- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Sekolah Lapang Agensi Hayati di Poktan Waluyo Desa Polomarto Kecamatan Butuh

Sekolah Lapang Agensi Hayati di Poktan Waluyo
Desa Polomarto Kecamatan Butuh
Sebagai upaya untuk meningkatkan
pengetahuan, ketrampilan dan kemandirian petani dalam mengendalikan hama dan
penyakit pada tanaman cabai serta mengenalkan Pestisida Hayati, Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengadakan kegiatan Sekolah Lapang
(SL) Agensia Hayati di Kelompok Tani Waluyo Desa Polomarto Kecamatan Butuh pada
tanggal 19-20 Mei 2025.
Jamur Trichoderma sp. telah lama dikenal
sebagai agen antagonis yang mampu mengendalikan penyakit layu fusarium pada
tanaman cabai. Penyakit layu fusarium merupakan salah satu penyakit penting
pada tanaman cabai. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium
oxysporum f.sp. capsici. Penyakit
ini dapat menginfeksi tanaman mulai dari pembibitan dan dapat menyebabkan gagal
panen.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari
dengan menghadirkan narasumber dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit
(LPHP) Wilayah Kedu, Bp. Miftahudin dan POPT Kecamatan Butuh, Dedi Wahyudi.
Pada hari pertama narasumber Miftahudin menyampaikan materi mengenai Organisme
Pengganggu Tumbuhan (OPT) Cabai dan pengendaliannya serta materi Perbanyakan
Agensia Hayati Jamur Trichoderma untuk pengendalian penyakit layu fusarium pada
tanaman cabai. Perbanyakan jamur Trichoderma sp yang dipraktekkan pada kegiatan
ini menggunakan media jagung giling. Praktek perbanyakan dilakukan dengan alat-alat yang tersedia di
kelompok yaitu kompor, panci pengukus, penyaring dan nampan. Bahan-bahan yang
diperlukan antara lain jagung giling, bibit jamur Trichoderma sp., lilin, alkohol, plastik tebal ukuran 0,3 dan air
bersih.
Jagung giling dicuci
bersih kemudian dikukus selama 15 menit kemudian didinginkan. Setelah dingin
dikemas dalam plastic sebanyak 4 sendok makan. Setelah itu dikukus kembali
selama 1 jam 15 menit untuk proses sterilisasi. Selesai sterilisasi, jagung
dalam kemasan ditunggu sampai dingin kemudian diinokulasi dengan bibit Jamur Trichoderma sp. Setelah diinokulasi,
proses perbanyakan Jamur Trichoderma sp ditunggu selama ± 10 hari sampai jamur
tumbuh pada media jagung. Setelah itu agens hayati Trichoderma sp dapat digunakan untuk pengendalian penyakit layu
Fusarium pada tanaman cabai. Aplikasi jamur Tricoderma hasil perbanyakan dapat
dilakukan dengan cara dikocorkan pada tanaman cabai atau dicampur dengan pupuk
organik pada saat olah tanah.
Wagiyanti_POPTKec. Loano






