Gerak cepat tim kolaborasi tangani aduan masyarakat terkait pelaku usaha peternakan burung puyuh

By DINPPKP 19 Agu 2026, 15:46:26 WIB Peternakan dan Keswan
Gerak cepat tim kolaborasi tangani aduan masyarakat terkait pelaku usaha peternakan burung puyuh

Gerak cepat tim kolaborasi tangani aduan masyarakat terkait pelaku usaha peternakan burung puyuh

 

Menindaklanjuti terkait adanya aduan tentang bau yang berasal dari peternakan burung puyuh di Kelurahan Sindurjan yang  mengganggu aktivitas belajar-mengajar di SD Tirtodranan serta kenyamanan warga pemukiman sekitar, tim gabungan DLHP dan  DKPP segera meluncur ke lokasi untuk melakukan verifikasi serta dialog terbuka bersama pemilik usaha pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Aroma tidak sedap yang berembus setiap hari tersebut sebelumnya memicu kekhawatiran terkait dampak kesehatan, khususnya bagi efektivitas konsentrasi para siswa saat kegiayan belajar mengajar.

 

Guna memberikan solusi konkret tanpa mematikan mata pencaharian warga, pihak berwenang menyepakati sejumlah langkah pembenahan baku bersama pengelola peternakan:

a. Pemilik ternak diwajibkan menerapkan penyemprotan caira  pengurai bau secara berkala untuk meminimalisasi aroma menyengat

b. Pemilik ternak diwajibkan menyemprot area sekitar kandang dengan cairan anti lalat untuk menekan populasi lalat.

c. Kotoran ternak dibersihkan setiap hari dan segera di ambil agar kotoran tidak menumpuk dan menimbulkan kelembapan berlebih.

d. Untuk setelahnya (sampai masa habis produksi) dihimbau untuk memindahkan lokasi kandang yang lebih strategis dan  berjarak dari pemukiman warga sekitar.

 

Langkah tindaklanjut aduan warga ini disambut positif pemilik peternak unggas puyuh,  Pemilik ternak menyadari bahwa kandang unggas puyuh miliknya mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Menurut pemilik ternak, hal ini terjadi karena pola penggantian pakan yang berbeda sebagai akibat efisiensi karena dampak menurun nya harga jual telur puyuh.

 

Dengan langkah cepat dan solutif ini, proses belajar siswa diharapkan dapat segera kembali berjalan optimal tanpa terganggu polusi udara.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung