- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Poktan Rukun Tani Lestarikan Tradisi Selamatan Awal Musim Tanam dan Sosialisasi _GAP_ Tembakau di Tengah Hamparan Alam yang Asri

*Poktan Rukun Tani Lestarikan Tradisi Selamatan Awal Musim Tanam dan Sosialisasi _GAP_ Tembakau di Tengah Hamparan Alam yang Asri*
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Budaya _Agricultural_
# _CyberaquadX_ BPP Bruno
# Bruno Gasspoolll _on Fire_
______________
*Gowong, Bruno – 20 April 2025*__
Mengawali musim tanam ke 2 (MT 2) tahun ini, Kelompok Tani (Poktan) *Rukun Tani* dari Dukuh Kajoran, Desa Gowong, Kecamatan Bruno, kembali menghidupkan tradisi leluhur berupa *selamatan awal musim tanam*. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi momen kebersamaan dalam rangka penerapan *_Good Agricultural Practices_* _(GAP)_ pada budidaya tembakau.
Bertempat ditengah hamparan sawah yang baru saja selesai panen padi, dengan latar belakang pegunungan nan hijau yang asri, seluruh petani anggota Poktan dan Pengurusnya berkumpul dalam suasana khidmat dan sederhana. Daun pisang dibentangkan sebagai alas, di atasnya tersaji beragam hidangan tradisional salah satunya adalah *ingkung ayam*, sebagai simbol permohonan keselamatan, kelimpahan, dan berkah hasil tani.
Ingkung ayam—yang dimasak secara utuh dan dibumbui khas Jawa—diletakkan di tengah-tengah sebagai sajian ikonik. Hidangan ini diyakini sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada Sang Pencipta dan ucapan terima kasih kepada alam seta para leluhur, sekaligus harapan agar proses tanam hingga panen berjalan lancar.
> “Ingkung itu simbol utuhnya doa dan niat kami dalam bertani. Semoga tanaman tembakau kami tumbuh subur, hasil panen melimpah, dan rejeki barokah,” ujar Muh Patah selaku ketua Poktan.
Acara ini juga menjadi ajang berbagi pengetahuan antar anggota Poktan mengenai teknis pertanian tembakau berbasis _GAP_ —seperti pemilihan bibit unggul, cara tanam yang benar, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama yang ramah lingkungan.
Dengan suasana yang hangat dan penuh rasa kekeluargaan, para petani tidak hanya mengawali musim tanam dengan ritual adat, tetapi juga meneguhkan komitmen mereka terhadap pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.
*Tradisi, teknologi, dan kebersamaan. Tiga kekuatan utama Poktan Rukun Tani dalam menjemput panen yang penuh berkah.*
_____________






