Poktan Gotong Royong Gelar Praktik Perbanyakan Jamur Beauveria bassiana di Sekolah Lapang Agensi Hayati

By DINPPKP 28 Apr 2025, 14:18:14 WIB Penyuluhan
Poktan Gotong Royong Gelar Praktik Perbanyakan Jamur Beauveria bassiana di Sekolah Lapang Agensi Hayati

Poktan Gotong Royong Gelar Praktik Perbanyakan Jamur Beauveria bassiana di Sekolah Lapang Agensi Hayati


Banyuurip, 28 April 2025 – Kelompok Tani (Poktan) Gotong Royong, Desa Malangrejo, Kecamatan Banyuurip, mengadakan kegiatan praktik perbanyakan jamur Beauveria bassiana (BB) dalam rangkaian Sekolah Lapang Agensi Hayati. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Banyuurip. Turut hadir pula Bapak Muslih S.P, MM dan Ibu Ruth N.L.S, S.P, M.Sc Penyelenggara Kegiaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo serta Koordinator dan PPL se Kecamatan Banyuurip.


Sekolah lapang ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan agensi hayati sebagai solusi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Dalam praktik ini, peserta dilatih mengenai teknik perbanyakan jamur BB, mulai dari persiapan media, inokulasi, inkubasi, hingga proses panen dan aplikasi di lapangan.


"Perbanyakan jamur Beauveria bassiana ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong penggunaan pestisida hayati, sehingga petani bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis," ujar POPT Banyuurip saat memberikan pengarahan. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan agensi hayati tidak hanya efektif menekan populasi hama, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.


Peserta yang terdiri dari anggota Poktan Gotong Royong tampak antusias mengikuti setiap sesi praktik. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik perbanyakan yang diajarkan, sehingga diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri di lahan masing-masing.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Poktan Gotong Royong berkomitmen untuk terus mengembangkan pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan agensi hayati. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya di wilayah Banyuurip untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan dalam budidaya pertanian.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung