- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Sekolah Lapang Agensi Hayati: Trichoderma Jadi Solusi Pertanian Ramah Lingkungan

"Sekolah Lapang Agensi
Hayati: Trichoderma Jadi Solusi Pertanian Ramah Lingkungan"
Dalam rangka mendukung
pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, Dinas Ketahanan Pangan Dan
Pertanian Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan kelompok tani Ngudi Makmur
Desa Wonosari Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo dan Penyuluh Pertanian Wilayah
Kecamatan Ngombol menggelar kegiatan Sekolah Lapang Agensi Hayati pada Tanggal
15 – 16 Mei 2025 di Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Wonosari Kecamatan Ngombol.
Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah pembuatan Trichoderma,
agen hayati yang berfungsi sebagai pengendali hayati terhadap penyakit tanaman,
terutama yang disebabkan oleh jamur patogen.
Kegiatan ini diikuti oleh
puluhan petani dari Desa Wonosari Kecamatan Ngombol. Peserta mendapatkan
penjelasan teori mengenai peranan Trichoderma dalam meningkatkan kesehatan
tanah, mempercepat dekomposisi bahan organik, serta menekan pertumbuhan jamur
penyebab penyakit tanaman seperti Fusarium dan Sclerotium.
Setelah sesi teori, kegiatan
dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan Trichoderma yang dipandu oleh tim
penyuluh dan narasumber dari POPT Wilayah Kecamatan Ngombol. Petani diajarkan
cara mengisolasi Trichoderma dari bahan alami, menumbuhkannya pada media
kultur, hingga pengemasan dan penyimpanan untuk penggunaan di lahan pertanian.
Menurut Penyuluh Pertanian
Wilayah Desa Wonosari Bapak Heriyanto, kegiatan ini diharapkan mampu
meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengembangkan serta
memanfaatkan agensi hayati secara mandiri. “Dengan kemampuan membuat
Trichoderma sendiri, petani tidak hanya menghemat biaya produksi, tapi juga
turut menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Para peserta menyambut baik
kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan
materi-materi lain seputar teknologi pertanian ramah lingkungan. Kegiatan
ditutup dengan diskusi dan pembagian starter kit Trichoderma sebagai bentuk
dukungan untuk praktik lapangan di lahan masing-masing. (Heriyanto, BPP Kecamatan
Ngombol ).






