- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
PPL BPP Bruno Tunjukkan Kepedulian terhadap Korban Longsor di Pakis Arum

PPL BPP Bruno Tunjukkan Kepedulian terhadap Korban Longsor di Pakis Arum
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Come Back on Fire
_____________
Bruno, 19 Mei 2025 – Musibah tanah longsor yang terjadi di Dusun Panceng, Desa Pakis Arum, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo pada Kamis (15/5) sekitar pukul 17.30 WIB menyisakan duka mendalam. Tiga rumah warga milik Bapak Warso (55), Bapak Budiman (50), dan Bapak Wagino (45) rusak berat akibat material longsor yang terbawa dari tebing pasca hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi. Dalam suasana duka dan keprihatinan tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bruno menunjukkan kepedulian dan empatinya.
Martina Dewi Kusumawati, S.P., perwakilan dari BPP Bruno menyambangi langsung para korban tanah longsor di lokasi pengungsian sementara, Senin (19/5). Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan dukungan moral dan bantuan logistik ringan, serta mendengarkan aspirasi masyarakat terdampak.
> “Kami hadir di sini sebagai bentuk empati dan solidaritas. Sebagai penyuluh, kami tak hanya bertugas soal pertanian, tapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang harus tanggap terhadap situasi sosial dan kemanusiaan,” ujar Martina Dewi di sela kunjungan.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Martina Dewi bersama rombongan duduk bersama masyarakat setempat, berbincang santai, serta menyampaikan semangat untuk bangkit. Dokumentasi kegiatan ini memperlihatkan suasana gotong royong dan solidaritas, nilai luhur yang masih kuat tertanam di tengah masyarakat pedesaan.
Bencana memang tak bisa dihindari, namun kehadiran PPL dalam situasi seperti ini menjadi pengingat bahwa tugas penyuluh bukan hanya menyuluh, tapi juga menyulam harapan di tengah masyarakat, khususnya ketika mereka sedang berada dalam situasi sulit.
PPL bukan hanya penggerak pertanian, tetapi juga bagian dari tulang punggung sosial desa. Dengan kepedulian seperti ini, semangat untuk bangkit pasca bencana akan lebih mudah menyala.






