- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
PENGENDALI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI RAMAH LINGKUNGAN KELOMPOK TANI TANI SEMI

PENGENDALI
HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI RAMAH LINGKUNGAN
KELOMPOK
TANI TANI SEMI
Serangan hama dan penyakit merupakan salah satu faktor penghambat dalam budidaya tanaman padi untuk menghasilkan produksi optimal. Oleh karena itu pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko kerugian ekonomi, kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan manusia.
Hama pada
tanaman padi yang sering menyerang yaitu hama walangsangit, wereng batang
coklat, serta penggerek batang merupakan kelas insekta (serangga) sedangkan
penyakit yang dapat menurunkan produksi diantaranya penyakit hawar daun bakteri
(kresek) dan blas yang disebabkan oleh jamur (fungi). Hama walang
sangit dan penggerek batang padi (beluk) merupakan hama yang mengancam produksi
padi. Serangannya terjadi saat bulir padi memasuki fase matang susu, di mana
walang sangit menghisap cairan bulir padi, menyebabkan bulir tersebut menjadi
hampa. Sama halnya dengan hama walang sangit, hama penggerek batang padi juga
menyerang malai dan menyebabkan bulir hampa. WBC adalah hama yang menyerang
tanaman padi yang menyerang pada pangkal batang dengan menghisap cairan tanaman
dan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada hasil panen. Hama ini
menyerang batang padi dan menghisap cairannya, sehingga tanaman menjadi layu bahkan
mati. WBC dapat menyerang semua tahapan
pertumbuhan tanaman mulai dari persemaian sampai waktu panen.
Populasi hama insekta
yang belum melewati ambang ekonomi tetap membuat petani khawatir sehingga
penyuluh pertanian dan POPT berinisiatif melakukan langkah pengendalian secara
preventif dengan cara Pengendalian ramah lingkungan dengan menggunakan Biopestisida
. Biopestisida terdiri dari Pestisida organic yang digunakan yaitu Pestor, BT
Plus dan Metarizep, sedangkan biofungisida /bakterisida yang digunakan adalah
Pimadeco.
Kegiatan
pengendalian ramah lingkungan ini dilaksanakan di Kelompok Tani Tani Semi Desa
Gintungan sebanyak 2 kali. Gerakan penyemprotan pestisida yang pertama
dilakukan pada hari kamis 15 Agustus 2024 dan penyemprotan kedua pada hari
Kamis, tanggal 22 Agustus 2024. Dalam kegiatan tersebut, hadir Koordinator
Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gebang, Penyuluh Pertanian, dan Petugas Pengamat
OPT (POPT) Kecamatan Gebang. Anggota
kelompok tani sangat antusias dalam melaksanakan penyemprotan biopestisida ini,
terbukti dengan bertambahnya jumlah kehadiran anggota kelompok tani yang hadir.
Tujuan dari gerakan preventif ini adalah untuk mencegah serangan hama dan
penyakit pada tanaman padi sehingga diharapkan serangan bisa dikendalikan dan
petani dapat panen dengan produksi yang optimal. Gerakan pengendalian ini
dilakukan sebagai aplikasi dari bantuan pemerintah melalui Dirjen Perlintan Tanaman
Pangan Kementan terkait adanya usulan
uji pH Rendah dari lahan kelompok tani.
Siswo Sugiarto ,
ketua kelompok tani Tani Semi Desa Gintungan mengucapkan terima kasih kepada
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, serta BPP Kecamatan
Gebang atas fasilitasi dan pendampingan dalam kegiatan gerakan pengendalian
ini. Dengan adanya kegiatan penyemprotan massal pestisida/insektisida organic dan
biofungisida sangat banyak manfaatnya bagi kelompok tani. Diantaranya pencegahan
atau pengendalian serangan hama dan penyakit lebih dini , juga bantuan ini
dapat tersalurkan dan dimanfaatkan secara merata oleh seluruh anggota poktan
selain itu menjadi penyemangat agar anggota kelompok tani mau berproduksi
secara mandiri untuk membuat pestisida organic dengan bahan aktif eugenol.
Hal itu juga diperkuat dengan adanya pernyataan dari petani anggota kelompok ,setelah
mengamati tanaman padi pasca penyemprotan pertama, Petani mengatakan bahwa Serangan
hama walangsangit berkurang dan pertumbuhan tanaman padi lebih subur.
Diharapkan
dengan kegiatan pengendalian ramah lingkungan ini dapat berlanjut sehingga
adanya peningkatan sikap, perilaku dan keterampilan petani terhadap
pengendalian hama secara terpadu, serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.
PPL Wibi Desa
Gintungan
Fajar Afriyati,
S.P.






