- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
Romansa dan Uji Nyali : Jejak Seorang Penyuluh

Romansa dan Uji Nyali : Jejak
Seorang Penyuluh
_____________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian,
Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani dan Budaya AgriCultural
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno semakin menyala
______________
Plipiran, 27 Februari 2025 –
Dahulu, seorang penyuluh pertanian dianggap oleh masyarakat sebagai sosok
yang serba bisa, oleh karenanya profesi
penyuluh pada waktu itu mendapat tempat yang cukup terhormat. Sudah
menjadi kebiasaan masyarakat bahwa untuk orang yang dihormati mereka
menyebutnya dengan sebutan Pak Mantri.
Kehadirannya selalu ditunggu
bukan hanya dipagi atau siang hari, tetapi juga dikala malam hari gelap gulita
karena waktu itu belum ada jaringan listrik. Tentu saja keadaan seperti itu
mengharuskan seorang penyuluh memiliki
nyali diatas rata-rata. Bagaimana tidak sebab setiap saat harus siap menembus
gelapnya malam demi mencarikan solusi
semua persoalan masyarakat. Sehingga tidak heran meniti pematang sawah, melintasi ladang,
hingga memasuki area pemakaman pun
merupakan hal yang lumrah demi melayani
warga.
Tak hanya disegani karena
keahlian dan dedikasinya, pesona Pak Mantri juga berhasil memikat hati para
kembang desa. Kharisma dan keuletannya ditambah keberanian yang selalu
ditunjukkan membuat banyak gadis desa terpikat. Tak jarang, hubungan dekat ini
berlanjut ke jenjang rumah tangga, mengukir kisah romantis ditengah
bayang-bayang malam yang mencekam.
Penyuluh pun tak hanya berkutat
pada ladang atau sawah, mereka menyelami kehidupan masyarakat dengan sepenuh
hati. Mereka bercengkerama di sawah,
ladang, menjejak pemukiman, bahkan
menemui warga yang tengah berziarah atau bersih-bersih makam
dihari-hari menjelang puasa seperti
sekarang ini. Tradisi masyarakat desa masih tetap terjaga, kegiatan nyekar atau
ziarah serta bersih-bersih makam orang tua atau leluhur menjadi bagian penting
dari kehidupannya. Maka ketika PPL harus menemui petani yang sedang
beraktivitas di area makam, mereka harus siap dengan nyali menjalankan tugas
meski dalam situasi yang tidak biasa.
Meski zaman telah berubah dan
teknologi semakin canggih, semangat serta dedikasi para penyuluh pertanian
tetap membara. Mereka terus berkeliling, menjalin komunikasi dengan warga, dan
menerapkan inovasi baru dalam dunia pertanian. Rasa hormat yang tumbuh dihati
masyarakat seolah membuktikan bahwa nyali mereka tak pernah padam, sebaliknya
keberadaan mereka terus dikenang sebagai pendamping setia petani. Memang profesi penyuluh "ngeri-ngeri
sedap" tapi kalau sudah dekat dengan masyarakat, semua jadi lebih mudah.
Sehingga setiap pesan atau program pemerintah yang disampaikan akan sampai
dihati untuk dipahami dan diimplementasikan.






