- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Penanganan Distokia pada Kambing, Solusi untuk Menghadapi Partus yang Bermasalah
Penanganan
Distokia pada Kambing,
Solusi untuk Menghadapi Partus yang Bermasalah
Pada hari Ahad, 9 Pebruari 2025, ada laporan kejadian indukan kambing mengalami kesulitan melahirkan. Kambing tersebut milik Bapak Nur Hasyim, Cacaban Kidul, Bener. Anak kandang menemukan seekor induk yang menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan, gelisah, mengembik dan kakinya digaruk-garukkan ke lantai kandang pada pukul 06.00 pagi. Setelah ditunggu sampai dua jam ternyata cempe belum bisa keluar dan hanya dua kaki depannya yang nampak keluar dari saluran peranakan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke UPT Puskeswan Pada pukul 08.00 WIB. Kepala UPT menugaskan medik veteriner untuk menangani kasus tersebut.
Indukan
Yang Mengalami Distokia
Distokia
pada kambing adalah suatu kondisi di mana kelahiran anak kambing mengalami
kesulitan atau hambatan. Distokia ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor,
termasuk ukuran foetus (janin) yang terlalu besar, posisi foetus
yang tidak normal, atau masalah pada saluran kelahiran. Penanganan distokia
yang cepat dan tepat sangat penting untuk menyelamatkan induk kambing dan anak
kambing yang akan dilahirkan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai penyebab,
gejala, dan cara penanganan distokia pada kambing.
Penyebab
Distokia pada Kambing
Beberapa
faktor yang dapat menyebabkan distokia pada kambing antara lain:
- Ukuran Foetus yang Terlalu Besar, Kambing bunting dengan anak yang ukuran
foetus terlalu besar dapat menyebabkan kesulitan saat melahirkan,
apalagi jumlah foetusnya lebih dari satu (kembar). Ukuran foetus
yang terlalu besar kadangkala bisa melampui ukuran kapasitas jalan lahir.
- Posisi Foetus yang Tidak Normal, Posisi foetus yang salah, seperti
adanya flexi anggota gerak tubuh, leher maupun punggung akan menyulitkan
proses kelahirannya. Apalagi jika jumlah anak dalam kandungan lebih dari
satu (kembar), seringkali anakannya berebut jalan lahir sehingga tidak
bisa keluar.
- Kekuatan Kontraksi Rahim yang Tidak Cukup, Kadang-kadang, kontraksi rahim yang
lemah dapat menghambat proses persalinan yang normal, menyebabkan
kelahiran yang lebih lama dan berisiko tinggi.
- Penyakit atau Cacat pada Saluran
Kelahiran
Infeksi atau malformasi pada saluran kelahiran juga dapat menghalangi
jalan lahir, sehingga menyebabkan distokia.
- Masalah pada Induk Kambing Usia tua, kelelahan, atau kelainan
anatomi pada induk kambing dapat meningkatkan risiko terjadinya distokia.
Gejala
Distokia pada Kambing
Beberapa gejala distokia pada kambing yang
perlu diperhatikan antara lain:
- Kesulitan dalam Persalinan: Induk kambing sering kali mengeluarkan
tanda-tanda kesulitan, seperti berusaha mengejan terlalu lama atau tidak
dapat mengeluarkan anak sama sekali.
- Keluarnya Cairan yang Tidak Normal: Jika cairan ketuban berwarna hijau atau
kecoklatan, bisa menunjukkan adanya masalah dengan kondisi foetus.
- Posisi Tidak Normal: Ketika melihat bagian tubuh janin yang
tidak berada dalam posisi yang tepat (misalnya kaki atau kepala terlihat
terlebih dahulu), bisa jadi merupakan tanda distokia.
- Kondisi Induk yang Lemah: Induk kambing tampak sangat lelah atau
tertekan, yang dapat menunjukkan adanya kesulitan persalinan.
Penanganan
Distokia pada Kambing
Jika
distokia terdeteksi, penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk
menyelamatkan induk dan anak kambing. Berikut ini adalah langkah-langkah yang
dapat dilakukan:
Pada kasus ini, tindakan yang dilakukan adalah dengan melakukan reposisi manual terhadap posisi foetus. Kaki depan foetus yang terlanjur keluar dimasukkan kembali untuk mendapatkan area yang lebih longgar dan bisa menemukan posisi kepala. Setelah kepala ditemukan, posisinya diatur agar mudah dikeluarkan, tarik pelan-pelan sampai kepala keluar dari saluran peranakan. Kemudian kepala dan kedua kaki depan ditarik dengan hati—hati dan pelan-pelan sampai semua bagian tubuh foetus keluar bersamanya. Alhamdulillah kasus ini dapat ditangani dengan baik dan dalam waktu tujuh menit foetus berhasil dikeluarkan.
Proses Penanganan Distokia
Namun ada
kalanya foetus tidak bisa dikeluarkan melalui saluran peranakan secara
normal misalnya karena ukurannya yang melampui kapasitas maka harus dilakukan
tindakan lain untuk solusinya. Untuk kasus distokia karena ukuran cempe yang
terlalu besar bisa dengan tindakan operasi caesar untuk mengeluarkan
cempenya meskipun tindakan ini membutuhkan biaya yang besar untuk obat bius dan
benang jahit serta resiko pasca operasi yang besar dan dapat mengancam
kehidupan induk kambing.
Alternatif
lainnya adalah dengan tindakan foetotomi, suatu tindakan mengeluarkan
tubuh foetus bagian demi bagian dengan cara memotongnya. Tindakan ini
dilakukan jika foetus telah mati didalam kandungan.
Untuk
mencegah kejadian distokia di masa depan, penting untuk memantau kesehatan
kambing selama masa kebuntingan. Berikan asupan pakan yang bergizi dan mencukupi
baik kuantitas maupun kualitasnya. Untuk kambing yang lebih tua atau memiliki
riwayat distokia sebelumnya, pemantauan lebih intensif dapat dilakukan
menjelang waktu kelahiran.
Kesimpulan
Distokia
pada kambing adalah masalah yang serius dan dapat mengancam keselamatan induk maupun
cempenya. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan siap menghadapi
kemungkinan ini. Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab, gejala, dan
penanganan yang tepat, pemilik dapat mengurangi risiko distokia dan memastikan
kelahiran yang aman dan sehat bagi kambing. Jika kesulitan terjadi, selalu
konsultasikan dengan dokter hewan untuk penanganan yang lebih tepat dan aman.






