Siaga Selamatkan Tanaman Padi, Poktan Manunggal Desa Laban Lakukan Gerakan Pengendalian Wereng Batang Coklat

By DINPPKP 07 Agu 2025, 08:15:43 WIB Penyuluhan
Siaga Selamatkan Tanaman Padi, Poktan Manunggal Desa Laban Lakukan Gerakan Pengendalian Wereng Batang Coklat

Siaga Selamatkan Tanaman Padi, Poktan Manunggal Desa Laban Lakukan Gerakan Pengendalian Wereng Batang Coklat

 

Dalam menghadapi ancaman serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC) yang berpotensi menimbulkan puso atau gagal panen, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Manunggal Desa Laban Kecamatan Ngombol  bersama petugas Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Ngombol dan petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) wilayah Kecamatan Ngombol melaksanakan kegiatan pengendalian hama terpadu (PHT) secara masif di areal pertanaman padi di areal sawah Desa Laban Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo pada hari Rabu Tanggal 06 Agustus Tahun 2025

Serangan hama WBC diketahui mulai terlihat sejak tanaman berumur 10 hst , ditandai dengan gejala tanaman menguning, pertumbuhan terhambat, serta pengeringan rumpun padi (hopperburn). Berdasarkan hasil pengamatan, populasi wereng telah melebihi ambang batas ekonomi, yaitu lebih dari 10 ekor/rumpun pada tanaman usia kurang dari 25 hari setelah tanam (HST).

“Kami langsung bergerak cepat setelah hasil pengamatan menunjukkan populasi wereng cukup tinggi. Ini harus ditangani segera agar tidak menyebar luas,” ujar Ketua kelompok tani Manunggal Desa Laban Bapak Dani Febrianto, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Pengendalian dilakukan dengan cara Penyemprotan insektisida secara selektif dan tepat sasaran di bagian pangkal tanaman menggunakan bahan aktif seperti buprofezin dan imidaklopit secara serentak dan bersamaan. Kegiatan berikutnya dilakukan Pemantauan rutin populasi hama dengan bantuan petugas penyuluh,

Tidak hanya itu, petani juga mulai memanfaatkan lampu perangkap serangga dan pestisida nabati, sebagai bagian dari pendekatan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang menekankan pengendalian berbasis ekosistem dan keberlanjutan.

Penyuluh Pertanian Lapangan Wilayah Kecamatan Ngombol juga mengimbau kepada seluruh petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap OPT, khususnya menjelang musim puncak tanam. "Pengendalian tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus serempak dan terkoordinasi dengan baik," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan serangan wereng dapat dikendalikan secara efektif, sehingga produksi padi tetap terjaga dan para petani dapat terhindar dari kerugian besar.

 

Deny Agus Pramono ( BPP Kecamatan Ngombol )





Berita Purworejo

Counter Pengunjung