- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI TAJARWO DAN GANTI VARIETAS

PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI TAJARWO DAN GANTI VARIETAS
Mengantisipasi dampak pandemi covid, serta dampak perubahan iklim, perlu strategi dan upaya peningkatan produksi untuk menjamin ketersediaan pangan serta upaya wasembada pangan, khususnya beras. Sektor pertanian mempunyai peranan strategis terutama sebagai penyedia pangan rakyat Indonesia, berkontribusi nyata dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, bioenergi, penyerapan tenaga kerja yang akan berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan dan menjaga pelestarian lingkungan. Untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan diperlukan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha profesional, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis. Oleh karena itu, Pelaku Utama dan Pelaku Usaha harus mampu membangun usahatani yang berdaya saing dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan posisi tawarnya.
Program pembangunan sektor pertanian adalah meningkatkan produktivitas beserta program pendukung terkait peningkatan produktivitas, dan diversifikasi pangan. Kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian menempati posisi yang semakin sentral dan potensi terjadinya krisis pangan akibat pembatasan mobilitas warga dan bahkan distribusi barang antar Negara
Kelompok Tani Maju Desa Bencorejo Kecamatan Banyuurip dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang didapat dari Kegiatan SIMURP melalui teknologi CSA (Climat Smath Agriculture) melaksanakan tanam padi jajar legowo 2:1 yang telah diyakini dapat meningkatkan produksi padi dengan varietas M-400. Pada hari Selasa 8 Maret 2022 dilakukan ubinan untuk mengukur produktivitas padi. Dari hasil ubinan di peroleh data. Jumlah rumpun 144, jumlah anakan rata-rata 13 dan jumlah bulir 170 per malai. Diperoleh hasil 7,04 ton/ha. Hasil yang cukup bagus dibandingkan dengan yang tanam sistem tegel dengan varietas Ciherang. Dengan jumlah rumpun 81,jumlah anakan rata-rata 25, dengan hasil 4,5 ton/ha. Terbukti bahwa dengan tanam jajar legowo dan pemilihan benih unggul dapat meningkatkan produksi. Selisih produksi cukup signifikan yaitu 3,54 ton/ha. Bila didukdung harga gabah yang memadai maka petani akan sejahtera.
Kontributor : Sri Lastuti,SP (Koordinator BPP Banyuurip)






