- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
Sosialisasi Kesehatan Ternak di Desa Nambangan Kecamatan Grabag

Sosialisasi Kesehatan Ternak di Desa Nambangan Kecamatan Grabag
Pada tanggal 11 dan 18 Juli, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner diundang oleh mahasiswa KKN UGM sebagai pembicara pada acara sosialisasi di Desa Nambangan Kecamatan Grabag. Tanggal 11 Juli tema yang diusung adalah Penyakit Lumphy Skin Disease (LSD) pada ternak Sapi dan tanggal 18 Juli tema yang diusung adalah Manfaat pemberian obat cacing bagi ternak.
Peternakan ruminansia seperti sapi,k erbau kambing dan domba saat ini dihadapkan pada berbagai ancaman penyakit hewan menular seperti penyakit mulut dan kuku(PMK), lumpy skin disease (LSD) dan ancaman munculnya penyakit peste des petits ruminants (PPR). Berbagai langkah antisipasi untuk pencegahan penyebaran penyakit hewan menular tersebut dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang meliputi KIE, surveilans, vaksinasi dan pengobatan pada ternak yang terjangkit penyakit.
Sosialisasi langsung kepada para peternak merupakan bagian dari KIE untuk meningkatkan pemahaman,dan pengetahuan peternak dalam bubidaya ternak ruminansia. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo pada hari selasa tanggal 11 Juli 2023 melakukan soosialiasi bagaiamana cara mencegah dan mengobati ternak yang terserang penyakit LSD. Sosialisai dilaksanakan dikantor balaidesa desa Nambangan kecamatan Grabag yang dikuti oleh sekitar 25 orang peternak. Sosialisasi diisi oleh drh. Zain Amri yang menjelaskan tentang bagaimana mengenali ternak yang sakit, perawatan ternak yang sakit, dan bagaimana melakukan pencegahan agar tidak menular ke ternak yang lain. Upaya pencegahan meliputi meningkatkan daya tahan tubuh ternak, vaksinasi, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan.
Selain itu juga menekankan pentingnya pengolahan limbah kotoran hewan menjadi pupuk organic karena limbah kotoran hewan merupakan media untuk berkembangbiaknya vector pembawa penyakit seperti lalat, nyamuk dan kutu yang menjadikan penyebaran penyakit cepat dan meluas. Tujuan dari pengolahan limbah kotoran hewan untuk menekan populasi serangga yang merupakan vektor pembawa penyakit juga untuk sangat mendukung program pemerintah dalam pemakaian pupuk organic “GO ORGANIK” dilahan pertanian sehingga menghasilkan produk pertanian yang sehat, ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pemakaian pupuk kimia yang lambat laun akan merusak lingkungan sehingga kelestarian sumber daya kehidupan berupa pangan yang sehat dapat menjamin kelangsungan hidup manusia yang mengkonsumsinya.
Acara sosialisasi pada tanggal 18 Juli disampaikan oleh drh. Achmad Fadhil. Pembicara menyampaikan tentang pentingnya pemberian obat cacing dan vitamin pada hewan ternak. Inti dari acara ini yaitu pembicara selalu mengingatkan akan dampak negatif dan kerugian penyakit parasit (cacing) dan defisiensi vitamin, siklus hidup cacing, gejala ternak cacingan, pengobatan dan pencegahan agar meminimalisir ternak terinfeksi cacing. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian obat cacing dan vitamin kepada ternak peserta yang hadir dalam acara sosialisasi.






