Respon Cepat dinas dalam menindaklanjuti laporan kejadian kematian unggas entog di desa Purwosari kecamatan Purwodadi

By DINPPKP 27 Des 2024, 08:51:59 WIB Peternakan dan Keswan

Respon Cepat dinas dalam menindaklanjuti laporan kejadian kematian unggas entog di desa Purwosari kecamatan Purwodadi

 

Tim Kesehatan Hewan dan UPT Puskeswan Wilayah Kerja (wilker) Purwodadi melaksanakan respon cepat wabah Avian Influenza pada hari Senin (23/12/2024) menindaklanjuti laporan dari Kepala Desa Purwosari Kecamatan Purwodadi pada hari Sabtu, 21 Desember 2024 bahwa terdapat banyak ternak unggas enthog yang mati mendadak, milik warga Desa Purwosari. Tim terdiri dari drh. Fauziah, drh. Sefril dan pak Hasan. Bersama PPL kecamatan Purwodadi yang punya wibi desa Purwosari, Akhir Santosa, tim menuju balai desa Purwosari. Dari balai desa dengan didampingi bapak Mugiono kadus dusun Segeluh,

Dari kegiatan ini didapatkan data sebagai berikut, di Dusun Segeluh RW 1, terdapat 7 peternak unggas yang terdata, 2 peternak unggas diantaranya mengalami kerugian yang cukup besar dimana sekitar 160an ekor unggas miliknya mengalami mati mendadak dalam kurun waktu 1-3 hari. Total kematian unggas dengan didominasi enthog di dusun Segeluh mencapai hampir 400an ekor. Wabah kematian mendadak ini tidak hanya menyerang unggas di Dusun Segeluh tetapi huga menyerang dusun lainnya di Desa Purwosari diantaranya adalah Dusun Salam dan Dusun Purwogondo .

     Berdasar gejala klinis yang ditemukan yaitu mati mendadak dengan didahului nafsu makan turun drastis dan mata menjadi berwarna biru keruh, disimpulkan bahwa unggas entog dan ayam terpapar Flu Burung / Avian Influenza. Selain Kegiatan surveilans, Tim Keswan dan UPT Puskeswan juga melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) berupa pentingnya vaksinasi pada unggas khususnya vaksinasi AI, Higiene sanitasi kandang juga harus tertib dilakukan. Pemberian multivitamin di saat-saat wabah mulai merebak atau di kala musim pancaroba / perubahan musim, juga perlu dilakukan. Tim juga membagikan desinfektan dan multivitamin kepada para peternak unggas..

Flu burung, atau dikenal sebagai avian influenza, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Penyakit ini tidak hanya menyerang ayam dan unggas lainnya tetapi juga dapat mempengaruhi itik atau entok. Penyakit ini merupakan ancaman serius bagi peternakan unggas karena dapat menyebabkan kematian massal serta kerugian ekonomi yang signifikan. Wabah penyakit Flu Burung atau Avian Influenza (AI) ini dapat menimbulkan gejala klinis yang terlihat pada itik/entok, seperti adanya selaput keruh putih kebiruan pada mata, mati mendadak karena penyebaran penyakit yang cepat, leher terpuntir, feses putih kehijauan, keluarnya eksudat kental di hidung, penurunan produksi bertelur, nafsu makan menurun. Adapun penularan Virus Flu Burung ini masuk lewat hidung itik/entok, bisa lewat kontak sesama ternak, lewat kotoran ternak yang sakit, melalui kotoran atau tanah yang terbawa sandal atau baju peternak yang mondar mandir di kandang.

Untuk penanganan yang dapat dilakukan adalah memisahkan itik/entok yang sehat dengan yang sakit (isolasi), pemberian vitamin A, C dan E atau jamu ternak unggas untuk meningkatkan stamina serta melakukan penyemprotant ke alas kandang dan kotoran itik/entok menggunakan cairan pemutih dan air (1 liter cairan pemutih + 9 liter air). Campuran ini aman dosisnya jika disemprotkan ke kandang yang ada itik/entok karena mampu membunuh Virus Flu Burung yang berada di kotoran dan bulu itik/entok yang sakit dalam waktu 3 menit sehingga tidak menular ke itik/entok lainnya. Penyemprotan ini dilakukan sehari 1 kali selama 3 hari.

Virus flu burung terdiri dari berbagai subtipe, yang paling mematikan di antaranya adalah H5N1 dan H7N9. Virus ini mudah menyebar melalui kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi atau melalui lingkungan yang terkontaminasi, seperti air, pakan, dan peralatan peternakan.

Pada itik atau entok, gejala flu burung bisa bervariasi dari yang ringan hingga berat. Gejala umum meliputi :

·       Penurunan Nafsu Makan: Itik yang terinfeksi mungkin akan menunjukkan penurunan nafsu makan

·       Lesu dan Lemas: Unggas terlihat kurang aktif dan sering beristirahat.

·        Pembengkakan pada Kepala dan Leher: Pembengkakan bisa terlihat di sekitar mata, kepala, dan leher.

·       Penurunan Produksi Telur: Pada itik petelur, flu burung dapat menyebabkan penurunan produksi telur yang drastic

·       Perubahan Warna pada Kaki dan Paruh: Warna kaki dan paruh bisa berubah menjadi kebiruan atau hitam.

·       Kematian Mendadak: Pada kasus yang parah, kematian bisa terjadi secara mendadak tanpa menunjukkan gejala sebelumnya.

Pencegahan adalah langkah yang sangat penting dalam mengendalikan penyebaran flu burung. Sedangkan untuk pengobatan, tidak ada pengobatan spesifik untuk flu burung pada unggas. Penanganan terutama berfokus pada pencegahan dan pengendalian penyebaran. Unggas yang terinfeksi biasanya dimusnahkan untuk mencegah penularan lebih lanjut. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dan deteksi dini sangat penting. Flu burung adalah ancaman serius bagi itik atau entok serta industri peternakan unggas secara umum. Langkah-langkah pencegahan yang ketat, pengawasan yang baik, dan respons cepat terhadap wabah sangat penting untuk mengendalikan penyakit ini. Dengan meningkatkan kesadaran dan penerapan praktik biosekuriti yang baik, risiko penyebaran flu burung dapat diminimalkan.

(cr : drh Fauziyah)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung