SI GENIT BUAH KESEMEK: Menanam, Merawat, Memetik Untung

By DINPPKP 21 Mei 2025, 15:13:08 WIB Penyuluhan
SI GENIT BUAH KESEMEK: Menanam, Merawat, Memetik Untung

SI GENIT BUAH KESEMEK: Menanam, Merawat, Memetik Untung

 

KEMIRI KEREN NEWS –– Kesemek, Si Buah Genit merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang mulai jarang dikenal dan dibudidayakan. Julukannya sebagai "buah genit" berasal dari tampilan buahnya yang unik berbalut seperti bedak putih yang menarik perhatian. Namun, di balik keunikannya, kesemek menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan dan juga potensi besar di bidang pertanian.

“Dari segi pertanian, kesemek merupakan tanaman yang adaptif di dataran tinggi, mudah dirawat, dan memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan. Bertanam kesemek bisa menjadi peluang usaha bagi petani lokal, sekaligus mendukung diversifikasi pertanian dan pelestarian tanaman khas nusantara. Buah ini juga dapat diolah menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi, bahkan berpotensi untuk dipasarkan ke luar negeri,” papar Umul Khasunah, SP., MAP, saat menjadi narasumber dialog interaktif di Irama FM pada Rabu (21/5/2025).

Secara rasa, tekstur, dan tampilan, kesemek memang unik. Mentahnya sepat, matangnya manis lembut. Tapi justru dari keunikan itulah, kesemek jadi punya karakter tersendiri yang membedakannya dari buah-buah lain. Dari segi kandungan, kesemek kaya vitamin A, vitamin C, serat, hingga antioksidan seperti flavonoid dan tanin, semuanya berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh, kesehatan jantung, pencernaan, sampai memperlambat penuaan. Yang menarik, kesemek itu rendah kalori tetapi bisa membuat kenyang lebih lama. Jadi, jika ingin camilan sehat atau sedang menjaga berat badan, kesemek bisa menjadi pilihan yang tepat.

“Kalau bicara soal budidaya, ternyata menanam kesemek itu tidak serumit yang dibayangkan. Asal tahu cara memilih bibit yang sehat, mengelola lahan yang cocok, dan rajin merawat pohon dengan penuh kesabaran, hasil panennya bisa sangat memuaskan. Lingkungan yang ideal, proses pembibitan yang baik, serta perawatan rutin jadi kunci utama agar pohonnya tumbuh subur dan buahnya berkualitas,” tukasnya.

Dan jangan lupa soal hama dan penyakit, kalau petani cermat dalam melakukan pencegahan sejak awal, menyebarnya hama bisa dicegah dan hasil panen tetap aman. Nah, saat panen pun, pengalaman sangat dibutuhkan. Tapi sekarang juga sudah ada alternatif seperti pengamatan warna dan tekstur buah untuk membantu menentukan waktu panen yang tepat.

“Menariknya lagi, kesemek bukan cuma enak dimakan segar. Kalau diolah, bisa jadi aneka produk seperti manisan, selai, jus, atau bahkan teh herbal dari daunnya. Ini membuka peluang usaha rumahan atau industri kecil yang cukup menjanjikan, apalagi permintaan terhadap makanan sehat makin tinggi sekarang,” tegasnya lagi.

Untuk pasar lokal sebelum kesemek dijual, dilakukan perendaman dengan kapur. Caranya, kesemek yang setengah matang dipanen, sedang yang matang dibiarkan. Lalu disiapkan air yang dicampur kapur putih atau gamping. Setelah itu di rendam selama seminggu. Rasa manis akan tercipta setelah proses perendaman serta akan didapatkan tekstur renyah seperti apel. Pada saat buah kesemek dijual di pasar biasanya permukaannya akan tampak putih. Oleh karenanya masyarakat sering menyebutnya dengan sebutan “buah genit” karena kulit buah kesemek mendapat taburan warna putih seperti diberi bedak. Taburan warna putih ini adalah efek dari proses pengapuran yang dilakukan agar buah kesemek tidak cepat busuk

Jadi, pada akhirnya, bertanam kesemek bukan cuma soal menanam buah, tapi juga soal menanam harapan. Harapan akan hidup yang lebih sehat, lingkungan yang lebih hijau, dan ekonomi yang lebih mandiri. Dari satu pohon kesemek, bisa tumbuh banyak manfaat untuk keluarga, masyarakat, bahkan untuk generasi berikutnya.

Setelah diskusi panjang lebar tentang kesemek tak terasa 30 menit berlalu, sekarang saatnya kita duduk sebentar dan merenung: ternyata buah yang sering dianggap “biasa” ini punya cerita yang luar biasa, ya. Kesemek bukan cuma sekadar buah manis yang kulitnya berbedak putih atau punya julukan “apel Jawa”. Di balik tampilannya yang sederhana, kesemek menyimpan segudang potensi, baik untuk kesehatan, pertanian, maupun peluang usaha. Semoga.––





Berita Purworejo

Counter Pengunjung