Sekolah Lapang Agensia Hayati Poktan Tri Makmur Desa Tuntungpait Kecamatan Kutoarjo

By DINPPKP 19 Mei 2026, 08:49:09 WIB Kegiatan POPT
Sekolah Lapang Agensia Hayati Poktan Tri Makmur Desa Tuntungpait Kecamatan Kutoarjo

Sekolah Lapang Agensia Hayati Poktan Tri Makmur Desa Tuntungpait Kecamatan Kutoarjo


Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti ruang pertemuan Kelompok Tani (Poktan) Tri Makmur di Desa Tuntungpait, Kecamatan Kutoarjo, pada Senin pagi, 18 Mei 2026. Hari itu menjadi momen penting bagi para petani setempat seiring dibukanya kegiatan Sekolah Lapang (SL) Agensia Hayati. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berkomitmen memajukan pertanian ramah lingkungan, mulai dari perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, Koordinator Lapangan BPP Kutoarjo, PPL Wibi Tuntungpait bersama jajaran PPL Kutoarjo, hingga PerangkatDesa Tuntungpait yang hadir langsung memberikan dukungan penuh bagi warganya.


Acara diawali dengan khidmat saat seluruh hadirin bersama-sama mengikrarkan basmalah, memohon kelancaran agar kegiatan ini membawa berkah bagi hasil bumi mereka. Rasa nasionalisme dan kebanggaan daerah kemudian bergaung kuat ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Purworejo dinyanyikan bersama secara serentak, membakar semangat para peserta untuk memulai langkah baru di sektor pertanian.


Memasuki sesi sambutan, Perangkat Desa Tuntungpait membuka dengan ungkapan terima kasih yang mendalam atas dipilihnya Poktan Tri Makmur sebagai pusat pembelajaran, dengan harapan desa ini bisa menjadi pelopor pertanian sehat. Sejalan dengan hal itu, Korlab BPP Kutoarjo dalam sambutannya menekankan pentingnya kemandirian petani dalam mengendalikan hama secara alami, sehingga tidak lagi bergantung penuh pada pestisida kimia yang mahal dan merusak lingkungan. Harapan ini diperkuat oleh perwakilan DKPP yang menegaskan bahwa penguasaan teknologi agensia hayati adalah solusi jangka panjang yang mutlak diperlukan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global saat ini.


Sesi yang paling dinantikan pun tiba ketika POPT Bapak Amat Maftuh memaparkan materi inti mengenai Pengenalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Padi. Para petani diajak mengenali lebih dalam tentang siklus hidup dan gejala serangan dari hama serta penyakit utama seperti wereng batang coklat, penggerek batang, hingga penyakit kresek. Alih-alih berfokus pada pemusnahan massal, materi kali ini menekankan pentingnya pengamatan dini dan cara memanfaatkan musuh alami sebagai benteng pertahanan ekosistem sawah. Suasana belajar menjadi sangat hidup karena diselingi dengan diskusi interaktif dan tanya jawab seputar kendala nyata yang dihadapi petani di lapangan.


Sebelum kegiatan hari pertama ini berakhir,  pemandu memberikan penjelasan teknis mengenai agenda praktik lapangan yang akan dilaksanakan esok hari.


Acara diakhiri dengan penutup dan salam





Berita Purworejo

Counter Pengunjung