- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
SLPHT TANAMAN MANGGIS DI POKTAN NGUDI BAROKAH DESA BAYUASIN KEMBARAN

SLPHT TANAMAN MANGGIS DI POKTAN NGUDI BAROKAH
DESA BAYUASIN KEMBARAN
Kelompok Tani Ngudi Barokah di Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) khusus untuk tanaman manggis. Kegiatan ini diikuti oleh 15 anggota kelompok tani dan dipandu oleh penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Loano.
Kegiatan SL-PHT ini menghadirkan narasumber dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Wilayah Kedu, yakni Bapak Taufik Shaleh, yang memberikan materi serta praktik langsung di lapangan mengenai identifikasi dan pengendalian hama serta penyakit pada tanaman manggis secara terpadu dan ramah lingkungan.
Dalam pemaparannya, Bapak Taufik menekankan pentingnya pendekatan ekologi dan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan dalam mengelola hama, termasuk pengamatan rutin, pelestarian musuh alami, serta penggunaan pestisida nabati yang aman. Peserta juga diajak langsung ke kebun untuk melakukan identifikasi jenis hama serta cara pengendalian yang sesuai.
Penyuluh pertanian dari BPP Loano turut memfasilitasi diskusi kelompok dan praktik lapang, guna memastikan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan serta penerapan langsung di kebun masing-masing.
Ketua kelompok tani Ngudi Barokah menyambut baik kegiatan ini. “Kami merasa terbantu dengan pelatihan ini karena tanaman manggis merupakan komoditas andalan di desa kami. Dengan pengetahuan yang kami peroleh, kami jadi lebih percaya diri dalam mengelola kebun secara mandiri dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola kebun manggis, mendorong produktivitas, serta mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. SL-PHT juga menjadi wadah belajar bersama antarpetani dan penyuluh dalam upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan di wilayah Kecamatan Loano.






