- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Pendampingan NKV dan Sertifikasi Halal di KTT Tigan Jaya Farm, Desa Trimuluyo, Kecamatan Grabag

Pendampingan
NKV dan Sertifikasi Halal di KTT Tigan
Jaya Farm, Desa Trimuluyo, Kecamatan Grabag
Tim Kewan dan Kesmavet memberikan pendampingan untuk sertifikasi Nomo Kontrol Veteriner (NKV) dan Sertifikasi Halal di KTT Tigan Jaya Farm pada hari Rabu (05/03/2025). Selain Bebek Petelur, terdapat anggota Kelompok Tani Ternak (KTT) Tigan Jaya Farm yang juga berfokus pada fattening atau penggemukan bebek. Bebek yang disembelih merupakan bebek baik Jantan ataupun betina yang rata-rata telah memiliki bobot tubuh 1,5-1,6 kg pada bebek jantan, dan pada bebek betina rata-rata memiliki bobot tubuh 1,3 kg. Bebek yang telah siap sembelih dilakukan penyembelihan dengan memperhatikan standar halal untuk menjamin kualitas kehalalan produk yang nantinya akan dipasarkan. Distribusi karkas dalam satu minggu dapat dilakukan 1x atau 2x. Pendistribusian dilaksanakan ke rumah makan yang ada di Yogyakarta.
Proses distribusi menggunakan mobil box terbuka namun produk dimasukkan ke dalam box sterofoam yang nantinya diberi es batu ataupun es kristal untuk menjaga suhu dingin yang bertujuan untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke tangan konsumen. Produk sampingan seperti jeroan tidak dipisahkan dari karkas dan kepala bebek juga tidak dipotong terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Bebek didistribusikan delam keadaan sudah tidak ada bulu yang menempel pada tubuh bebek.
Terdapat
beberapa hasil pendampingan yang merupakan titik kritis hygiene dan sanitasi
dari tempat pemotongan:
·
Pemotongan bebek masih
dilakukan oleh pemilik usaha itu sendiri (walaupun sudah dengan tata cara yang
benar, yaitu terpotongnya 3 saluran pada leher), belum dilakukan pemotongan
sesuai prosedur halal yang seharusnya dilakukan oleh Juru Sembelih Halal
(Juleha)
·
Pencabutan bulu masih
dilakukan di tempat yang berdekatan dengan kandang bebek dan pada bagian atap
belum dipasang plafon ataupun penghalang lain agar meminimalisir kontaminasi
yang berasal dari atap bangunan
·
Belum ada pemisahan
antara area bersih (clean area) dan area kotor (dirty area) yang
menyebabkan masih tingginya kemungkinan kontaminasi silang (cross
contamination)
·
Pemisahan antara
jeroan, karkas, kepala tidak dilakukan pada saat pengolahan produk, khususnya
pada jeroan juga tidak direbus terlebih dahulu (masih berada di dalam tubuh
hewan) sehingga masih tinggi resiko kontaminasi mikroorganisme jeroan terhadap
karkas






