- Tingkatkan Kualitas dan Kelembagaan, Kelompok Tani Sido Mukti Gelar Sekolah Lapang Tembakau
- Petani Tembakau KT Makmur Tani Diedukasi Penggunaan Agen Hayati, Budidaya Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan
- Bibit Tembakau Tiba, Petani KT Makmur Tani Sambut Antusias
- Petani Girimulyo Tak Mau Asal Tanam Tembakau, Sekolah Lapang Jadi Senjata Baru
- Sekolah Lapang Agensia Hayati Poktan Tri Makmur Desa Tuntungpait Kecamatan Kutoarjo
- “DKPP PURWOREJO BERSINERGI DENGAN BPP KECAMATAN PURWODADI SULAP PEKARANGAN JADI SUMBER PANGAN KELUARGA\"
- Diseminasi Drone , Langkah Modernisasi Pertanian
- Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Groundbraking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri Serta Launching Operasional 166 Sppg Polri
- Puskeswan Terus Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Hewan di Kabupaten Purworejo
- Petani Pekacangan Belajar Perbanyak Beuveria Bassiana di Hari Kedua SL Agens Hayati
Petani Girimulyo Tak Mau Asal Tanam Tembakau, Sekolah Lapang Jadi Senjata Baru

Petani Girimulyo Tak Mau Asal Tanam Tembakau,
Sekolah Lapang Jadi Senjata Baru
KEMIRI KEREN NEWS — Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Tembakau Kelompok Tani Sido Mukti Desa Girimulyo resmi dimulai pada Senin, 18 Mei 2026 (18/5). Kegiatan ini menjadi langkah awal peningkatan kapasitas petani dalam budidaya tembakau yang lebih baik, mulai dari pengolahan lahan hingga penanganan pascapanen.
Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari 19 laki-laki dan 6 perempuan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Bapak Legirin, Koordinator BPP Kecamatan Kemiri Umul Khasunah, serta PPL pendamping Wibi Agus Nugroho.
Acara diawali dengan ucapan selamat datang dari Ketua Kelompok Tani Sido Mukti, Bapak Suripto. Dalam sambutannya, Suripto menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya Sekolah Lapang Tembakau di Desa Girimulyo. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah ilmu dan memperbaiki teknik budidaya tembakau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo serta BPP Kecamatan Kemiri yang telah memberikan perhatian kepada petani tembakau di Desa Girimulyo melalui kegiatan sekolah lapang ini. Kami berharap kegiatan ini benar-benar menjadi sarana belajar bersama bagi petani untuk meningkatkan kemampuan budidaya tembakau mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama penyakit, sampai pascapanen. Semoga ilmu yang didapat nantinya bisa diterapkan di lahan masing-masing sehingga hasil panen lebih baik, kualitas meningkat, dan kesejahteraan petani juga ikut meningkat,” ujar Suripto.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pre test guna mengukur pemahaman awal peserta sebelum pembelajaran dimulai. Pre test dilakukan sebagai bahan evaluasi perkembangan pengetahuan peserta selama mengikuti enam kali pertemuan sekolah lapang yang telah dijadwalkan.
Pada pertemuan pertama, materi yang disampaikan adalah pengolahan lahan untuk tanaman tembakau oleh narasumber Umul Khasunah. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pengolahan lahan merupakan tahapan penting yang sangat menentukan pertumbuhan dan kualitas tanaman tembakau.
“Pengolahan lahan tidak hanya sekadar membalik tanah, tetapi bagaimana menciptakan kondisi tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman tembakau. Tanah harus gembur, memiliki aerasi yang baik, dan drainase yang lancar agar akar mampu berkembang optimal. Selain itu, kebersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman juga penting untuk mengurangi potensi serangan hama dan penyakit. Jika pengolahan lahannya baik, maka pertumbuhan tanaman akan lebih seragam dan potensi hasil panen juga bisa meningkat,” jelas Umul Khasunah.
Peserta tampak aktif mengikuti kegiatan dan berdiskusi mengenai berbagai kondisi lahan yang ada di wilayah Girimulyo. Beberapa petani juga menyampaikan kendala yang sering dihadapi saat musim tanam, terutama terkait curah hujan dan kondisi tanah.
Salah satu peserta, Bapak Khoerudin, mengaku senang dengan adanya kegiatan sekolah lapang tersebut karena materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
“Menurut saya kegiatan ini sangat membantu petani karena materi yang disampaikan langsung berkaitan dengan kondisi nyata di lapangan. Selama ini kami menanam berdasarkan pengalaman, tetapi lewat sekolah lapang ini kami jadi lebih memahami cara pengolahan lahan yang benar dan lebih efektif untuk tanaman tembakau. Harapannya hasil panen nanti bisa lebih bagus dan kualitas daun tembakau juga meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bapak Legirin dalam arahannya berharap kegiatan sekolah lapang mampu menjadi wadah belajar bersama antara petani, penyuluh, dan narasumber untuk meningkatkan kualitas budidaya tembakau di Kecamatan Kemiri.
“Sekolah lapang merupakan salah satu upaya meningkatkan kemampuan petani melalui pembelajaran langsung di lapangan. Kami berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan menerapkan materi yang diperoleh pada usaha taninya masing-masing,” tuturnya.
Dengan dimulainya Sekolah Lapang Tembakau ini, diharapkan petani Kelompok Tani Sido Mukti semakin siap menghadapi musim tanam dan mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih baik sehingga produktivitas dan mutu tembakau di wilayah Desa Girimulyo terus meningkat. Semoga.–






