Romansa dan Uji Nyali : Jejak Seorang Penyuluh

By DINPPKP 01 Mar 2025, 18:52:19 WIB Penyuluhan
Romansa dan Uji Nyali : Jejak Seorang Penyuluh

Romansa dan Uji Nyali : Jejak Seorang Penyuluh

_____________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani dan Budaya AgriCultural

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno semakin menyala

______________

Plipiran, 27 Februari 2025 – Dahulu, seorang penyuluh pertanian dianggap oleh masyarakat sebagai sosok yang  serba bisa, oleh karenanya profesi penyuluh pada waktu itu mendapat tempat yang cukup terhormat.  Sudah  menjadi kebiasaan masyarakat bahwa untuk orang yang dihormati mereka menyebutnya  dengan sebutan Pak Mantri.

 

Kehadirannya selalu ditunggu bukan hanya dipagi atau siang hari, tetapi juga dikala malam hari gelap gulita karena waktu itu belum ada jaringan listrik. Tentu saja keadaan seperti itu mengharuskan seorang penyuluh  memiliki nyali diatas rata-rata. Bagaimana tidak sebab setiap saat harus siap menembus gelapnya malam demi mencarikan  solusi semua persoalan  masyarakat.  Sehingga tidak heran  meniti pematang sawah, melintasi ladang, hingga  memasuki area pemakaman pun merupakan hal yang lumrah demi melayani  warga.

 

Tak hanya disegani karena keahlian dan dedikasinya, pesona Pak Mantri juga berhasil memikat hati para kembang desa. Kharisma dan keuletannya ditambah keberanian yang selalu ditunjukkan membuat banyak gadis desa terpikat. Tak jarang, hubungan dekat ini berlanjut ke jenjang rumah tangga, mengukir kisah romantis ditengah bayang-bayang malam yang mencekam.

 

Penyuluh pun tak hanya berkutat pada ladang atau sawah, mereka menyelami kehidupan masyarakat dengan sepenuh hati. Mereka bercengkerama di sawah,  ladang, menjejak pemukiman, bahkan  menemui warga yang tengah berziarah atau bersih-bersih makam dihari-hari  menjelang puasa seperti sekarang ini. Tradisi masyarakat desa masih tetap terjaga, kegiatan nyekar atau ziarah serta bersih-bersih makam orang tua atau leluhur menjadi bagian penting dari kehidupannya. Maka ketika PPL harus menemui petani yang sedang beraktivitas di area makam, mereka harus siap dengan nyali menjalankan tugas meski dalam situasi yang tidak biasa.

 

Meski zaman telah berubah dan teknologi semakin canggih, semangat serta dedikasi para penyuluh pertanian tetap membara. Mereka terus berkeliling, menjalin komunikasi dengan warga, dan menerapkan inovasi baru dalam dunia pertanian. Rasa hormat yang tumbuh dihati masyarakat seolah membuktikan bahwa nyali mereka tak pernah padam, sebaliknya keberadaan mereka terus dikenang sebagai pendamping setia petani.  Memang profesi penyuluh "ngeri-ngeri sedap" tapi kalau sudah dekat dengan masyarakat, semua jadi lebih mudah. Sehingga setiap pesan atau program pemerintah yang disampaikan akan sampai dihati untuk dipahami dan diimplementasikan.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung