- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Pertemuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rejeki Bahas Penumbuhan LKM-A dan Koptan

Pertemuan Kelompok Wanita Tani
(KWT) Ngudi Rejeki Bahas Penumbuhan LKM-A dan Koptan
Sucenjurutengah, 4 Maret 2025 -
Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rejeki Kelurahan Sucenjurutengah, Kecamatan
Bayan, menggelar pertemuan penting yang dihadiri oleh pengurus dan anggota KWT,
serta dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Purworejo. Acara ini
berlangsung di rumah Ibu Sri Suparjati dengan fokus utama pada penumbuhan
Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) serta Koperasi Pertanian (Koptan).
Dalam pertemuan ini, hadir Kabid
Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ibu Arie Sulistyani,
S.TP., MP, serta Penyuluh Pertanian Kabupaten Purworejo, Bapak Wahyudi, S.Pt.,
M.Sc. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Koordinator PPL BPP Kecamatan
Bayan, Ibu Nursilahturahmi, SP, dan PPL Wibi Sucenjurutengah, Ibu Sariwati,
S.Tr.P.
Diskusi dalam pertemuan ini
menyoroti pentingnya pembentukan LKM-A dan Koptan sebagai upaya awal dalam
meningkatkan kesejahteraan anggota KWT dan memperkuat ekonomi pertanian
berbasis komunitas. Para peserta membahas berbagai aspek penting
langkah-langkah awal dalam membentuk lembaga keuangan dan koperasi tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari
pertemuan ini, akan diadakan pertemuan lanjutan untuk merumuskan kesepakatan
terkait jumlah simpanan wajib, pemilihan pengurus, dan langkah-langkah teknis
lainnya. Diharapkan dengan terbentuknya LKM-A dan Koptan, anggota KWT dapat
lebih mandiri dalam mengelola usaha agribisnis mereka serta memiliki akses yang
lebih luas terhadap permodalan dan sarana produksi pertanian.
Dengan adanya inisiatif ini, KWT
Ngudi Rejeki diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam
menumbuhkan sistem keuangan dan koperasi yang berdaya guna bagi pertumbuhan
sektor pertanian di wilayah Kecamatan Bayan.
Sariwati BPP Bayan






