- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Penggunaan Drone untuk Pengendalian Wereng Batang Coklat di Desa Jono Kecamatan Bayan

Penggunaan Drone
untuk Pengendalian Wereng Batang Coklat di Desa Jono Kecamatan Bayan
Desa Jono Kecamatan
Bayan, sebuah desa yang terletak di wilayah penghasil padi, menghadapi
tantangan besar dalam upaya menjaga hasil pertanian mereka, khususnya dalam
menghadapi serangan hama tanaman padi, seperti wereng batang coklat. Serangan
wereng batang coklat (WBC) sering kali menyebabkan kerusakan parah pada tanaman
padi, yang pada gilirannya mempengaruhi hasil panen dan perekonomian petani.
Sebagai upaya untuk mengatasi masalah ini, teknologi drone semakin sering
dimanfaatkan dalam sektor pertanian, termasuk untuk pengendalian hama seperti
wereng batang coklat. Penggunaan drone dalam pengendalian hama ini diharapkan
dapat menjadi solusi yang efisien, ramah lingkungan, dan ekonomis.
Wereng batang coklat
adalah hama padi yang cukup merusak dan menyebar luas di banyak daerah penghasil
padi di Indonesia. Hama ini menyebabkan kerusakan langsung pada tanaman padi yang
mengurangi kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Pengendalian hama ini
biasanya dilakukan melalui penyemprotan pestisida, baik secara manual maupun
menggunakan alat semprot. Namun, metode tradisional ini seringkali memerlukan
biaya tinggi, tenaga kerja yang banyak, dan berdampak negatif terhadap
lingkungan.
Desa Jono, sebagai
salah satu wilayah penghasil padi utama, mengalami serangan wereng batang
coklat yang cukup signifikan. Oleh karena itu, petani di desa ini mulai mencari
metode baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mengatasi masalah
hama tersebut. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan drone
untuk penyemprotan pestisida atau agen pengendali hama lainnya.
Drone, atau pesawat
tanpa awak, telah berkembang pesat dalam berbagai sektor, termasuk pertanian.
Dalam pengendalian hama, drone menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan
metode tradisional, seperti kemampuannya untuk menjangkau area yang sulit
dijangkau dan memberikan presisi tinggi dalam pengaplikasian pestisida. Drone
dilengkapi dengan teknologi GPS dan sensor canggih yang memungkinkan
penyemprotan dilakukan dengan sangat akurat dan merata, meminimalisir
pemborosan bahan kimia dan kerusakan pada tanaman sehat.
Di Desa Jono, drone
digunakan untuk memantau kondisi tanaman padi secara keseluruhan, serta untuk
menyemprotkan pestisida secara terkontrol pada area yang terinfeksi wereng
batang coklat. Dengan menggunakan drone, petani dapat menghindari penyemprotan
yang berlebihan dan hanya fokus pada area yang benar-benar membutuhkan
perlakuan. Ini tidak hanya mengurangi biaya tetapi juga melindungi lingkungan
dari dampak negatif penggunaan bahan kimia secara berlebihan.
Penggunaan drone untuk
pengendalian wereng batang coklat di Desa Jono dimulai dengan pelatihan kepada
petani dan penyuluh pertanian mengenai cara mengoperasikan drone dan aplikasi
teknologi ini dalam pertanian. Petani dilibatkan langsung dalam proses
penggunaan drone, mulai dari pemrograman jalur penerbangan hingga pengaturan
dosis penyemprotan. Penyuluh pertanian bekerja sama dengan pihak penyedia jasa
drone untuk memastikan bahwa setiap penerbangan drone dapat dilakukan dengan
tepat dan aman.
Langkah pertama
adalah pemetaan area pertanian yang terinfeksi wereng batang coklat. Drone
dilengkapi dengan kamera dan sensor untuk mendeteksi area yang membutuhkan
perhatian khusus. Setelah itu, drone diprogram untuk terbang di atas area yang
terinfeksi dan melakukan penyemprotan pestisida atau agen pengendali hama
lainnya. Keunggulan penggunaan drone adalah kemampuannya untuk menyemprotkan
pestisida secara merata dan dengan dosis yang terukur, sehingga mengurangi
kemungkinan pestisida mengenai tanaman sehat atau mencemari lingkungan sekitar.
Selama penerbangan,
drone akan memindai kondisi tanaman padi dan memberikan data yang bisa
dianalisis untuk menentukan sejauh mana infestasi wereng batang coklat telah
menyebar. Data ini juga dapat digunakan untuk merencanakan tindakan pengendalian
yang lebih lanjut.
Keuntungan
Penggunaan Drone
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Penggunaan drone menghemat waktu dan tenaga kerja
dibandingkan dengan metode penyemprotan manual atau menggunakan alat
semprot konvensional. Drone mampu menjangkau area yang luas dalam waktu
yang lebih singkat dan dengan dosis yang terkontrol.
- Presisi yang Tinggi: Drone dapat memetakan area yang terinfeksi wereng batang
coklat dengan sangat akurat. Penyemprotan dilakukan hanya di area yang
membutuhkan perlakuan, sehingga mengurangi pemborosan pestisida dan
meminimalkan dampak negatif terhadap tanaman sehat dan lingkungan.
- Mengurangi Dampak Lingkungan: Penggunaan drone memungkinkan pengendalian hama dengan lebih
ramah lingkungan. Penggunaan pestisida yang lebih terukur dan selektif mengurangi
pencemaran tanah dan air yang seringkali terjadi pada metode pengendalian
hama tradisional.
- Peningkatan Produktivitas: Dengan pengendalian hama yang lebih efektif, hasil panen
padi di Desa Jono dapat meningkat. Penggunaan drone membantu meminimalkan
kerusakan yang disebabkan oleh wereng batang coklat, yang pada gilirannya
meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.
- Data yang Dapat Dianalisis: Drone tidak hanya digunakan untuk penyemprotan, tetapi juga
untuk pemetaan dan pemantauan kondisi tanaman. Data yang dikumpulkan oleh
drone bisa dianalisis untuk menentukan pola serangan hama dan
mengantisipasi masalah di masa depan.
Tantangan dan Solusi
Meskipun penggunaan
drone dalam pengendalian hama menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa tantangan
yang harus dihadapi, antara lain:
- Biaya Awal yang Tinggi: Pengadaan drone dan perangkat terkait memerlukan investasi
awal yang cukup besar. Namun, dengan adanya dukungan dari pemerintah dan
lembaga terkait, biaya ini dapat diatasi dengan program subsidi atau
pelatihan yang terjangkau bagi petani.
- Keterampilan dan Pengetahuan: Pengoperasian drone memerlukan keterampilan teknis yang
memadai. Oleh karena itu, pelatihan dan edukasi bagi petani dan penyuluh
pertanian sangat penting untuk memastikan penggunaan drone yang efektif
dan aman.
- Kondisi Cuaca dan Topografi: Drone sangat bergantung pada kondisi cuaca, dan faktor
seperti angin kencang atau hujan dapat mengganggu penerbangan drone. Oleh
karena itu, pemantauan cuaca dan perencanaan penerbangan yang tepat sangat
diperlukan.
Penggunaan drone
dalam pengendalian wereng batang coklat di Desa Jono menunjukkan potensi besar
teknologi ini dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pertanian.
Meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti biaya dan
keterampilan teknis, manfaat yang diberikan drone dalam hal efisiensi, presisi,
dan keberlanjutan lingkungan sangat jelas. Dengan dukungan yang tepat,
penggunaan drone dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah
hama tanaman padi, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan
pangan di wilayah tersebut.






