RendangMu: Dakwah Ketahanan Pangan Muhammadiyah Lewat Kaleng

By DINPPKP 19 Mei 2025, 10:27:59 WIB Penyuluhan
RendangMu: Dakwah Ketahanan Pangan Muhammadiyah Lewat Kaleng

RendangMu: Dakwah Ketahanan Pangan Muhammadiyah Lewat Kaleng

______________

Purworejo,  Minggu 18 Mei 2025 – Muhammadiyah tak henti berinovasi dalam kiprah dakwah sosialnya. Melalui program RendangMu, LAZISMU Purworejo turut mendorong ketahanan pangan nasional, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana dan stunting dengan solusi yang praktis dan bergizi.


Dalam Tabligh Akbar RendangMu 1446 H yang digelar pada Sabtu (17/5), Ketua KL LAZISMU Purworejo, Sunardi, mengungkapkan bahwa program ini berhasil menempatkan Purworejo pada peringkat ke-12 dari 34 kabupaten/kota se-Jawa Tengah dalam perolehan dana kurban.


> “RendangMu adalah bentuk nyata dakwah Muhammadiyah yang langsung menyentuh masyarakat. Produk ini praktis, bergizi, dan sangat dibutuhkan, terutama di wilayah terdampak bencana dan daerah rawan stunting,” ujar Sunardi di hadapan ratusan peserta tabligh.


Dewan Pengawas Syariah LAZISMU PWA, Agus Miswanto, menegaskan bahwa seluruh proses dari pembelian hewan hingga pengolahan daging dilakukan dengan standar syariah yang ketat. Ia menjelaskan, ada empat aspek utama yang diawasi:


1. Akad qurban, menggunakan sistem wadiah (titip) dan wakalah (perwakilan).

2. Pemilihan hewan qurban yang memenuhi syarat umur, kesehatan, dan tanpa cacat.

3. Penyembelihan oleh juru sembelih bersertifikat (JULEHA), memastikan nama shohibul qurban disebut, dan tidak dikuliti sebelum 6 menit setelah penyembelihan.

4. Pengolahan dan pengemasan, dilakukan di pabrik bersertifikat halal, bekerja sama dengan pihak seperti Pronas, dengan resep bumbu khas nusantara.


RendangMu dikemas dalam kaleng steril dan tahan lama, memudahkan distribusi ke pelosok Indonesia, bahkan hingga ke wilayah bencana dan pengungsian.


Laporan keuangan LAZISMU mencatat peningkatan dana dari program qurban. Tahun 2024 berhasil menghimpun Rp 5,7 miliar, sementara tahun 2025 naik menjadi Rp 6 miliar. Semua dana dialokasikan untuk pelaksanaan qurban, pengolahan, dan distribusi RendangMu ke masyarakat yang membutuhkan.


Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pujiono, menyampaikan bahwa program seperti ini mencerminkan wajah Muhammadiyah masa kini yang hadir dan dirasakan manfaatnya oleh umat.


> “Wajah Muhammadiyah itu ada di tangan jamaah. Maka melalui program seperti RendangMu, jamaah bisa berkontribusi langsung. Inilah dakwah nyata. Tiga pilar utama Muhammadiyah – LAZISMU, MDMC, dan MPM – adalah jawaban atas kebutuhan umat hari ini,” ungkapnya.


Selain membahas ketahanan pangan, tabligh akbar ini juga mengulas fiqih qurban. Materi disampaikan secara lugas, mulai dari hukum qurban, ketentuan jumlah peserta per ekor sapi, larangan menyembelih di luar hari tasyrik, hingga tidak bolehnya menggunakan uang hutang untuk berqurban.


Dengan pendekatan kolaboratif, syar’i, dan profesional, RendangMu tak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, namun juga wujud dakwah Muhammadiyah dalam ranah ketahanan pangan. Dari masjid ke dapur, dari ladang ke meja makan, dakwah Muhammadiyah kini hadir dalam satu kaleng rendang.






Berita Purworejo

Counter Pengunjung