- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
SI GENIT BUAH KESEMEK: Menanam, Merawat, Memetik Untung

SI GENIT BUAH KESEMEK: Menanam,
Merawat, Memetik Untung
KEMIRI
KEREN NEWS –– Kesemek, Si Buah Genit merupakan salah satu kekayaan
alam Indonesia yang mulai jarang dikenal dan dibudidayakan. Julukannya sebagai
"buah genit" berasal dari tampilan buahnya yang unik berbalut seperti
bedak putih yang menarik perhatian. Namun, di balik keunikannya, kesemek
menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan dan juga potensi besar di bidang
pertanian.
“Dari segi pertanian, kesemek merupakan
tanaman yang adaptif di dataran tinggi, mudah dirawat, dan memiliki nilai jual
yang cukup menjanjikan. Bertanam kesemek bisa menjadi peluang usaha bagi petani
lokal, sekaligus mendukung diversifikasi pertanian dan pelestarian tanaman khas
nusantara. Buah ini juga dapat diolah menjadi berbagai produk olahan bernilai
ekonomi, bahkan berpotensi untuk dipasarkan ke luar negeri,” papar Umul
Khasunah, SP., MAP, saat menjadi narasumber dialog interaktif di Irama FM pada
Rabu (21/5/2025).
Secara rasa, tekstur, dan tampilan, kesemek
memang unik. Mentahnya sepat, matangnya manis lembut. Tapi justru dari keunikan
itulah, kesemek jadi punya karakter tersendiri yang membedakannya dari
buah-buah lain. Dari segi kandungan, kesemek kaya vitamin A, vitamin C, serat,
hingga antioksidan seperti flavonoid dan tanin, semuanya berperan besar dalam
menjaga daya tahan tubuh, kesehatan jantung, pencernaan, sampai memperlambat
penuaan. Yang menarik, kesemek itu rendah kalori tetapi bisa membuat kenyang
lebih lama. Jadi, jika ingin camilan sehat atau sedang menjaga berat badan,
kesemek bisa menjadi pilihan yang tepat.
“Kalau bicara soal budidaya, ternyata menanam
kesemek itu tidak serumit yang dibayangkan. Asal tahu cara memilih bibit yang
sehat, mengelola lahan yang cocok, dan rajin merawat pohon dengan penuh kesabaran,
hasil panennya bisa sangat memuaskan. Lingkungan yang ideal, proses pembibitan
yang baik, serta perawatan rutin jadi kunci utama agar pohonnya tumbuh subur
dan buahnya berkualitas,” tukasnya.
Dan jangan lupa soal hama dan penyakit, kalau
petani cermat dalam melakukan pencegahan sejak awal, menyebarnya hama bisa
dicegah dan hasil panen tetap aman. Nah, saat panen pun, pengalaman sangat
dibutuhkan. Tapi sekarang juga sudah ada alternatif seperti pengamatan warna
dan tekstur buah untuk membantu menentukan waktu panen yang tepat.
“Menariknya lagi, kesemek bukan cuma enak
dimakan segar. Kalau diolah, bisa jadi aneka produk seperti manisan, selai,
jus, atau bahkan teh herbal dari daunnya. Ini membuka peluang usaha rumahan
atau industri kecil yang cukup menjanjikan, apalagi permintaan terhadap makanan
sehat makin tinggi sekarang,” tegasnya lagi.
Untuk pasar lokal sebelum kesemek dijual,
dilakukan perendaman dengan kapur. Caranya, kesemek yang setengah matang
dipanen, sedang yang matang dibiarkan. Lalu disiapkan air yang dicampur kapur
putih atau gamping. Setelah itu di rendam selama seminggu. Rasa manis akan
tercipta setelah proses perendaman serta akan didapatkan tekstur renyah seperti
apel. Pada saat buah kesemek dijual di pasar biasanya permukaannya akan tampak
putih. Oleh karenanya masyarakat sering menyebutnya dengan sebutan “buah genit”
karena kulit buah kesemek mendapat taburan warna putih seperti diberi bedak.
Taburan warna putih ini adalah efek dari proses pengapuran yang dilakukan agar
buah kesemek tidak cepat busuk
Jadi, pada akhirnya, bertanam kesemek bukan
cuma soal menanam buah, tapi juga soal menanam harapan. Harapan akan hidup yang
lebih sehat, lingkungan yang lebih hijau, dan ekonomi yang lebih mandiri. Dari
satu pohon kesemek, bisa tumbuh banyak manfaat untuk keluarga, masyarakat,
bahkan untuk generasi berikutnya.
Setelah diskusi panjang lebar tentang kesemek
tak terasa 30 menit berlalu, sekarang saatnya kita duduk sebentar dan merenung:
ternyata buah yang sering dianggap “biasa” ini punya cerita yang luar biasa,
ya. Kesemek bukan cuma sekadar buah manis yang kulitnya berbedak putih atau
punya julukan “apel Jawa”. Di balik tampilannya yang sederhana, kesemek
menyimpan segudang potensi, baik untuk kesehatan, pertanian, maupun peluang
usaha. Semoga.––






