PETANI KEMIRIKIDUL MELEK AGENSIA HAYATI LEWAT SEKOLAH LAPANG

By DINPPKP 24 Apr 2025, 09:34:00 WIB Penyuluhan
PETANI KEMIRIKIDUL MELEK AGENSIA HAYATI LEWAT SEKOLAH LAPANG

PETANI KEMIRIKIDUL MELEK AGENSIA HAYATI LEWAT SEKOLAH LAPANG

 

KEMIRI KEREN NEWS –– Kesadaran petani terhadap pentingnya pertanian ramah lingkungan semakin meningkat, terbukti dari antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Agensia Hayati Tahun 2025 yang digelar di Desa Kemirikidul. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Laboratorium PHP Wilayah Kedu, dengan tujuan memberikan edukasi praktis kepada petani terkait penggunaan agensia hayati dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Sekolah lapang ini diikuti oleh puluhan petani dari berbagai kelompok tani di Kemirikidul. Materi yang diberikan mencakup pengenalan jenis-jenis agensia hayati seperti Trichoderma, Beauveria bassiana, dan PGPR, serta teknik pembuatan dan aplikasinya secara langsung di lahan.

“Sebelumnya kami hanya mengandalkan pestisida kimia. Tapi melalui SL ini, kami jadi tahu cara membuat dan menggunakan agensia hayati yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya,” ujar Bapak Paryanto, salah satu petani peserta dalam keterangannya, Rabu (23/04/2025).

Dalam sesi praktek, peserta diajak melihat langsung proses fermentasi agensia hayati, sekaligus mencoba pengaplikasiannya di lahan demonstrasi. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberi kepercayaan diri bagi petani untuk mulai menerapkannya secara mandiri di lahan masing-masing.

Menurut Hadi Sadsila, SP.MM., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang turut hadir, menyampaikan bahwa kegiatan sekolah lapang ini merupakan langkah strategis dalam mendorong petani memahami pentingnya pengendalian hayati.

“Banyak petani yang sebelumnya belum tahu apa itu agensia hayati. Setelah mengikuti sekolah lapang, diharapkan mereka tidak hanya tahu tapi juga bisa membuat dan mengaplikasikannya sendiri. Ini kemajuan yang luar biasa,” ungkapnya.

Beliau juga berharap, peserta bisa menjadi pelopor di masing-masing kelompok tani. Transfer ilmu itu penting, karena pertanian masa kini perlu pendekatan yang lebih bijak terhadap lingkungan.

Sementara itu, Taufik Saleh, narasumber dari Laboratorium PHP Wilayah Kedu, menambahkan bahwa penggunaan agensia hayati tidak hanya menjaga tanaman dari serangan hama, tapi juga meningkatkan kualitas tanah dalam jangka panjang.

“Agensia hayati itu seperti ‘teman baik’ bagi tanaman. Ia membantu menjaga tanaman tetap sehat tanpa merusak lingkungan. Petani di Kemirikidul sangat responsif dan cepat belajar,” jelasnya.

Selain cara pengendalian hayati, peserta juga diajak untuk mengenal hama dan penyakit sekaligus musuh alami yang ada di lingkungan sawah.

“Kalau petani paham dan rutin memakai agensia hayati, mereka tak hanya menghemat biaya produksi, tapi juga ikut menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian. Ini investasi jangka panjang yang hasilnya bisa dirasakan sampai generasi berikutnya,” tambahnya.

Kepala Desa Kemirikidul, yang diwakili oleh Bapak Heri Purnomo, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mendukung kegiatan sekolah lapang seperti ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, ke depan petani bisa lebih mandiri dan tidak tergantung pada bahan kimia,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara.

Dengan adanya Sekolah Lapang Agensia Hayati ini, diharapkan terjadi perubahan pola pikir petani ke arah pertanian berkelanjutan yang sehat, produktif, dan peduli lingkungan. Peserta juga berharap kegiatan semacam ini terus dilanjutkan secara rutin sebagai wadah belajar bersama. Semoga.––





Berita Purworejo

Counter Pengunjung