- Audit BPK Turun ke Lapangan, DKPP Purworejo Tunjukkan Transparansi Program Hibah
- Pelatihan Kader Zoonosis, Upayakan Prinsip One Health
- Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
- HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL
- Pembukaan Sekolah Lapang (SL) Kelapa Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo
- Penguatan Silaturahmi dan Sinergi Petani melalui Pertemuan KTNA dan Halal Bihalal Kecamatan Bener Tahun 2026 dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
- Akselerasi Sertifikasi Organik, KEP KOPRAL Purworejo Perkuat Administrasi dan Standar Budidaya
Pelatihan Literasi Edukasi Keuangan (PLEK) Bagi Pengurus dan Anggota Kelompok Tani IPDMIP Desa Tepus Kulon, Kutoarjo

Pelatihan Literasi Edukasi Keuangan (PLEK) Bagi Pengurus dan Anggota Kelompok Tani IPDMIP Desa Tepus Kulon Kecamatan Kutoarjo
Pertemuan Pelatihan Literasi Edukasi Keuangan (PLEK) di Balai Desa Tepus Kulon Kecamatan Kutoarjo (Rabu/21 September 2022) dihadiri oleh Tim dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur yang diwakili oleh Bapak Wiwit, PPL Kecamatan Kutoarjo, 25 pasang suami istri dari Desa Tepus Kulon dan 25 pasang suami istri dari Desa Tepus Wetan. Pelatihan dibuka oleh Bapak Wiwit dari BBPP Batu dan dimulai dari jam 08.00 s/d 13.00 WIB. Penyampaian Materi Pertemuan PLEK dengan judul Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga disampaikan oleh fasilitator Bapak Hermawan, SP PPL Kecamatan Kutoarjo. Setelah berlatih diharapkan peserta dapat mengelola keuangan rumah tangga dengan baik dan benar. Indikator hasil belajar antara lain peserta dapat mengelola tabungan, pendapatan dari kegiatan usahatani atau dari kegiatan lainnya, menyusun anggaran pengeluaran terutama anggaran untuk konsumsi pangan rumah tangga yang sesuai dengan kebutuhan gizi, membandingkan antara realisasi biaya atas anggaran perencanaan yang telah disusun.
Petani diharapkan mampu mengelola segala yang terkait dengan keuangan rumah tangga agar dapat mewujudkan rencana-rencana atau tujuan yang ingin dicapai keluarga. Pencatatan keuangan rumah tangga bertujuan untuk menilai situasi keuangan rumah tangga secara keseluruhan, mengidentifikasi kegiatan yang memungkinkan dilakukan penghematan, menyiapkan anggaran rumah tangga untuk tahun berikutnya, dan membandingkan angka realisasi dengan perencanaan dan menarik kesimpulan sebagai dasar penyusunan perencanaan tahun berikutnya.
Ciri pola hidup surplus yaitu pengeluaran lebih kecil daripada pemasukan, menabung. Kunci pola hidup surplus antara lain kenali dan rencanakan keuangan sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan, rencanakan keuangan sesuai dengan kemampuan, setiap pemasukan dan pengeluaran dibiasakan untuk dicatat, buat catatan terpisah antara keuangan keluarga dan usaha, biasakan menabung, dan investasi untuk tabungan masa depan.
(Pengirim : Reny Marlina Yushanita, SP PPL Kecamatan Kutoarjo)






