Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Organik Cair (POC) Di Desa Krendetan

By DINPPKP 26 Agu 2026, 10:39:41 WIB Penyuluhan
Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Pupuk Organik Padat  Dan Pupuk Organik Cair (POC) Di Desa Krendetan

Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Pupuk Organik Padat  Dan Pupuk Organik Cair (POC) Di Desa Krendetan

 

 

Krendetan, Senin 24 Agustus 2026 – Dalam rangka mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhamadiyah Purworejo (UMP) Desa Krendetan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktek pembuatan pupuk organik padat dan pupuk organik cair (POC). Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, pada pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini di hadiri oleh Ketua Dosen pembimbing lapangan Ibu Ike Yunia Pasa, S.T, M.kom,   perwakilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bagelen Bapak Suhardityo, S.P. sebagai narasumber sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk organik padat dan pupuk organik cair (POC), Ibu sekertaris desa krendetan ibu Isnainiyah Lestari, perangkat Desa Krendetan, Ketua Karang Taruna, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani, serta ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan.

Pada kegiatan ini terlihat para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktek dan aktif mengajukan pertanyaan terkait bahan limbah dapur apa saja yang bisa dijadikan pupuk organik dan bagaimana tahapan pembuatannya, serta penerapan pupuk organik padat dan cair dalam kegiatan pertanian sehari-hari, seorang petani bahkan secara sukarela turut membantu dalam praktek tersebut. Praktek demontrasi pembuatan pupuk organik ini tidak hanya membuat suasana lebih hidup, tetapi juga membantu peserta memahami secara langsung bagaimana cara membuat pembuatan pupuk organik padat dan pupuk organik cair (POC) dengan bahan dari kotoran hewan (kohe), limbah sampah dapur, serabut kelapa, arang sekam dengan bahan aktif utama dalam fermentasi pupuk organik adalah bioaktivator atau dekomposer yang berisi mikroorganisme pengurai (EM4) serta sumber nutrisi/energi (tetes tebu) untuk makanan mikroba tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Krendetan dapat mulai menerapkan penggunaan pupuk organik padat dan pupuk organik cair sebagai alternatif ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia, serta mendukung terwujudnya pertanian yang sehat dan berkelanjutan, harapannya dengan pupuk tepat, tanaman sehat dan hasil menjadi meningkat.

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung