PETANI REJOSARI KEMIRI KEMBANGKAN JADAM SULFUR, HAMA BERKURANG, TANAMAN SEHAT

By DINPPKP 18 Feb 2025, 14:08:45 WIB Penyuluhan
PETANI REJOSARI KEMIRI KEMBANGKAN JADAM SULFUR,  HAMA BERKURANG, TANAMAN SEHAT

PETANI DESA REJOSARI KEMIRI KEMBANGKAN JADAM SULFUR,

HAMA BERKURANG, TANAMAN SEHAT

 

KEMIRI KEREN NEWS –– Petani di Desa Rejosari mulai menerapkan inovasi pertanian organik dengan memproduksi Jadam Sulfur (JS) secara mandiri. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang harganya semakin mahal.

Berlokasi di Sekretariat Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sido Rejo Desa Rejosari yang digawangi oleh Bapak Waluyo Sutopo pada Senin, 17 Februari 2025 (17/02/2025) telah memberikan pelatihan kepada petani agar bisa memproduksi Jadam Sulfur sendiri.

Menurut Waluyo, Jadam adalah singkatan dari Jayoen-eul Dalm-eun Saram-dul yang berasal dari bahasa Korea. Maknanya kurang lebih yakni orang-orang yang menyerupai alam atau kembali ke alam.

"Jadam Sulfur adalah solusi yang murah, mudah dibuat, dan sangat efektif dalam mengendalikan penyakit tanaman, terutama yang disebabkan oleh jamur seperti embun tepung dan busuk daun," ujar Waluyo.

Menurutnya, banyak petani masih bergantung pada pestisida kimia yang harganya mahal dan berisiko bagi lingkungan. Dengan adanya Jadam Sulfur ini, petani bisa mengurangi biaya produksi hingga 70% serta menghindari dampak negatif bahan kimia sintetis.

"Kami di P4S terus mendorong pelatihan bagi petani agar mereka bisa membuat JADAM Sulfur sendiri. Dengan begitu, mereka lebih mandiri dalam mengelola pertanian tanpa harus bergantung pada produk komersial yang mahal," tambahnya.

Waluyo juga menekankan bahwa Jadam Sulfur aman digunakan, tidak merusak tanah, serta tidak menyebabkan korosi pada peralatan pertanian. Jadam Sulfur sangat bermanfaat untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman, meggantikan fungsi dari insektisida, fungisida, dan herbisida sehingga menjadi pilihan yang ideal bagi petani yang ingin beralih ke metode pertanian ramah lingkungan.

Dalam paparanya, beliau menyampaikan bahwa Jadam Sulfur dapat dibuat sendiri di rumah dan caranya sangat mudah sekali dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di toko online/ marketplace. Untuk membuat 5 liter Jadam Sulfur bahan yang perlu disiapkan diantaranya bubuk belerang 99 % sebanyak 1,25 kg, soda api 1 kg, 125 gram garam krosok/ kasar, air hujan/ air AC 4,1 liter. Dalam membuat Jadam Sulfur ini sebaiknya dlakukan diluar rumah dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan karet, kacamata, dan masker.

Cara membuat jadam sulfur

1.     Siapkan ember/ wadah berukuran lebih dari 5 liter dan alat pengaduk bisa menggurakan kayu atau ranting.

2.     Masukkan bubuk belerang yang sudah disiapkan sebanyak 1,25 kg kedalam wadah.

3.     Tuang soda api sebanyak 1 kg kedalam wadah dengan hati-hati, jangan sampai terkena kulit dan terhirup debunya

4.     Tambahkan 125 gr garam krosok kedalam wadah

5.     Tuang 2,5 liter air hujan dengan hati-hati

6.     Aduk semua bahan hingga larut selama 15 menit sampai suhunya mulai turun

7.     Setelah suhunya mulai turun tambahkan air hujan sebanyak 1,5 liter kemudian aduk hingga merata

8.     Setelah semua merata tutup wadah dan diamkan selama kurang lebih 1 jam atau sampai larutannya dingin

9.     Jadam sulfur sudah bisa digunakan

“Dosis yang digunakan pada jadam sulfur yaitu 2 ml untuk 1 liter air, pengaplikasikan dilakukan dengan cara di spray/ disemprot. Aplikasikan pada bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit saat pagi atau sore hari,” pungkasnya.

Kepala Desa Rejosari, Bapak Tukiran yang hadir secara langsung, menegaskan bahwa P4S Sido Rejo Desa Rejosari sudah mengimplementasikan teknologi pembutana Jadam Sulfur ini guna membantu petani lokal memproduksi pestisida alami dengan biaya rendah dan bahan yang mudah didapatkan. Langkah ini sejalan dengan upaya meningkatkan kemandirian petani dan keberlanjutan pertanian organik di Desa Rejosari.

"Kami terus melakukan pendampingan agar petani bisa membuat dan menggunakan Jadam Sulfur dengan benar. Dengan cara ini, kami bisa mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian," jelasnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP, Penyuluh Pendamping Sasmitha Wening, Babinsa, Babinkamtibmas Desa Rejosari dan segenap anggota P4S.

"Dengan Jadam Sulfur, kami bisa mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang mahal. Biayanya jauh lebih murah dan efeknya sangat baik bagi tanaman," ujar Sofyan, salah satu petani yang telah mencoba metode ini.

Menurut Supriyadi, seorang petani setempat, penggunaan Jadam Sulfur telah membantu meningkatkan produktivitas tanaman tanpa perlu menggunakan pestisida kimia. "Setelah menggunakan Jadam Sulfur, saya melihat tanaman lebih sehat dan serangan hama berkurang. Selain itu, biaya produksi juga lebih hemat karena bahan-bahannya mudah didapat," ujarnya.

Meski memiliki banyak manfaat, pembuatan Jadam Sulfur memerlukan kehati-hatian karena melibatkan bahan kimia yang bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, petani juga diberikan edukasi tentang cara pembuatan yang aman serta dosis yang tepat dalam penggunaannya. Dengan semakin banyaknya petani yang tertarik menggunakan Jadam Sulfur, diharapkan praktik ini bisa menjadi langkah maju dalam mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Rejosari. ––





Berita Purworejo

Counter Pengunjung