- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Poktan Gotong Royong Gelar Praktik Perbanyakan Jamur Beauveria bassiana di Sekolah Lapang Agensi Hayati

Poktan Gotong Royong Gelar Praktik Perbanyakan Jamur Beauveria bassiana di Sekolah Lapang Agensi Hayati
Banyuurip, 28 April 2025 – Kelompok Tani (Poktan) Gotong Royong, Desa Malangrejo, Kecamatan Banyuurip, mengadakan kegiatan praktik perbanyakan jamur Beauveria bassiana (BB) dalam rangkaian Sekolah Lapang Agensi Hayati. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Banyuurip. Turut hadir pula Bapak Muslih S.P, MM dan Ibu Ruth N.L.S, S.P, M.Sc Penyelenggara Kegiaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo serta Koordinator dan PPL se Kecamatan Banyuurip.
Sekolah lapang ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan agensi hayati sebagai solusi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Dalam praktik ini, peserta dilatih mengenai teknik perbanyakan jamur BB, mulai dari persiapan media, inokulasi, inkubasi, hingga proses panen dan aplikasi di lapangan.
"Perbanyakan jamur Beauveria bassiana ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong penggunaan pestisida hayati, sehingga petani bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis," ujar POPT Banyuurip saat memberikan pengarahan. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan agensi hayati tidak hanya efektif menekan populasi hama, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Peserta yang terdiri dari anggota Poktan Gotong Royong tampak antusias mengikuti setiap sesi praktik. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik perbanyakan yang diajarkan, sehingga diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri di lahan masing-masing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Poktan Gotong Royong berkomitmen untuk terus mengembangkan pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan agensi hayati. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya di wilayah Banyuurip untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan dalam budidaya pertanian.






