- Bangun Semangat Baru, Gapoktan Sido Makmur Gelar RAT dan Reorganisasi Pengurus PUAP 2026–2031
- Kunjungan Study Tiru Petani Blora ke Desa DKrandegan, Bayan
- DKPP Purworejo Verifikasi CPCL SL Tembakau 2026 di Kelompok Tani Makmur Tani Desa Kambangan
- Tak Mau Kalah dengan Bapak-Bapak, KWT Sumber Barokah Praktek Membuat Silase untuk Kemudahan Beternak Kambing
- Pengendalian ‘Kresek’ pada Padi di Desa Kalimati, Libatkan Petani, PPL, dan Babinsa
- Resah dengan Serangan Hama Tikus, Petani Lakukan Pengendalian Bersama
- Teknologi UGV, Bantu Petani Kendalikan OPT dengan Mudah
- MENGHADIRI PERESMIAN PROYEK TAHUN 2025 & KENDURI AGUNG HARI JADI PURWOREJO KE-195
- Kelompok Tani Arso Basuki Sepakati MT II Serentak, Bahas Antisipasi Hama dan Penyakit Padi
- BPP Bruno dan POPT melakukan Monitoring Pertanaman Padi Gogo di KT Buwana Jaya Kambangan Bruno
Pemantauan Kadang Ayam Petelur di desa Surorejo kecamatan Banyuurip

Pemantauan
Kadang Ayam Petelur di desa Surorejo kecamatan Banyuurip
Menindaklanjuti
laporan warga Desa Surorejo, Kecamatan Banyuurip kepada Dinas Lingkungan Hidup
dan Perikanan (DLHP), sebagai respon cepat DLHP berkolaborasi dengan Tim
Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) yaitu drh. Fauziyah
bersama dengan Koordinator PPL Banyuurip melakukan kunjungan dan pembinaan ke
Kandang Ayam Petelur milik Bapak Misdar yang berlokasi di RT 01 RW 01, Desa
Surorejo, Banyuurip pada Hari Senin (05/05/2025). Didapati pada kandang ayam
tersebut berisi populasi 300 ekor ayam petelur dan sudah berjalan selama 2
tahun. Isi aduan yang berasal dari salah satu warga menjelaskan bahwa
lingkungan disekitar terjadi pencemaran bau dan banyak lalat.
Hasil
kegiatan kunjungan dan pembinaan kandang ayam petelur menunjukkan bahwa Tim
tidak menemukan adanya bau menyengat yang signifikan, hanya terdapat lalat
tetapi dengan jumlah yang masih normal. Menurut penuturan pemilik kandang,
setiap hari dilaksanakan pembersihan kandang, penyemprotan desinfektan setiap
tiga hari sekali, penyemprotan penghilang bau dan penaburan kapur pada kotoran
ayam.
Saran
yang diberikan oleh Tim Pembina adalah pemasangan paranet rapat menutup seputar
kandang dengan ketinggian minimal 2 meter, sebagai antisipasi penyebaran lalat berkeliaran/mencemari
lingkungan di luar kandang. Karena pada musim penghujan dimana kondisi udara
lembab dapat mengakibatkan peningkatan jumlag lalat. Serta pada tempat – tempat
tertentu yang kurang sinar matahari, semisalsaat timbunan kotoran banyak, bahan
pakan jagung tidak kering maksimal saat penjemuran dapat menjadi tempat
berkembang biak lalat.






