SOSIALISASI VARIETAS UNGGUL BARU TEMBAKAU SEBAGAI SALAH SATU KOMODITAS UNGGULAN BRUNO

By DINPPKP 06 Des 2025, 19:23:24 WIB Penyuluhan
SOSIALISASI VARIETAS UNGGUL BARU TEMBAKAU SEBAGAI SALAH SATU KOMODITAS UNGGULAN BRUNO

SOSIALISASI VARIETAS UNGGUL BARU TEMBAKAU SEBAGAI SALAH SATU KOMODITAS UNGGULAN BRUNO


Bruno, 5 Desember 2025

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melalui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bruno menggelar Sosialisasi Varietas Unggul Baru Tembakau asli Kabupaten Purworejo kepada anggota kelompok tani di Desa Kambangan Kecamatan Bruno. Sosialisasi dilaksanana hari Jumat, 05 Desember 2025. Diikuti oleh 25 petani tembakau dari perwakilan anggota kelompok tani di Desa Kambangan.

Peserta sosialisasi adalah perwakilan petani yang tergabung dalam kelompok tani Desa kambangan yakni Kelompok Tani Ketingal Maju, Kelompok Tani Buwana Jaya, Kelompok Tani Makmur Tani, Margo Tani, dan Kelompok Tani Maju Sejahtera. Acara Sosialisasi berlangsung di Aula Balia Desa, Desa Kambangan. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Kambangan, Amin Suroso beserta perangkar desa, Tokoh Masyarakat dan tokoh Agama Desa Kambangan, Koordinator BPP Bruno, Duwi Hartoto, S.ST, Petugas POPT Kecamatan Bruno Sugiyo, S.PMA, PPL Wibi Kambangan, Hari Prabowo, S.TP serta tim PPL BPP Kecamatan Bruno

Kaoordinator BPP Bruno mewakili Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Duwi Hartoto, S.ST menyatakan bahwa “sosialiasi ini sengaja dilakukan untuk lebih memperkenalkan keunggulan varietas tembakau Varietas Sili Kenonggo, Sitepus 1, Sitepus 2, dan Bendungan Ombo kepada petani maupun pelaku usaha tembakau lokal.

 “Sosialisasi terkait Varietas Unggul Baru Tembakau Purworejo bertujuan untuk melindungi sekaligus mempromosikan tembakau jenis unggul lokal asli Purworejo”. Lebih Lanjut ia mengatakan “Dengan adanya pengakuan akan varietas baru asli Purworejo ini, petani dan pelaku usaha tembakau Purworejo tentu tidak perlu lagi 'menumpang' produk tembakau luar daerah seperti Temangung yang selama ini kerap dilakukan. Kita sudah memiliki ikon produk tembakau asli yang diakui keunggulannya, baik oleh kalangan pengusaha rokok maupun pedagang dan pasar tembakau,"  

Hari Prabowo, S.TP, PPL wibi Kambangan menjelaskan tembakau varietas unggul baru milik Purworejo ini memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki sembarang varietas tembakau lain. Salah satunya adalah mampu menghasilkan panen rata-rata 1,04 per hektare, atau saat kondisi cuaca dan penanganan yang baik bisa mencapai 1,22 ton per hektarenya

“Tembakau Varietas Sili Kenonggo, Sitepus 1, Sitepus 2, dan Bendungan Ombo memiliki ketahanannya terhadap aneka penyakit, kadar nikotin yang tinggi, mutu yang tinggi, serta penerimaan pasar terhadap produk tembakau olahan dari ke 4 varietas tersebut”. ujarnya

Selanjutnya, “bahwa tembakau jenis ini memiliki prospek pengambangan yang cukup baik di dataran tinggi seperti di Desa Kambangan, hal ini dibuktikan bahwa saat ini ke empat varietas tersebut sudah banyak ditanam oleh petani dataran tinggi yang ada di kabupaten Purworejo. Artinya keberadaan tanaman tembakau masih menjadi salah satu primadona di samping Tanaman Kopi dan Hortikultura lainnya”.

Dinas Pertanian Kabupaten Purworejo terus berupaya melakukan langkah langkah strategis. Salah satunya adalah dengan mendaftarkan varietas tembakau lokal unggulan. Disamping untuk mendapatkan pengakuan terhadap varietas loka juga untuk menjaga varietas tersebut dari kepunahan. Melalui terobosan ini diharapkan dapat membantu para petani yang masih konsisten menanam tembakau. Sedangkan langkah- langkah menuju ke arah itu telah dilakukan salah satunya adalah menjalin kerjasama dengan BRIN Propinsi Jawa Tengah dalam melakukan riset dan penelitian tentang tembakau unggul baru asli Kabupaten Purworejo. 

Amin Suroso, Kepala Desa, Desa Kambangan berharap kedepan para petani tembakau yang ada di Desa Kambangan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani tembakau dengan cara membudidayakan tembakau unggul baru tersebut. 

Selanjutnya beliau menandaskan “tembakau jenis tersebut tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan, begitu juga dalam hal panen dan pasca panennya, terkait harga dan nilai jual di pasaran juga sangat menjanjikan bila di bandingkan dengan tembakau lokal yang biasa di tanam oleh petani. Yang jelas hasil per Ha akan lebih tinggi dari tembakau yang biasa ditanam oleh petani”.

Ditemui disela sela acara sosialisali, Sugiyo, SPMA, petugas POPT Kecamatan Bruno mengatakan, hasil riset dari BRIN bahwa keempat varietas tembakau tersebut lebih tahan terhadap serangan OPT. 

“contohnya varietas Sitepus 1, jenis ini tahan terhadap serangan bakteri R. Solanacearum dan P Nicotianea, satunya bakteri satunya jamur yang sangat merugikan petani tembakau karena meyebabkan layu vaskular dan busuk akar. Dua penyakit yang menjadi momok bagi petani tembakau”. Ujarnya

Ia berharap petani menanam tembakau yang sudah menjadi benih unggul lokal dan tahan terhadap serangan OPT sehingga tidak perlu mencari benih yang tidak jelas. 

"Kalau benih yang jelas benih unggul, petani sudah bisa memprediksi dari awal hasil produksi yang akan diperolehnya. Tetapi kalau benih tidak jelas, petani tentu masih akan meraba-raba sesuatu yang masih belum pasti," ujarnya.

Dengan adanya benih unggul lokal itu, katanya, petani bisa lebih percaya diri pada hasil kearifan lokal sumberdaya lokal, sehingga petani akan lebih percaya diri mempunyai kekayaan lokal berupa benih unggul baru.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung