- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Penyemprotan Eco-enzym dan pemeriksaan hewan di Pasar Hewan Purworejo

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak melakukan tindakan penyemprotan cairan eco-enzym dan pemeriksaan hewan di Pasar Hewan Purworejo yang berlokasi di Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan. Penyemprotan dan pemeriksaan langsung dipimpin Ketua Satgas Penanganan PMK Budi Wibowo, SSos MSi dan Wakil Ketua Hadi Sadsilo SP MM pada Kamis (30/6), yang juga melibatkan Kodim dan Polres Purworejo.
Seperti dijelaskan Budi Wibowo, hewan ternak di Kabupaten Purworejo ada yang sudah positif PMK, sehingga dengan segera dibentuk Satgas penanganan PMK, yang melibatkan BPBD, DKPP, Satpol PP Damkar, TNI, Polri, PMI, dan dinas instansi lain yang terlibat. Tindakan yang harus dilaksanakan antara lain penyemprotan dan pemeriksaan, sosialisasi, vaksin, dan lainnya. Untuk penyemprotannya pada ternak-ternak dan kendaraan pengangkut hewan yang masuk ke pasar hewan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyakit mulut dan kuku pada hewan, agar tidak menyebar secara luas.
“Karena kita khawatirkan ada penularan melalui transmisi hewan yang berasal dari luar daerah. Melalui upaya penyemprotan dan pemeriksaan hewan di pasar ini, bisa meminimalisir penyebaran penyakit. Juga sekaligus memberikan pemahaman kepada peternak hewan tentang PMK,” tandas Budi Wibowo yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo.
Budi berharap, penyakit mulut dan kuku tidak menyebar secara luas di Kabuaten Purworejo, tentunya penyakit ini akan merugikan masyarakat karena ternak-ternak merupakan tabungan peternak. Kita terus berupaya agar masyarakat sejahtera khususnya peternak memiliki ternak-ternak yang sehat dan bernilai jual tinggi.
Sementara itu Hadi Sadsilo mengatakan, dalam mengidentifikasi wabah ini dengan memeriksa hewan dan tercatat yang terkontaminasi PMK sejumlah 131 ekor. Penanganannya telah dilakukan pengobatan, peninjauan kandang dan juga penyemprotan di kandang. Peninjauan dilaksanakan secara rutin ke 8 pasar hewan di Kabupaten Purworejo dan ke para peternak.
“Kita lakukan upaya semaksimal mungkin untuk pencegahan, karena ini menjelang Hari Raya Idul Adha. Tentunya mobilisasi sangat tinggi, sehingga harus melakukan pengawasan lalu lintasnya dan juga pencegahan penyebarannya. Untuk melakukan penyembelihan hewan, agar dipastikan hewan sehat. Termasuk dalam memilih hewan kurban juga dipastikan sehat,” ujar Hadi Sadsilo yang juga menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo.
Ditambahkan Kabid Kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian drh. Sri Widiartik MM, ternak yang sudah terkena PMK sebanyak 119 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Dari jumlah ini yang sudah sembuh 90 ekor sapi dan 10 kambing. Sedangkan yang mati 2 sapi dan 2 kambing serta yang lainnya dalam pengobatan. Untuk alokasi vaksin di Kabupaten Purworejo sebanyak 700 dosis bantuan dari Provinsi jawa Tengah. Vaksin sudah disuntikkan mulai hari ini yang ditargetkan 200 dosis di daerah Pituruh. Namun untuk launchingnya akan dilaksanakan besok pada hari Jumat (1/7). Dari 700 dosis ini akan diaplikasikan ke daerah-daerah yang belum terkonfirmasi penyakit mulut dan kuku, seperti daerah pituruh, bener, kaligesing, Loano dan daerah-daerah lain yang belum terkonfirmasi.
Menurut Widiartik, PMK hewan menular pada hewan bisa secara cepat, tetapi tidak menular kepada manusia. “Ciri-ciri hewan yang terkena PMK yakni mulut luka timbul lepuh gusi dan lidah, mengeluarkan air liur berlebihan, tracak atau kuku terdapat luka, puting susu luka, demam serta nafsu makan turun. Jika menemukan kasus seperti ini, supaya segera menghubungi petugas kesehatan hewan, karena gejala yang sama belum tentu terkena PMK,” jelasnya.






