Pendampingan NKV dan Sertifikasi Halal di KTT Tigan Jaya Farm, Desa Trimuluyo, Kecamatan Grabag

By DINPPKP 06 Mar 2025, 13:05:15 WIB Peternakan dan Keswan
Pendampingan NKV dan  Sertifikasi Halal di KTT Tigan Jaya Farm, Desa Trimuluyo, Kecamatan Grabag

Pendampingan NKV dan  Sertifikasi Halal di KTT Tigan Jaya Farm, Desa Trimuluyo, Kecamatan Grabag

 

Tim Kewan dan Kesmavet memberikan pendampingan untuk sertifikasi Nomo Kontrol Veteriner (NKV) dan Sertifikasi Halal di KTT Tigan Jaya Farm pada hari Rabu (05/03/2025). Selain Bebek Petelur, terdapat anggota Kelompok Tani Ternak (KTT) Tigan Jaya Farm yang juga berfokus pada fattening atau penggemukan bebek. Bebek yang disembelih merupakan bebek baik Jantan ataupun betina yang rata-rata telah memiliki bobot tubuh 1,5-1,6 kg pada bebek jantan, dan pada bebek betina rata-rata memiliki bobot tubuh 1,3 kg. Bebek yang telah siap sembelih dilakukan penyembelihan dengan memperhatikan standar halal untuk menjamin kualitas kehalalan produk yang nantinya akan dipasarkan. Distribusi karkas dalam satu minggu dapat dilakukan 1x atau 2x. Pendistribusian dilaksanakan ke rumah makan yang ada di Yogyakarta.

Proses distribusi menggunakan mobil box terbuka namun produk dimasukkan ke dalam box sterofoam yang nantinya diberi es batu ataupun es kristal untuk menjaga suhu dingin yang bertujuan untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke tangan konsumen. Produk sampingan seperti jeroan tidak dipisahkan dari karkas dan kepala bebek juga tidak dipotong terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Bebek didistribusikan delam keadaan sudah tidak ada bulu yang menempel pada tubuh bebek.

Terdapat beberapa hasil pendampingan yang merupakan titik kritis hygiene dan sanitasi dari tempat pemotongan:

·       Pemotongan bebek masih dilakukan oleh pemilik usaha itu sendiri (walaupun sudah dengan tata cara yang benar, yaitu terpotongnya 3 saluran pada leher), belum dilakukan pemotongan sesuai prosedur halal yang seharusnya dilakukan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha)

·       Pencabutan bulu masih dilakukan di tempat yang berdekatan dengan kandang bebek dan pada bagian atap belum dipasang plafon ataupun penghalang lain agar meminimalisir kontaminasi yang berasal dari atap bangunan

·       Belum ada pemisahan antara area bersih (clean area) dan area kotor (dirty area) yang menyebabkan masih tingginya kemungkinan kontaminasi silang (cross contamination)

·       Pemisahan antara jeroan, karkas, kepala tidak dilakukan pada saat pengolahan produk, khususnya pada jeroan juga tidak direbus terlebih dahulu (masih berada di dalam tubuh hewan) sehingga masih tinggi resiko kontaminasi mikroorganisme jeroan terhadap karkas

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung