- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
Pengobatan Massal di kandang komunal KT Bolotomo Wingko Sigromulyo

Kegiatan Pengobatan Massal di desa Wingko Sigromulyo, khususnya di kandang komunal KT Bolotomo.
Pengobatan Massal Ternak sebagai langkah kongkrit tindak cepat penanganan kesehatan ternak pada wilayah terdampak banjir yang terjadi sepekan pd kisaran tgl 15-20 Maret 2022 kemarin. Pengobatan dilakukan pada hari Jum'at, 18 Maret 2022.
Kegiatan difokuskan pada ternak sapi yang ada di kandang komunal yang ada, yang merupakan milik Klp Ternak Bolotomo. Dari total populasi ternak sapi 44 ekor yang dipelihara oleh 16 peternak, terdiri dari 29 induk (15 bunting, 12 menyusui, 2 lepas sapih), 1 bakalan, 2 dara dan 12 pedet ( 11 betina dan 1 jantan), semua dalam kondisi relatif aman. Tindakan yang tim kami lakukan adalah berupa pemberian suntikan vitamin sebagai antisipasi penurunan kesehatan yang mungkin terjadi akibat ternak yang terendam dan sempat mengalami keterbatasan pakan.
Dilakukan juga pemberian obat cacing pada beberapa ternak yang menunjukkan gejala cacingan. Dilakukan juga penyuntikan untuk mengatasi kasus gatal2 pada ternak yang kulitnya sensitif terhadap air banjir.
Dari kegiatan kali ini, disimpulkan bahwa akibat banjir kemarin beberapa ternak hanya mengalami gangguan kesehatan ringan saja, tidak ada yang sampai mengalami gangguan kesehatan yang fatal.
Saat banjir terjadi, ternak dibiarkan saja terendam banjir, cukup dengan dijaga ketenangannya dengan tidak berulang-ulang didatangi. Kecuali untuk beberapa pedet yang usia masih beberapa hari, dipindahkan kandangnya ke kandang sebelah yang ketinggiannya tidak terjangkau air banjir.






