Pengamatan OPT, Jamur Entomopatogen pada walang sangit yang sudah mati setelah dilakukan gerdal.

Breaking News
- SOSIALISASI KEGIATAN RJIT DAN IRPIP APBD I PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2026
- SELEKSI CALON TENAGA FASILITATOR LAPANGAN (TFL)
- Audit BPK Turun ke Lapangan, DKPP Purworejo Tunjukkan Transparansi Program Hibah
- Pelatihan Kader Zoonosis, Upayakan Prinsip One Health
- Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
- HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL
- Pembukaan Sekolah Lapang (SL) Kelapa Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo
- Penguatan Silaturahmi dan Sinergi Petani melalui Pertemuan KTNA dan Halal Bihalal Kecamatan Bener Tahun 2026 dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
Pengamatan OPT, Jamur Entomopatogen pada walang sangit yang sudah mati setelah dilakukan gerdal.

Kegiatan, Senin 29 Maret 2021
Pengamatan OPT, Jamur Entomopatogen pada walang sangit yang sudah mati setelah dilakukan gerdal.
Populasi walang sangit sudah banyak berkurang, namun belum banyak yang terparasit jamur. Jamur pada walang sangit akan muncul 7-10 hari setelah penyemprotan.
Hari ini tepat 6 hari setelah penyemprotan, dan Walangsangit terparasit jamur entomopatogen sudah dapat dideteksi.
(Zayinhida Rahman PPL Kutoarjo, bersama rekan POPT Kutoarjo Ruth NL, dan PPL Wibi Desa Karangrejo Hermawan)






