Petani Wonoroto Bergerak Cepat Kendalikan Wereng Demi Amankan Panen Padi

By DINPPKP 10 Jul 2025, 13:12:51 WIB Penyuluhan
Petani Wonoroto Bergerak Cepat Kendalikan Wereng Demi Amankan Panen Padi

Petani Wonoroto Bergerak Cepat Kendalikan Wereng Demi Amankan Panen Padi



Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama paling merugikan dan sulit dikendalikan pada tanaman padi. Hama kecil ini memiliki tubuh coklat dengan bintik di pertemuan sayapnya dan hidup di pangkal batang padi. Siklus hidupnya berlangsung antara 3 hingga 4 minggu. Pada tahap nimfa dan imago, wereng batang coklat mengisap cairan dari batang padi, mengganggu perkembangan tanaman dan bahkan bisa menyebabkan kerusakan seluruh tanaman. Tantangan dalam memberantas wereng coklat ini terletak pada kemampuannya untuk berkembang biak dengan cepat dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. 

Kelompok Tani Sumber Rejeki di Desa Wonoroto, Kecamatan Purworejo, menunjukkan respons cepat dalam upaya pengendalian hama wereng yang menyerang lahan padi mereka. Gerakan pengendalian hama ini digelar hari ini, dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo, Pemerintah Desa Wonoroto, dan para petani anggota kelompok tani sejumlah 25 orang.

Upaya ini menjadi krusial mengingat luas hamparan sawah di Desa Wonoroto mencapai 41 hektar, dengan 0,3 hektar di antaranya telah menunjukkan serangan wereng dengan intensitas sedang. Sekitar 5 hektar sawah bahkan dinyatakan dalam status waspada, menuntut tindakan antisipatif yang sigap. Varietas padi yang menjadi sasaran serangan wereng adalah Ciherang, dengan umur tanaman mencapai 70 Hari Setelah Tanam (HST). Dalam kegiatan ini, petani secara serentak melakukan penyemprotan insektisida Apploud yang disuplai oleh Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Wilayah Kedu. Pemilihan insektisida ini didasarkan pada rekomendasi POPT Kecamatan Purworejo untuk efektivitasnya dalam mengendalikan hama wereng, sekaligus memastikan keamanan produksi padi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, yang diwakili Sri Suharweni dalam sambutannya, mengapresiasi gerak cepat Kelompok Tani Sumber Rejeki. "Langkah proaktif ini sangat penting untuk melindungi potensi panen padi kita. Kerjasama antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, BPP, pemerintah desa, dan petani adalah kunci keberhasilan dalam menjaga ketahanan pangan di Purworejo," ujarnya.

Penyuluh dari BPP Kecamatan Purworejo Bakti Woro Haryanti juga turut memberikan bimbingan teknis langsung di lapangan, memastikan aplikasi insektisida dilakukan secara tepat dan efektif. Para petani terlihat antusias dan bergotong royong dalam upaya pengendalian hama ini, menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga produktivitas lahan mereka. “Perlunya pergiliran varietas, pemupukan berimbang, pemantauan rutin, pengendalian dengan mematuhi 6 tepat (sasaran, waktu, jenis, dosis, cara dan mutu), dan pengaturan jarak tanam menjadi kunci kegiatan budidaya tanamn padi musim berikutnya”tandasnya. ”Diharapkan dengan gerakan pengendalian hama ini, serangan wereng dapat segera teratasi, sehingga potensi kehilangan hasil panen dapat diminimalisir dan produksi padi di Desa Wonoroto tetap aman”, tambahnya. 

Ngadiyanto selaku POPT Kecamatan Purworejo menegaskan terjadinya serangan Wereng yang tinggi salah satunya diakibatkan oleh cuaca hangat dan lembab, ini dipicu oleh hujan yang disertai panas, lingkungan seperti ini sangat ideal dalam mendukung perkembangan wereng. “Wereng coklat menyukai lingkungan dengan tanaman padi yang dipupuk nitrogen tinggi dan ditanam rapat, serta kondisi lembab dan terlindung. Mereka juga senang pada tunggul-tunggul jerami yang tidak dibersihkan setelah panen, karena bisa menjadi tempat tunas baru yang mereka huni”, tegasnya.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman berkomitmen bahwa pemerintah akan terus mendukung petani dalam menghadapi tantangan ini. Sinergi antara pemerintah dan petani harus selalu terjaga dan mutlak diperlukan, hal tersebut adalah kunci dalam mengatasi masalah serangan hama wereng. Menteri Pertanian Amran Sulaiman, telah memberikan arahan agar seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk sigap dan bergerak di lapangan, semua petugas harus aktif melakukan pendampingan kepada para petani dan memberikan solusi cepat serta tepat terhadap setiap permasalahan petani. “Kita sedang menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu, akan banyak virus dan hama penyakit yang menyerang, belum lagi kekeringan. Jadi kita harus sigap untuk memberikan respon cepat pada apapun keluhan petani,” tegas Amran.

Disusun Oleh : Bakti Woro Haryanti, SP

BPP Kecamatan Purworejo

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung