Penyuluh Pertanian Kecamatan Purworejo Perkuat Ketahanan Tembakau Melalui Pengamatan Morfologi dan Pengendalian Hama di Lahan Demplot

By DINPPKP 04 Agu 2025, 13:31:55 WIB Penyuluhan
Penyuluh Pertanian Kecamatan Purworejo Perkuat Ketahanan Tembakau Melalui Pengamatan Morfologi dan Pengendalian Hama di Lahan Demplot

Penyuluh Pertanian Kecamatan Purworejo Perkuat Ketahanan Tembakau Melalui Pengamatan Morfologi dan Pengendalian Hama di Lahan Demplot

 

Musim tanam kedua (musim kemarau) adalah waktu yang umum bagi petani di Purworejo, termasuk di Kecamatan Purworejo, untuk menanam tembakau. Musim ini dipilih karena curah hujan yang lebih sedikit, yang ideal untuk pertumbuhan tembakau. Pada musim tanam II, intensitas sinar matahari cenderung lebih tinggi dan kelembaban udara lebih rendah. Kondisi ini, jika dikelola dengan baik, dapat berkontribusi pada produksi tembakau dengan kualitas daun yang lebih tebal dan aroma yang lebih kuat, seringkali menjadi preferensi bagi industri rokok tertentu. Namun, suhu yang lebih tinggi dan curah hujan yang minim atau bahkan tidak ada menjadi tantangan utama dalam menjaga ketersediaan air.

Pada tahun 2025 ini, dari hasil identifikasi penyuluh pertanian Kecamatan Purworejo sedikitnya ada 44,53 hektar tanaman tembakau yang dibudidayakan di Desa Ganggeng, Pacekelan, Semawung, Brenggong dan Cangkrepkidul. Penyuluh Pertanian dari Kecamatan Purworejo mengadakan kegiatan di Kelompok Tani Budi Santoso II, Desa Pacekelan. Kegiatan ini berfokus pada pengamatan morfologi tanaman tembakau dan pendampingan pengendalian hama ulat yang menyerang tanaman tembakau petani.

Pengamatan morfologi tanaman tembakau dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal sesuai karakteristik varietasnya. Tim penyuluh memeriksa secara seksama bentuk daun, tinggi tanaman, lebar daun, perkembangan bunga, pengamatan OPT pada tanaman hingga potensi munculnya tunas air yang dapat mengurangi kualitas produksi tembakau. "Pengamatan morfologi ini penting untuk deteksi dini jika ada anomali pada pertumbuhan tanaman," terang Woro, salah satu penyuluh Kecamatan Purworejo. "Dengan begitu, tindakan korektif bisa segera dilakukan”, tambahnya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan produksi, produktivitas dan mutu tembakau akibat adanya serangan OPT yaitu hama ulat Spodoptera litura atau dikenal dengan nama ulat grayak. Ulat grayak merupakan salah satu jenis hama pemakan daun yang sangat penting Ulat grayak menyerang tanaman tembakau yang baru ditanam sampai tanaman tua.. Kehilangan hasil akibat serangan hama tersebut dapat mencapai 80% sehingga perlu pengendalian yang tepat.

Selain itu, pendampingan intensif juga diberikan dalam pengendalian hama ulat. Hama ini dikenal sebagai salah satu musuh utama petani tembakau yang dapat menyebabkan kerugian signifikan jika tidak ditangani dengan tepat. Para petani diajarkan metode identifikasi jenis ulat, cara pemantauan populasi hama, serta teknik pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Beberapa opsi pengendalian yang didiskusikan meliputi penggunaan agens hayati dan aplikasi pestisida nabati sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.

Ketua Kelompok Tani Budi Santoso II, Bapak Sunarlan, menyambut baik kegiatan ini. "Kami sangat terbantu dengan kehadiran penyuluh. Pendampingan seperti ini membuat kami lebih paham bagaimana merawat tanaman tembakau dengan baik, terutama dalam menghadapi serangan hama ulat yang sering bikin pusing," ujarnya.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan pengamatan morfologi dan pendampingan pengendalian hama ini, produktivitas dan kualitas tembakau yang dihasilkan oleh Kelompok Tani Budi Santoso II dapat meningkat, sehingga kesejahteraan petani pun turut terangkat. Kegiatan serupa akan terus digalakkan untuk mendukung sektor pertanian di Purworejo.

 

DISUSUN OLEH : BAKTI WORO HARYANTI, SP

PPL KEC PURWOREJO

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung