Penyuluh Pertanian Monitoring Pembangunan Jalan Usaha Tani di Gapoktan Agromulyo

By DINPPKP 10 Jul 2025, 13:13:51 WIB Penyuluhan
Penyuluh Pertanian Monitoring Pembangunan Jalan Usaha Tani  di Gapoktan Agromulyo

Penyuluh Pertanian Monitoring Pembangunan Jalan Usaha Tani

di Gapoktan Agromulyo



Jalan usaha tani merupakan prasarana transportasi yang dibangun untuk memudahkan akses petani ke lahan pertanian mereka dan mengangkut hasil panen. Jalan ini menghubungkan lahan pertanian dengan jalan utama atau tempat pengumpulan hasil. Pembangunan jalan usaha tani bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan usahatani, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan pendapatan petani. 



Pada tahun 2025 ini, Gapoktan Agromulyo mendapatkan bantuan pembangunan JUT senilai Rp 108.000.000,- yang direncanakan sepanjang 235 meter, lebar 1,5 meter dan kedalaman 12 cm. Kegiatan pembangunan telah dimulai akhir Juni dan direncanakan selesai sampai pelaporan pada akhir Agustus 2025. Penyuluh pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, hari ini melakukan monitoring terhadap pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Gapoktan Kelompok Tani (Gapoktan) Agromulyo, Kelurahan Cangkrepkidul. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek pembangunan JUT berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal bagi para petani.



Monitoring dilakukan oleh Bakti Woro Haryanti dan Nila Nur Sofiana, penyuluh pertanian BPP Kecamatan Purworejo yang meliputi peninjauan langsung kondisi fisik jalan yang sedang dibangun. Dalam kunjungannya, Woro berdialog dengan anggota Gapoktan Agromulyo untuk mendapatkan informasi langsung mengenai progres pekerjaan, kendala yang dihadapi, serta masukan dari para petani. "Pembangunan Jalan Usaha Tani ini adalah investasi penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Gapoktan Agromulyo," ujar Woro. "Dengan akses jalan yang baik, diharapkan petani dapat lebih mudah mengangkut hasil panen, mengurangi biaya transportasi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka", tandasnya.



Dari hasil monitoring PPL dilaporkan bahwa sampai dengan 10 Juli 2025 ini, progres kegiatan pembangunan JUT yaitu : jumlah tenaga kerja 10 orang ( 2 tukang, 8 pekerja) setiap hari jam 08.00 – 16.00 WIB, pekerjaan berupa pemasangan talud sekaligus menimbun jalan yang sudah terpasang talud dengan tanah urug/batu cadas, volume pekerjaan pemasangan talud dan urugan kurang lebih 100 cm, semua pekerja dalam kondisi aman dan sehat, alat dan material dalam kondisi aman serta droping material dari rekanan juga berjalan lancar, pencairan dana tahap 1 sebesar 40% sudah dilaksanakan dan pembayaran HOK sudah terbayar.



Jalan Usaha Tani merupakan infrastruktur krusial yang menghubungkan lahan pertanian dengan jalan utama atau pusat distribusi. Keberadaan JUT yang memadai akan sangat mempermudah mobilitas alat pertanian, pengangkutan pupuk, benih, dan terutama hasil panen. Selama ini, banyak petani di daerah terpencil mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil panen akibat akses jalan yang buruk, terutama saat musim hujan. Ketua Gapoktan Agromulyo, Khaeroni Mas’yud, menyambut baik kegiatan monitoring ini. "Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Dinas Pertanian. Pembangunan jalan ini sudah lama kami nantikan. Dengan adanya pendampingan dari penyuluh, kami yakin proyek ini akan berjalan lancar dan sesuai harapan," tambahnya.



Pembangunan JUT di Gapoktan Agromulyo ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur pendukung. Diharapkan, proyek ini dapat selesai tepat waktu dan segera dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk mendukung aktivitas pertanian mereka. Monitoring akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan pembangunan JUT ini.



Disusun Oleh : Bakti Woro Haryanti, SP (BPP Purworejo)

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung