- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Pemantauan Kadang Ayam Petelur di desa Surorejo kecamatan Banyuurip

Pemantauan
Kadang Ayam Petelur di desa Surorejo kecamatan Banyuurip
Menindaklanjuti
laporan warga Desa Surorejo, Kecamatan Banyuurip kepada Dinas Lingkungan Hidup
dan Perikanan (DLHP), sebagai respon cepat DLHP berkolaborasi dengan Tim
Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) yaitu drh. Fauziyah
bersama dengan Koordinator PPL Banyuurip melakukan kunjungan dan pembinaan ke
Kandang Ayam Petelur milik Bapak Misdar yang berlokasi di RT 01 RW 01, Desa
Surorejo, Banyuurip pada Hari Senin (05/05/2025). Didapati pada kandang ayam
tersebut berisi populasi 300 ekor ayam petelur dan sudah berjalan selama 2
tahun. Isi aduan yang berasal dari salah satu warga menjelaskan bahwa
lingkungan disekitar terjadi pencemaran bau dan banyak lalat.
Hasil
kegiatan kunjungan dan pembinaan kandang ayam petelur menunjukkan bahwa Tim
tidak menemukan adanya bau menyengat yang signifikan, hanya terdapat lalat
tetapi dengan jumlah yang masih normal. Menurut penuturan pemilik kandang,
setiap hari dilaksanakan pembersihan kandang, penyemprotan desinfektan setiap
tiga hari sekali, penyemprotan penghilang bau dan penaburan kapur pada kotoran
ayam.
Saran
yang diberikan oleh Tim Pembina adalah pemasangan paranet rapat menutup seputar
kandang dengan ketinggian minimal 2 meter, sebagai antisipasi penyebaran lalat berkeliaran/mencemari
lingkungan di luar kandang. Karena pada musim penghujan dimana kondisi udara
lembab dapat mengakibatkan peningkatan jumlag lalat. Serta pada tempat – tempat
tertentu yang kurang sinar matahari, semisalsaat timbunan kotoran banyak, bahan
pakan jagung tidak kering maksimal saat penjemuran dapat menjadi tempat
berkembang biak lalat.






