- JAMIN KEAMANAN PANGAN, SAMPEL PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) DARI DUA PASAR TRADISIONAL DI PURWOREJO DISISIR DAN DIUJI RAPID TEST
- Kelompok Tani Rukun Tani dan Sumber Harapan, Panen Varietas Unggulan dengan Tantangan Cuaca dan Harga
- SELEKSI TENAGA FASILITATOR LAPANGAN KEGIATAN RJIT 2026
- Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani melalui Sekolah Lapang Tembakau di Kelompok Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren
- DKPP PURWOREJO SALURKAN BANTUAN PANGAN CPPD KE SEJUMLAH BNBA TERDAMPAK PUSO DAN KEKERINGAN DI DESA/KELURAHAN KECAMATAN PURWOREJO
- Gerak cepat tim kolaborasi tangani aduan masyarakat terkait pelaku usaha peternakan burung puyuh
- Pemeriksaan Ketat Bahan Pangan Asal Hewan: Langkah Nyata Wujudkan Keamanan Konsumen
- SUBALI SAPIRA (Suburkan Kembali Sapi Rakyat)
- DKPP Purworejo Kembali Pastikan Kualitas Kambing Jawa Randu untuk Penerima Hibah 2026
- KTNA Kecamatan Bener Gelar Pertemuan dan Tanam Benih Padi Metode PM-AAS
SLPHT TANAMAN MANGGIS DI POKTAN NGUDI BAROKAH DESA BAYUASIN KEMBARAN

SLPHT TANAMAN MANGGIS DI POKTAN NGUDI BAROKAH
DESA BAYUASIN KEMBARAN
Kelompok Tani Ngudi Barokah di Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) khusus untuk tanaman manggis. Kegiatan ini diikuti oleh 15 anggota kelompok tani dan dipandu oleh penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Loano.
Kegiatan SL-PHT ini menghadirkan narasumber dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Wilayah Kedu, yakni Bapak Taufik Shaleh, yang memberikan materi serta praktik langsung di lapangan mengenai identifikasi dan pengendalian hama serta penyakit pada tanaman manggis secara terpadu dan ramah lingkungan.
Dalam pemaparannya, Bapak Taufik menekankan pentingnya pendekatan ekologi dan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan dalam mengelola hama, termasuk pengamatan rutin, pelestarian musuh alami, serta penggunaan pestisida nabati yang aman. Peserta juga diajak langsung ke kebun untuk melakukan identifikasi jenis hama serta cara pengendalian yang sesuai.
Penyuluh pertanian dari BPP Loano turut memfasilitasi diskusi kelompok dan praktik lapang, guna memastikan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan serta penerapan langsung di kebun masing-masing.
Ketua kelompok tani Ngudi Barokah menyambut baik kegiatan ini. “Kami merasa terbantu dengan pelatihan ini karena tanaman manggis merupakan komoditas andalan di desa kami. Dengan pengetahuan yang kami peroleh, kami jadi lebih percaya diri dalam mengelola kebun secara mandiri dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola kebun manggis, mendorong produktivitas, serta mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. SL-PHT juga menjadi wadah belajar bersama antarpetani dan penyuluh dalam upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan di wilayah Kecamatan Loano.






