- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PPL KECAMATAN BENER GELAR DESK ANALISA USAHA TANI DANA DESA 20% UNTUK KETAHANAN PANGAN

PPL KECAMATAN BENER GELAR DESK ANALISA USAHA TANI DANA DESA 20% UNTUK KETAHANAN PANGAN
Bener, 25 Juli 2025
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bener menggelar kegiatan Desk Analisa Usaha Tani Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan sebesar 20%, bertempat di aula Kecamatan Bener. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari 28 desa di wilayah kecamatan Bener dan dilaksanakan selama 2 ( Dua ) Hari pada tanggal 24 dan 25 Juli 2025.
Desk ini bertujuan mendampingi desa menyusun perencanaan kegiatan usaha tani secara komprehensif yang berbasis potensi lokal dan berdampak langsung pada penguatan ketahanan pangan masyarakat desa. Beragam bentuk usaha dibahas secara teknis, mulai dari budidaya bebek petelur, ayam joper, kambing, hingga pengembangan talas dan pepaya.
Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah penerapan analisa kelayakan usaha menggunakan pendekatan RC Ratio (Revenue-Cost Ratio) dan BC Ratio (Benefit-Cost Ratio). Perhitungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang direncanakan memiliki potensi keuntungan yang nyata, berkelanjutan, dan efisien dalam penggunaan dana. PPL memandu peserta dalam menghitung seluruh komponen biaya dan pendapatan untuk mengetahui rasio kelayakan usaha secara obyektif.
“Kita dorong agar desa tidak hanya fokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mampu menganalisis kelayakan ekonominya. RC dan BC ratio menjadi alat penting dalam menilai apakah kegiatan tersebut layak dijalankan dan menguntungkan dalam jangka panjang,” terang Annisa Nurlitasari, SP ,salah satu PPL yang bertugas sebagai fasilitator.
Camat Bener, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan desk ini yang dinilai sangat strategis dalam mewujudkan desa yang kuat secara ekonomi dan pangan.
“Program ketahanan pangan ini bukan hanya soal serapan anggaran, tapi bagaimana desa mampu menghasilkan nilai ekonomi dari potensi yang dimiliki. Pendampingan dari penyuluh sangat penting agar program ini betul-betul berjalan efektif dan produktif,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh desa dapat segera menindaklanjuti dengan menyusun kegiatan usaha tani yang layak, terukur, dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.






