- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Sekolah Lapang Agensi Hayati di Poktan Waluyo Desa Polomarto Kecamatan Butuh

Sekolah Lapang Agensi Hayati di Poktan Waluyo
Desa Polomarto Kecamatan Butuh
Sebagai upaya untuk meningkatkan
pengetahuan, ketrampilan dan kemandirian petani dalam mengendalikan hama dan
penyakit pada tanaman cabai serta mengenalkan Pestisida Hayati, Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengadakan kegiatan Sekolah Lapang
(SL) Agensia Hayati di Kelompok Tani Waluyo Desa Polomarto Kecamatan Butuh pada
tanggal 19-20 Mei 2025.
Jamur Trichoderma sp. telah lama dikenal
sebagai agen antagonis yang mampu mengendalikan penyakit layu fusarium pada
tanaman cabai. Penyakit layu fusarium merupakan salah satu penyakit penting
pada tanaman cabai. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium
oxysporum f.sp. capsici. Penyakit
ini dapat menginfeksi tanaman mulai dari pembibitan dan dapat menyebabkan gagal
panen.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari
dengan menghadirkan narasumber dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit
(LPHP) Wilayah Kedu, Bp. Miftahudin dan POPT Kecamatan Butuh, Dedi Wahyudi.
Pada hari pertama narasumber Miftahudin menyampaikan materi mengenai Organisme
Pengganggu Tumbuhan (OPT) Cabai dan pengendaliannya serta materi Perbanyakan
Agensia Hayati Jamur Trichoderma untuk pengendalian penyakit layu fusarium pada
tanaman cabai. Perbanyakan jamur Trichoderma sp yang dipraktekkan pada kegiatan
ini menggunakan media jagung giling. Praktek perbanyakan dilakukan dengan alat-alat yang tersedia di
kelompok yaitu kompor, panci pengukus, penyaring dan nampan. Bahan-bahan yang
diperlukan antara lain jagung giling, bibit jamur Trichoderma sp., lilin, alkohol, plastik tebal ukuran 0,3 dan air
bersih.
Jagung giling dicuci
bersih kemudian dikukus selama 15 menit kemudian didinginkan. Setelah dingin
dikemas dalam plastic sebanyak 4 sendok makan. Setelah itu dikukus kembali
selama 1 jam 15 menit untuk proses sterilisasi. Selesai sterilisasi, jagung
dalam kemasan ditunggu sampai dingin kemudian diinokulasi dengan bibit Jamur Trichoderma sp. Setelah diinokulasi,
proses perbanyakan Jamur Trichoderma sp ditunggu selama ± 10 hari sampai jamur
tumbuh pada media jagung. Setelah itu agens hayati Trichoderma sp dapat digunakan untuk pengendalian penyakit layu
Fusarium pada tanaman cabai. Aplikasi jamur Tricoderma hasil perbanyakan dapat
dilakukan dengan cara dikocorkan pada tanaman cabai atau dicampur dengan pupuk
organik pada saat olah tanah.
Wagiyanti_POPTKec. Loano






