- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
REMBUG TANI DESA KALIREJO KECAMATAN GRABAG (Langkah awal menuju swasembada pangan)

REMBUG TANI DESA KALIREJO KECAMATAN GRABAG
(Langkah awal menuju swasembada pangan)
Rabu (11/6/2025)
bertempat di Balai pemasyarakatan desa Kalirejo Kecamatan Grabag, dilakukan
pertemuan musyawarah “Rembug Tani” tingkat desa. Pertemuan ini merupakan untuk
yang pertama kalinya menurut keterangan dari sekdes Kalirejo Ibu Lendra Pramada
Rani. Pada kesempatan ini dibahas berbagai isu menyangkut kegiatan pertanian
yang ada didesa ini, Fuad Nur Hasim
selaku Pj Kades desa Kalirejo menuturkan bahwa untuk pertama kalinya wilayah
blok kidul desa akan diujicobakan untuk tanam padi MT III, yang rencananya akan
dilaksanakan pada bulan Agustus akhir tahun ini, dengan luasan sekitar 18
hektar. Pj kades juga menyampaikan akan menyerahkan pengelolaan hak bengkok
pribadinya kepada BUMdes untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber permodalan
bagi BUMdes.
Menurut Eko
Sutresno, AMd selaku PPL Wibi menyampaikan bahwa keputusan yang diambil untuk
melakukan tanam padi di MT III ini sudah direncanakan jauh jauh hari, dukungan
terkait dengan kebutuhan saprodi seperti pupuk bersubsidi juga sudah diusulkan
dalam penyusunan RDKK tahun ini. Hal lain yang juga perlu diperhatikan terkait
dengan pelaksanaan MT III ini adalah koordinasi terkait dengan kebutuhan air
dengan tetangga desa sebelah, mengingat pentingnya kebutuhan akan air ini. Hama
dan penyakit juga menjadi pembahasan yang serius untuk kesuksesan program ini,
menurut Wakhidatun Jamaliyah, SP selaku petugas POPT wilayah Grabag
menyampaikan pentingnya kewaspadaan mengingat potensi tingginya serangan hama
penyakit yang akan muncul, karena secara umum wilayah lainnya tidak melakukan
penanaman padi pada musim ketiga ini.
Sementara itu
Nurman Saifudin, S. Pt selaku koordinator PPL menyampaikan berbagai informasi
terkini terkait dengan kebijakan pertanian yang diambil oleh pemerintah pusat,
seperti kebijakan yang menyangkut dengan Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah
kering panen (GKP) yang tertuang dalam keputusan Kepala Badan Pangan Nasional
no. 2 / 2025 dengan harga Rp. 6.500, penyerapan gabah / beras oleh bulog
mencapai 4 juta ton, pemangkasan rantai distribusi pupuk bersubsidi terutama
terkait regulasi persetujuan dari pemerintah daerah yang selama ini dianggap
menghambat distribusi pupuk subsidi, juga terkait dengan rekomendasi distribusi
dan penyaluran BBM bersubsidi yang saat ini melalui dinas/ instansi terkait.
Pada akhir sesi
penutupan rembug tani ini dibacakan kesepakatan – kesepakatan terkait hasil
yang dicapai antara lain : Tanam padi musim tanam III diwilayah blok kidul
desa, pihak desa memfasilitasi pengadaan racun/ pestisida untuk pengendalian
OPT sebanyak 2 x beserta OH nya, penentuan ongkos / biaya traktor Rp.180.000 /
iring, biaya tanam Rp. 160.000 / iring, Ongkos harian Rp. 60.000 / hari.
Demikian keputusan keputusan yang sudah diambil pada rembug tani untuk yang
pertama kalinya dilaksanakan didesa Kalirejo ini, berharap kesepakatan yang
sudah diambil sebagai pijakan bersama dalam menentukan langkah kerja dimasa
yang akan datang.






