- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Pertemuan Pelaporan Pengembangan Varietas Tembakau DBHCHT 2025: 18 Ha Demplot Tunjukkan Hasil Lebih Baik

Pertemuan Pelaporan Pengembangan Varietas Tembakau DBHCHT 2025: 18 Ha Demplot Tunjukkan Hasil Lebih Baik
Purworejo — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo menggelar Pertemuan Pelaporan Pelaksanaan Pengembangan Varietas Tembakau dalam rangka kegiatan Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Purworejo selaku Sekretariat DBHCHT, serta diikuti oleh Koordinator Penyuluh, para PPL wilayah binaan, dan 16 kelompok tani pelaksana kegiatan. Pada tahun 2025, program ini melaksanakan demplot tembakau seluas 18 hektare dengan tiga varietas unggulan, yaitu Sili Kenong 4, Sitepus 1, dan Bendungan Ombo.
Pertemuan ini bertujuan untuk melaporkan perkembangan kegiatan, mengevaluasi hasil dan capaian di lapangan, serta mengidentifikasi kendala teknis selama pelaksanaan, sehingga program dapat terus diarahkan sesuai sasaran dan ketentuan penggunaan DBHCHT. Selain itu, forum ini menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani dalam meningkatkan kualitas budidaya tembakau di Purworejo.
Dari hasil pelaporan, kegiatan berjalan baik dan sesuai tahapan, meskipun masih ditemukan kendala kemarau basah yang memengaruhi perkembangan tanaman pada beberapa lokasi. Kendati demikian, secara keseluruhan program memberikan dampak positif. Varietas yang digunakan dalam demplot terbukti menghasilkan kualitas daun tembakau yang lebih baik dan lebih produktif dibandingkan benih yang biasa digunakan petani.
Melalui capaian tersebut, program Pengembangan Varietas Tembakau alokasi DBHCHT 2025 diharapkan mampu menjadi model pembelajaran bagi petani serta mendorong peningkatan kualitas bahan baku tembakau Kabupaten Purworejo pada musim tanam berikutnya.






