- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
- Akselerasi Sertifikasi Organik, KEP KOPRAL Purworejo Perkuat Administrasi dan Standar Budidaya
- Sinergi PPL Purworejo dan KWT Nira Jaya: Tingkatkan Kesejahteraan Hingga Sosialisasi Nitrobacter
- Sinergi Air Membangun Harapan: Irigasi Perpompaan di Kelompok Tani Kyai Dukuh
- Pemeriksaan Kebuntingan di Kelompok Ternak Murakabi I
- SEKOLAH LAPANG (SL) KELAPA TAHUN 2026
- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
Pertemuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rejeki Bahas Penumbuhan LKM-A dan Koptan

Pertemuan Kelompok Wanita Tani
(KWT) Ngudi Rejeki Bahas Penumbuhan LKM-A dan Koptan
Sucenjurutengah, 4 Maret 2025 -
Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rejeki Kelurahan Sucenjurutengah, Kecamatan
Bayan, menggelar pertemuan penting yang dihadiri oleh pengurus dan anggota KWT,
serta dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Purworejo. Acara ini
berlangsung di rumah Ibu Sri Suparjati dengan fokus utama pada penumbuhan
Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) serta Koperasi Pertanian (Koptan).
Dalam pertemuan ini, hadir Kabid
Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ibu Arie Sulistyani,
S.TP., MP, serta Penyuluh Pertanian Kabupaten Purworejo, Bapak Wahyudi, S.Pt.,
M.Sc. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Koordinator PPL BPP Kecamatan
Bayan, Ibu Nursilahturahmi, SP, dan PPL Wibi Sucenjurutengah, Ibu Sariwati,
S.Tr.P.
Diskusi dalam pertemuan ini
menyoroti pentingnya pembentukan LKM-A dan Koptan sebagai upaya awal dalam
meningkatkan kesejahteraan anggota KWT dan memperkuat ekonomi pertanian
berbasis komunitas. Para peserta membahas berbagai aspek penting
langkah-langkah awal dalam membentuk lembaga keuangan dan koperasi tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari
pertemuan ini, akan diadakan pertemuan lanjutan untuk merumuskan kesepakatan
terkait jumlah simpanan wajib, pemilihan pengurus, dan langkah-langkah teknis
lainnya. Diharapkan dengan terbentuknya LKM-A dan Koptan, anggota KWT dapat
lebih mandiri dalam mengelola usaha agribisnis mereka serta memiliki akses yang
lebih luas terhadap permodalan dan sarana produksi pertanian.
Dengan adanya inisiatif ini, KWT
Ngudi Rejeki diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam
menumbuhkan sistem keuangan dan koperasi yang berdaya guna bagi pertumbuhan
sektor pertanian di wilayah Kecamatan Bayan.
Sariwati BPP Bayan



.png)


