Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani melalui Sekolah Lapang Tembakau di Kelompok Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren

By DINPPKP 20 Agu 2026, 10:02:48 WIB Kegiatan
Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani melalui Sekolah Lapang Tembakau di Kelompok Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren

Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani melalui Sekolah Lapang Tembakau di Kelompok Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren


Purwodadi, 19 Agustus 2026 — Kegiatan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani melalui Sekolah Lapang Tembakau dilaksanakan di Kelompok Tani Ngudi Waluyo III, Desa Keduren, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan bertempat di rumah Bapak Sunarto, salah satu anggota Kelompok Tani Ngudi Waluyo III, dan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Kegiatan dihadiri oleh Koordinator BPP Purwodadi Ibu Nani Haryani Setianingrum SP, Penyuluh Wibi Ibu Arnita Eky Cahyani STP, Peserta Pelatihan dari Kelompoktani Ngudi Waluyo III Desa keduren, Praktisi APTI Purworejo Bapak Mulyanto dan Team dari Bidang Prasarana dan Penyuluhan pertanian DKPP Purworejo.

Kegiatan diawali dengan pengamatan agroekosistem dan teknis budidaya tembakau di lahan demplot kelompok tani. Selama kurang lebih 45 menit, peserta melakukan pengamatan secara langsung terhadap pertanaman tembakau yang telah dipilih kelompok sebagai tanaman pengamatan. Peserta mengamati kondisi pertumbuhan tanaman, perkembangan tanaman, serta berbagai aspek teknis budidaya yang menjadi bahan pembelajaran dalam Sekolah Lapang.

Setelah kegiatan pengamatan lapangan selesai, peserta kembali ke ruang kelas untuk mempresentasikan hasil pengamatan. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil dan masing-masing kelompok menyampaikan hasil pengamatannya di hadapan seluruh peserta pelatihan. Kegiatan presentasi menjadi sarana bagi peserta untuk berdiskusi, membandingkan hasil pengamatan, serta meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengamatan dan menganalisis kondisi pertanaman tembakau.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi utama bertema “Panen dan Pascapanen Tembakau” yang disampaikan oleh Ibu Nani Haryani Setianingrum, S.P. dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Materi memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tahapan panen yang tepat serta penanganan pascapanen untuk mempertahankan kualitas hasil tembakau.

Selain materi teknis panen dan pascapanen, peserta juga mendapatkan materi tambahan mengenai pemasaran tembakau di Jawa Tengah yang disampaikan oleh praktisi pertembakauan Kabupaten Purworejo, yaitu Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Purworejo, Bapak Mulyanto dari Pacekelan, Purworejo. Materi tersebut memberikan wawasan kepada peserta mengenai kondisi pemasaran tembakau, peluang pasar, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan petani agar hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang dipandu oleh Koordinator BPP Kecamatan Purwodadi. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif menyampaikan pertanyaan, mulai dari persoalan teknis budidaya, panen dan pascapanen, hingga permasalahan pemasaran tembakau di Kabupaten Purworejo dan Jawa Tengah.

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, peserta selanjutnya mengerjakan Post Test untuk mengukur tingkat penyerapan dan pemahaman terhadap materi yang telah diberikan selama pelatihan. Berdasarkan hasil Post Test, diperoleh tiga peserta dengan nilai terbaik, yaitu:

1. Peringkat I: Bapak Priyadi

2. Peringkat II: Sdr. Ayub Muhammad Adnan

3. Peringkat III: Bapak Sumaryo

Setelah evaluasi, peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai langkah konkret untuk merencanakan kegiatan setelah berakhirnya Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani melalui Sekolah Lapang Tembakau. RTL diharapkan dapat menjadi pedoman bagi kelompok tani dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan, sekaligus memperkuat keberlanjutan kegiatan kelompok.

Kegiatan kemudian ditutup oleh Bapak Legirin dari Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Dalam arahannya, Bapak Legirin menekankan bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan hendaknya tidak berhenti pada kegiatan Sekolah Lapang, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh seluruh peserta dalam kegiatan usaha tani tembakau.

Beliau juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kemampuan petani serta mendorong kelembagaan kelompok tani agar semakin maju, mandiri, kompak, dan solid. Penguatan kelembagaan petani melalui Sekolah Lapang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas anggota kelompok, memperkuat kerja sama, serta mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas tembakau di Kabupaten Purworejo.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan Kelompok Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren dapat terus menerapkan hasil pembelajaran di lapangan dan mengembangkan kegiatan kelompok secara berkelanjutan, sehingga manfaat Sekolah Lapang Tembakau dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh anggota kelompok tani.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung