- DKPP Purworejo Kembali Pastikan Kualitas Kambing Jawa Randu untuk Penerima Hibah 2026
- KTNA Kecamatan Bener Gelar Pertemuan dan Tanam Benih Padi Metode PM-AAS
- PERUM BULOG DAN DKPP PURWOREJO GELAR EVALUASI BANTUAN PANGAN CPP
- KWT Margo Dadi Prapaglor Belajar Buat PSB
- Seleksi Tahap Kedua Tuntas, DKPP Pastikan 55 Domba Hibah Siap Disalurkan kepada Kelompok
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Gelar Monev Alsintan di Pituruh
- PERINGATI HKG PKK KE-54, RATUSAN KADER PKK PURWOREJO ANTUSIAS SERBU GERAKAN PANGAN MURAH DI PENDOPO PURWOREJO
- Tingkatkan Angka Kebuntingan Sapi Peternak, Program Subali Sapira Beraksi Lagi di Kedungpomahan Kulon
- RAKOR PEMANTAUAN STOK DAN HARGA DI TINGKAT PRODUSEN DAN KONSUMEN BULAN AGUSTUS 2026
- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
Sekolah Lapang Kopi KT. Tani Sari Desa Ngargosari: Meningkatkan Kapasitas Petani Melalui Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani Kopi

Sekolah Lapang Kopi KT. Tani Sari Desa Ngargosari: Meningkatkan Kapasitas Petani Melalui Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani Kopi
Pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, Kelompok Tani (KT) Tani Sari Desa Ngargosari melakukan sekolah lapang di lahan Kopi Desa Ngargosari. Sebanyak 28 orang anggota kelompok tani, didampingi oleh Koordinator PPL BPP Loano Bapak Agus Riyadi, S.Pt., dan Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Ibu Dhian Puspitasari,A.Md beserta rekan PPL BPP Loano, POPT kec loano Ibu Wagiyanti, S.P,MP hadir dalam kegiatan ini.
Hama dan penyakit merupakan kendala utama dalam budidaya kopi, yang dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas biji kopi. Serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat mengakibatkan penurunan hasil panen hingga tingkat yang merugikan .
Hama Utama pada Tanaman Kopi
Beberapa hama utama yang menyerang tanaman kopi meliputi:
- Kutu Daun Hijau Hama ini menghisap cairan tanaman, menyebabkan penurunan vigor tanaman .
- Kutu Dompolan Hama ini juga menghisap cairan tanaman dan dapat menurunkan kualitas produksi kopi .
- Penggerek Buah Kopi (PBKo) Hama ini menyerang buah kopi, menyebabkan kerusakan pada biji dan penurunan mutu .
Penyakit Utama pada Tanaman Kopi
Beberapa penyakit utama yang menyerang tanaman kopi meliputi:
- Karat Daun Penyakit ini disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix, ditandai dengan bercak serbuk berwarna kuning pada permukaan daun .
- Embun Jelaga Penyakit ini disebabkan oleh jamur Capnodium sp .
- Bercak Daun Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cercospora coffeicola, menyebabkan bercak pada daun .
- Jamur Upas Kelembaban tinggi memicu penyebaran penyakit ini. Pengendalian dapat dilakukan dengan memotong cabang yang terserang dan mengatur kelembapan kebun .
- Penyakit Akar Disebabkan oleh jamur Fomes Lamaoensis, menyebabkan tanaman layu dan mati mendadak .
- Coffee Wilt Disease Disebabkan oleh jamur yang menyerang akar, menyebabkan layu mendadak dan kematian tanaman. Pencegahan melibatkan perbaikan drainase tanah dan penanaman varietas resisten .
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit tanaman kopi dapat dilakukan melalui beberapa cara:
- Pemupukan Berimbang Pemupukan yang tepat dapat memicu pembungaan seragam dan memutus siklus hidup hama .
- Pemangkasan Mengurangi kelembaban dengan memangkas tanaman kopi dan tanaman naungan dapat menghambat perkembangan hama .
- Sanitasi Kebun Menjaga kebersihan kebun sangat penting untuk mengendalikan populasi hama dan penyakit .
- Penggunaan Pestisida Penggunaan pestisida kimia sintetik harus dilakukan secara bijak untuk menghindari residu racun dan pencemaran lingkungan .
- Pengendalian Hayati Memanfaatkan musuh alami hama, sepertiCryptolaemus montrouzieri untuk mengendalikan mealybugs .
Dengan pengelolaan yang tepat dan terpadu, serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi dapat diminimalkan, sehingga produksi dan mutu kopi dapat ditingkatkan .
Kegiatan Sekolah Lapang ini difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, dan diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi petani KT. Tani Sari Desa Ngargosrai untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka melalui budidaya kopi yang lebih baik.






