- JAMIN KEAMANAN PANGAN, SAMPEL PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) DARI DUA PASAR TRADISIONAL DI PURWOREJO DISISIR DAN DIUJI RAPID TEST
- Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi
- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
- SHARING SESSION #2 UPT PUSKESWAN BERSAMA KTNA KECAMATAN GEBANG
- Evaluasi SL Tembakau KT Rukun Tani Gowong, Perkuat Kelembagaan dan Peran Petani
- KT Rukun Tani Gowong Siapkan 2.000 m² untuk Budidaya Bawang Merah Varietas Tajuk
- PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH Pengembangan Ayam Petelur di Kelompok Tani Sumber Makmur desa Tersidilor Kecamatan Pituruh
- Menjaga Genetik Unggulan Purworejo, Seleksi Hibah Kambing Kaligesing Kembali Digelar
Petani Pekacangan Belajar Perbanyak Beuveria Bassiana di Hari Kedua SL Agens Hayati

Petani Pekacangan Belajar Perbanyak Beuveria Bassiana di Hari Kedua SL Agens Hayati
Pekacangan, Selasa 12 Mei 2026 – Kelompok Tani Berkah Tani Jaya Desa Pekacangan melaksanakan hari kedua Sekolah Lapang Agens Hayati. Kegiatan berlangsung selama 2 hari, 11-12 Mei 2026, dan diikuti 20 peserta. SL ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian BPP Pituruh.
Pada hari pertama, narasumber Aditya Suwandi selaku PPL Wibi Desa Pekacangan dan Indra Dwi Setiawan selaku Petugas POPT Kecamatan Pituruh menyampaikan materi Pengelolaan Terpadu Tanaman Padi dan teknik perbanyakan agens hayati Beuveria bassiana. Peserta belajar tentang cara pemilihan benih dan varietas, cara tanam jajar legowo, pengairan berselang sampai pemanenan yang tepat.
Memasuki pertemuan kedua, acara dipandu Koordinator BPP Pituruh Tri Surahmi, SP dan Indra Dwi Setiawan. Materi yang dibahas adalah Pengelolaan Hama Terpadu Tanaman Padi, mulai dari prinsip budidaya tanaman sehat hingga pelestarian musuh alami di lahan. Setelah sesi teori, peserta langsung praktik perbanyakan Beuveria Bassiana menggunakan media padat berupa jagung. Jagung dikukus dua kali, didinginkan, lalu diinokulasi dengan isolat Beuveria bassiana. Hasil biakan ini nantinya bisa dimanfaatkan petani untuk mengendalikan hama seperti wereng dan penggerek batang secara ramah lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan diskusi bersama peserta SL. Petani bertanya seputar cara penyimpanan biakan, dosis aplikasi di lahan, dan tanda jamur sudah siap pakai. Melalui SL Agens Hayati ini, petani diharapkan mampu memproduksi agens hayati sendiri, mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, dan menerapkan budidaya padi yang lebih sehat dan berkelanjutan






