- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
- “PERKUAT KETAHANAN PANGAN LOKAL, DKPP SIAPKAN PELATIHAN DI DESA RENTAN RAWAN PANGAN”.
- VERIFIKASI DAN EVALUASI PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PRASARANA PERTANIAN TAHUN 2027
- PASTIKAN KETAHANAN PANGAN AMAN, DKPP PURWOREJO PANTAU STOK CPPD DI GUDANG PENYIMPANGAN
- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
REMBUG TANI DESA WONOENGGAL

REMBUG TANI DESA WONOENGGAL
Rembug Tani adalah forum musyawarah atau diskusi yang melibatkan petani, perangkat desa, dan pihak terkait untuk membahas isu-isu pertanian, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi petani. Tujuan rembug tani adalah meningkatkan kesejahteraan petani, mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan, dan menciptakan pertanian yang lebih maju. Rabu, 23 April 2025 Desa Wonoenggal telah melaksanakan kegiatan rembug tani desa untuk membahas terkait masalah pertanian di Desa Wonoenggal. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Desa, koordinator PPL, PPL wibi, ketua kelompok tani beserta perwakilan anggota kelompok tani yang ada di Desa Wonoenggal.
Nurman Saifudin, S.Pt selaku Koordinator BPP Grabag menyampaikan apresiasi terhadap pemerintahan desa yang telah melaksanakan kegiatan ini. "Rembug tani ini bukan sekadar pertemuan, tetapi juga wujud nyata kepedulian pemerintah desa terhadap kesejahteraan petani, harapannya permasalahan-permasalahan seputar Pertanian yang ada di Desa Wonoenggal dapat teratasi dan dapat memajukan pertanian di Desa Wonoenggal ” Ucapnya.
Diskusi yang berlangsung hangat dan penuh semangat menyoroti berbagai permasalahan yang dihadapi petani, mulai dari ketersediaan air irigasi, serangan hama penyakit, rencana pelaksanakan padi di MT III hingga pemasaran hasil pertanian. Para petani dengan terbuka menyampaikan kendala yang mereka hadapi.
Eko Sutresno selaku PPL wibi menanggapi kendala-kendala yang disampaikan oleh petani. Beberapa tanggapan diantara nya yaitu kesiapan pendampingan dan pengawalan untuk mengsukseskan MT III mulai dadi dukungan saprodi dan pendampingan jika terjadi serangan OPT.
Dari rembug tani ini, tercetus beberapa kesepakatan penting yang akan menjadi landasan dalam menyusun program kerja di sektor pertanian antara lain Peningkatan kualitas saluran irigasi, pendataan Kembali bagi petani yang belum terdaftar di ERDKK,






