- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
SEMANGAT PETANI TEMBAKAU DI TENGAH HUJAN: PUPUK NPK DITERIMA DENGAN SYUKUR

SEMANGAT PETANI TEMBAKAU DI TENGAH HUJAN:
PUPUK NPK DITERIMA DENGAN SYUKUR
KEMIRI
KEREN NEWS –– Cuaca hujan yang mengguyur Desa Rowobayem tak
menyurutkan semangat petani dan petugas dalam proses dropping pupuk NPK kepada
Kelompok Tani Sido Dadi. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program
Intensifikasi Tembakau Tahun Anggaran 2025 yang didanai oleh APBD Provinsi Jawa
Tengah.
Dropping pupuk dilakukan langsung di titik
kumpul kelompok tani, disaksikan oleh Koordinator BPP dan penyuluh pertanian
setempat. Meski medan sedikit licin dan hujan mengguyur sejak pagi, kegiatan
tetap berlangsung lancar.
“Kami dari BPP ikut mengawal langsung proses
distribusi pupuk NPK ini agar benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak
menerima. Ini merupakan bagian dari program intensifikasi tembakau yang dananya
bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Kami pastikan penyaluran dilakukan
secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai data kelompok tani penerima,”
tegasnya.
Koordinator BPP menyampaikan bahwa cuaca tidak
menjadi penghalang dalam mendistribusikan bantuan pemerintah kepada para petani
yang memang sudah sangat menantikan bantuan ini.
“Meski hujan, kami pastikan penyaluran tetap
berjalan tertib dan tepat sasaran. Ini bentuk komitmen kita bersama untuk
mendukung petani tembakau dalam menghadapi musim tanam,” ujarnya.
Dropping pupuk ini merupakan bentuk nyata
perhatian pemerintah daerah dalam membantu petani meningkatkan hasil pertanian,
khususnya tembakau yang menjadi salah satu komoditas unggulan di Desa
Rowobayem. Pupuk NPK yang disalurkan akan digunakan untuk mendukung fase
pertumbuhan awal tanaman tembakau, yang memerlukan asupan unsur hara makro
secara seimbang.
“Tidak hanya Desa Rowobayem, Desa
Bedonokarangduwur juga menerima bantuan yang sama. Kedua desa ini merupaka
sentra tembakau di wilayah Kecamatan Kemiri, sehingga diharapkan akan menjadi
motivasi bagi desa lain untuk menanam tembakau sebagai alternatif tanaman
meraka,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi
Jawa Tengah melalui perwakilannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan
bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga
keberlangsungan komoditas tembakau sebagai sumber penghidupan masyarakat.
“Bantuan pupuk ini kami harapkan bisa
mendorong peningkatan hasil tembakau, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Pemerintah hadir untuk memastikan petani kita tidak berjalan sendiri, terutama
dalam menghadapi tantangan biaya produksi yang semakin tinggi,” ujarnya.
Surip, Ketua Kelompok Tani Sido Dadi, mengaku
sangat bersyukur atas bantuan pupuk yang diterimanya. Ia mengatakan bahwa
bantuan ini sangat membantu, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak
menentu seperti sekarang.
“Alhamdulillah, walaupun hujan, pupuk tetap
sampai ke tangan kami. Terima kasih kepada pemerintah provinsi atas bantuannya.
Ini sangat membantu kami untuk bisa segera menanam tembakau. Dengan adanya
pupuk NPK dari program intensifikasi ini, kami bisa lebih optimal dalam
memelihara tanaman tembakau. Semoga ke depan hasil panen kami semakin baik,”
tuturnya saat menerima bantuan pupuk NPK, Kamis (10/04/2025).
Melalui program ini, diharapkan petani
tembakau di Desa Rowobayem khususnya, dan di Jawa Tengah pada umumnya, dapat
lebih berdaya dan mampu menjaga kestabilan produksi tembakau di tengah tantangan
perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar, semoga.––






