Penanganan Distokia pada Kambing, Solusi untuk Menghadapi Partus yang Bermasalah

By DINPPKP 10 Feb 2025, 14:24:42 WIB Peternakan dan Keswan

Penanganan Distokia pada Kambing,

Solusi untuk Menghadapi Partus yang Bermasalah



Pada hari Ahad, 9 Pebruari 2025, ada laporan kejadian indukan kambing mengalami kesulitan melahirkan. Kambing tersebut milik Bapak Nur Hasyim, Cacaban Kidul, Bener. Anak kandang menemukan seekor induk yang menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan, gelisah, mengembik dan kakinya digaruk-garukkan ke lantai kandang pada pukul 06.00 pagi. Setelah ditunggu sampai dua jam ternyata cempe belum bisa keluar dan hanya dua kaki depannya yang nampak keluar dari saluran peranakan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke UPT Puskeswan Pada pukul 08.00 WIB. Kepala UPT menugaskan medik veteriner untuk menangani kasus tersebut.

Indukan Yang Mengalami Distokia

Distokia pada kambing adalah suatu kondisi di mana kelahiran anak kambing mengalami kesulitan atau hambatan. Distokia ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ukuran foetus (janin) yang terlalu besar, posisi foetus yang tidak normal, atau masalah pada saluran kelahiran. Penanganan distokia yang cepat dan tepat sangat penting untuk menyelamatkan induk kambing dan anak kambing yang akan dilahirkan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan cara penanganan distokia pada kambing.

Penyebab Distokia pada Kambing

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan distokia pada kambing antara lain:

  1. Ukuran Foetus yang Terlalu Besar, Kambing bunting dengan anak yang ukuran foetus terlalu besar dapat menyebabkan kesulitan saat melahirkan, apalagi jumlah foetusnya lebih dari satu (kembar). Ukuran foetus yang terlalu besar kadangkala bisa melampui ukuran kapasitas jalan lahir.
  2. Posisi Foetus yang Tidak Normal, Posisi foetus yang salah, seperti adanya flexi anggota gerak tubuh, leher maupun punggung akan menyulitkan proses kelahirannya. Apalagi jika jumlah anak dalam kandungan lebih dari satu (kembar), seringkali anakannya berebut jalan lahir sehingga tidak bisa keluar.
  3. Kekuatan Kontraksi Rahim yang Tidak Cukup, Kadang-kadang, kontraksi rahim yang lemah dapat menghambat proses persalinan yang normal, menyebabkan kelahiran yang lebih lama dan berisiko tinggi.
  4. Penyakit atau Cacat pada Saluran Kelahiran Infeksi atau malformasi pada saluran kelahiran juga dapat menghalangi jalan lahir, sehingga menyebabkan distokia.
  5. Masalah pada Induk Kambing Usia tua, kelelahan, atau kelainan anatomi pada induk kambing dapat meningkatkan risiko terjadinya distokia.

Gejala Distokia pada Kambing

Beberapa gejala distokia pada kambing yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kesulitan dalam Persalinan: Induk kambing sering kali mengeluarkan tanda-tanda kesulitan, seperti berusaha mengejan terlalu lama atau tidak dapat mengeluarkan anak sama sekali.
  • Keluarnya Cairan yang Tidak Normal: Jika cairan ketuban berwarna hijau atau kecoklatan, bisa menunjukkan adanya masalah dengan kondisi foetus.
  • Posisi Tidak Normal: Ketika melihat bagian tubuh janin yang tidak berada dalam posisi yang tepat (misalnya kaki atau kepala terlihat terlebih dahulu), bisa jadi merupakan tanda distokia.
  • Kondisi Induk yang Lemah: Induk kambing tampak sangat lelah atau tertekan, yang dapat menunjukkan adanya kesulitan persalinan.

Penanganan Distokia pada Kambing

Jika distokia terdeteksi, penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk menyelamatkan induk dan anak kambing. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

Pada kasus ini, tindakan yang dilakukan adalah dengan melakukan reposisi manual terhadap posisi foetus. Kaki depan  foetus yang terlanjur keluar dimasukkan kembali untuk mendapatkan area yang lebih longgar dan bisa menemukan posisi kepala. Setelah kepala ditemukan, posisinya diatur agar mudah dikeluarkan, tarik pelan-pelan sampai kepala keluar dari saluran peranakan. Kemudian kepala dan kedua kaki depan ditarik dengan hati—hati dan pelan-pelan sampai semua bagian tubuh foetus keluar bersamanya. Alhamdulillah kasus ini dapat ditangani dengan baik dan dalam waktu tujuh menit  foetus berhasil dikeluarkan.

                                                                                                     Proses Penanganan Distokia

Namun ada kalanya foetus tidak bisa dikeluarkan melalui saluran peranakan secara normal misalnya karena ukurannya yang melampui kapasitas maka harus dilakukan tindakan lain untuk solusinya. Untuk kasus distokia karena ukuran cempe yang terlalu besar bisa dengan tindakan operasi caesar untuk mengeluarkan cempenya meskipun tindakan ini membutuhkan biaya yang besar untuk obat bius dan benang jahit serta resiko pasca operasi yang besar dan dapat mengancam kehidupan induk kambing.

Alternatif lainnya adalah dengan tindakan foetotomi, suatu tindakan mengeluarkan tubuh foetus bagian demi bagian dengan cara memotongnya. Tindakan ini dilakukan jika foetus telah mati didalam kandungan.

Untuk mencegah kejadian distokia di masa depan, penting untuk memantau kesehatan kambing selama masa kebuntingan. Berikan asupan pakan yang bergizi dan mencukupi baik kuantitas maupun kualitasnya. Untuk kambing yang lebih tua atau memiliki riwayat distokia sebelumnya, pemantauan lebih intensif dapat dilakukan menjelang waktu kelahiran.

Kesimpulan

Distokia pada kambing adalah masalah yang serius dan dapat mengancam keselamatan induk maupun cempenya. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan siap menghadapi kemungkinan ini. Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab, gejala, dan penanganan yang tepat, pemilik dapat mengurangi risiko distokia dan memastikan kelahiran yang aman dan sehat bagi kambing. Jika kesulitan terjadi, selalu konsultasikan dengan dokter hewan untuk penanganan yang lebih tepat dan aman.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung