- SERENTAK! PETANI DESA MAJIR KENDALIKAN HAMA WERENG BATANG COKELAT PADA TANAMAN PADI
- Melangkah Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan: Sinergi DKPP dan Kelompok Tani Rimba Sari di Desa Pamriyan
- Dari Kandang ke Produk Bernilai Jual, Peternak Kambing Kaligesing Dibekali Strategi Pengembangan Susu Kambing
- Dari Analisa Usaha hingga Fermentasi Pakan, Peternak Purworejo Digembleng Seharian
- Kegiatan Gerakan Pengendalian Hama Wereng pada Tanaman Padi
- PENAS KTNA XVII GORONTALO
- Peserta SL Pantau Pertumbuhan Tembakau, Demplot SL Tunjukkan Perkembangan Menggembirakan
- GERDAL HAMA WERENG BATANG COKELAT (WBC) DI DESA PEPE, KECAMATAN PITURUH
- GERDAL HAMA TIKUS DI DESA SEMAWUNG PUWOREJO, TEKAN POPULASI HAMA YANG MERESAHKAN PETANI
- SEKOLAH LAPANG TEMBAKAU
PENAS KTNA XVII GORONTALO

PENAS KTNA XVII GORONTALO
PENAS KTNA merupakan agenda akbar dua tahunan yang berfungsi sebagai wadah silaturahmi, proses pembelajaran, serta ajang pertukaran teknologi dan inovasi antar petani dan nelayan se-Indonesia. Pada edisi ke XVII di Gorontalo ini, rangkaian acara diisi dengan berbagai kegiatan bergengsi seperti Asah Terampil, Karya Wirausaha, Temu Karya, Unjuk Tangkas, Gita Nusantara, pameran pertanian, hingga pameran alat dan mesin pertanian (alsintan) serta teknologi pertanian modern. Perhelatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI pada 20 Juni 2026 dan dijadwalkan akan ditutup oleh Presiden RI pada Rabu, 24 Juni 2026.
Kontingen Jawa Tengah menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Provinsi Gorontalo. Dalam agenda utama Temu Karya, Provinsi Jawa Tengah sukses menyabet penghargaan Juara I lewat karya inovatif bertajuk “Pengelolaan Kelembaban Tanah Tadah Hujan dalam Sistem Methuk Jempolan IP 400”, Juara II Karya Wirausaha, dan Juara III Asah Terampil.
Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi pertanian yang dikembangkan oleh petani Jawa Tengah mampu bersaing di level nasional. Inovasi tersebut sekaligus menawarkan solusi konkret terhadap tantangan perubahan iklim, khususnya bagi pengelolaan lahan tadah hujan yang rentan. Pencapaian ini mempertegas dominasi Provinsi Jawa Tengah di ajang nasional yang diikuti oleh 19 provinsi tersebut.
Keberhasilan kolektif Jawa Tengah ini tidak lepas dari kontribusi aktif para peserta daerah, termasuk Kabupaten Purworejo. Dalam ajang PENAS XVII ini, Kabupaten Purworejo diwakili oleh :
1. Yogo Triyanto (Ketua KTNA Kabupaten Purworejo)
2. Anang Mustofa (Pemuda Tani & Pengurus KTNA)
3. Khamid (Ketua KTNA Kecamatan Bener)
4. Widodo (Pendamping dari DKPP Kabupaten Purworejo)
Tidak sekadar berkompetisi, momentum PENAS XVII juga dimanfaatkan oleh Kabupaten Purworejo untuk memamerkan sejumlah produk agroindustri unggulan daerahnya di stan pameran. Beberapa produk yang sukses menarik perhatian pengunjung antara lain:
a) Kopi Kapten (Kecamatan Kaligesing): Produk olahan kopi di bawah binaan langsung Kepala DKPP Purworejo, Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M.
b) Kopi Benowo & Kopi Medono (Kecamatan Bener): Kopi khas kawasan perbukitan Menoreh yang sudah dikenal luas akan kualitasnya.
c) Gula Aren Desa Benowo: Produk pemanis alami unggulan dari Kecamatan Bener.
d) Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) Ketangi: Produk olahan pangan lokal berbahan dasar singkong yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan terus berkembang.
Kehadiran produk-produk ini diharapkan dapat memperluas pasar dan mempromosikan potensi agribisnis Purworejo ke tingkat nasional.






