- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Petani Pekacangan Belajar Perbanyak Beuveria Bassiana di Hari Kedua SL Agens Hayati

Petani Pekacangan Belajar Perbanyak Beuveria Bassiana di Hari Kedua SL Agens Hayati
Pekacangan, Selasa 12 Mei 2026 – Kelompok Tani Berkah Tani Jaya Desa Pekacangan melaksanakan hari kedua Sekolah Lapang Agens Hayati. Kegiatan berlangsung selama 2 hari, 11-12 Mei 2026, dan diikuti 20 peserta. SL ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian BPP Pituruh.
Pada hari pertama, narasumber Aditya Suwandi selaku PPL Wibi Desa Pekacangan dan Indra Dwi Setiawan selaku Petugas POPT Kecamatan Pituruh menyampaikan materi Pengelolaan Terpadu Tanaman Padi dan teknik perbanyakan agens hayati Beuveria bassiana. Peserta belajar tentang cara pemilihan benih dan varietas, cara tanam jajar legowo, pengairan berselang sampai pemanenan yang tepat.
Memasuki pertemuan kedua, acara dipandu Koordinator BPP Pituruh Tri Surahmi, SP dan Indra Dwi Setiawan. Materi yang dibahas adalah Pengelolaan Hama Terpadu Tanaman Padi, mulai dari prinsip budidaya tanaman sehat hingga pelestarian musuh alami di lahan. Setelah sesi teori, peserta langsung praktik perbanyakan Beuveria Bassiana menggunakan media padat berupa jagung. Jagung dikukus dua kali, didinginkan, lalu diinokulasi dengan isolat Beuveria bassiana. Hasil biakan ini nantinya bisa dimanfaatkan petani untuk mengendalikan hama seperti wereng dan penggerek batang secara ramah lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan diskusi bersama peserta SL. Petani bertanya seputar cara penyimpanan biakan, dosis aplikasi di lahan, dan tanda jamur sudah siap pakai. Melalui SL Agens Hayati ini, petani diharapkan mampu memproduksi agens hayati sendiri, mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, dan menerapkan budidaya padi yang lebih sehat dan berkelanjutan






