- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Peternak Purworejo Kumpul Bareng, Evaluasi Hibah Domba 2025 Jadi Ajang Perkuat Komitmen Kelompok

Peternak Purworejo Kumpul Bareng, Evaluasi Hibah Domba 2025 Jadi Ajang Perkuat Komitmen Kelompok
Purworejo 12 Desember 2025 — Suasana hangat langsung terasa ketika para ketua dan perwakilan kelompok tani memasuki aula A Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo. Mereka datang dari berbagai kecamatan, bergabung bersama Koordinator Penyuluh Pertanian untuk mengikuti Evaluasi Hibah Domba Tahun 2025. Sebanyak 20 kelompok penerima hibah hadir, siap menelaah kembali perjalanan program yang mereka jalankan sepanjang tahun.
Acara dibuka dengan pemaparan Fitria Kurniawati, STP, MM, Kepala Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian. Dalam laporannya, ia menggambarkan perkembangan penyaluran hibah serta kesiapan kelompok dalam mengelola ternak domba. “Domba memiliki prospek yang baik karena adaptif, cepat berkembang, dan tidak memerlukan perawatan rumit. Namun, tetap diperlukan kedisiplinan kelompok agar manfaat hibah benar-benar optimal,” jelasnya.
Memperkuat paparan tersebut, Wiyoto Harjono, ST, selaku Plt Kepala DKPP Kabupaten Purworejo, menyampaikan hasil evaluasi menyeluruh mengenai pelaksanaan hibah di lapangan. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan aktif penyuluh dalam memantau kesehatan ternak, peningkatan populasi, dan pembinaan manajemen kelompok. “Hibah ini adalah kesempatan. Tapi bagaimana kelompok memanfaatkannya, itu yang menjadi penentu keberhasilan program,” tegasnya.
Dinamika peternakan dalam konteks kesejahteraan masyarakat kemudian disampaikan oleh H. Alipman Syafi’i, SE, dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo. Ia mengajak kelompok tani untuk melihat beternak domba sebagai peluang usaha yang menjanjikan. “Domba itu punya ceruk pasar yang terus berkembang. Ketika dikelola serius dan terarah, hasilnya bisa menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi keluarga petani,” tuturnya.
Sebagai penutup rangkaian acara, Hanjar Prihatno, S.Pt memberikan materi mengenai pelaporan evaluasi hibah. Ia menekankan bahwa laporan yang tertib menjadi dasar penguatan program di masa mendatang. “Setiap catatan sangat berarti. Dari laporan itulah kami menilai progres, tantangan, dan arah pengembangan hibah berikutnya,” katanya.
Melalui evaluasi ini, kelompok tani tidak hanya mendapatkan informasi teknis, tetapi juga kesempatan untuk bertukar pengalaman, tantangan, dan strategi di lapangan. Harapannya, hibah domba Th 2025 dapat menjadi pijakan kuat bagi peningkatan pendapatan dan kemandirian peternakan rakyat di Kabupaten Purworejo.






