pengambilan sample darah dan feses.
|
|
|
Proses
pengambilan sample pada ternak
Selanjutnya, sample akan dibawa ke laboratorium, untuk
dilakukan pemeriksaan terhadap cacing, parasit darah, dan deteksi antibodi
Brucella. Dengan berbagai metode pengawasan yang tepat dan penerapan teknologi
modern, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Purworejo terus berupaya
mendeteksi, mengendalikan, dan mencegah penyakit ternak secara efektif.






