Panen Perdana Poktan Sido Waras Karanggedang Tembus 10,4 Ton/Ha Berkat Inovasi Baru

By DINPPKP 11 Mar 2025, 08:13:15 WIB Penyuluhan
Panen Perdana Poktan Sido Waras Karanggedang Tembus 10,4 Ton/Ha Berkat Inovasi Baru

Panen Perdana Poktan Sido Waras Karanggedang Tembus 10,4 Ton/Ha Berkat Inovasi Baru

______________

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno semakin menyala

______________

Karanggedang, Bruno (10 Maret 2025) – Kelompok Tani Sido Waras  yang diketuai oleh Nizar hari ini melakukan panen perdana di lahan persawahan Desa Karanggedang. Kegiatan panen diawali dengan melakukan ubinan. Sementara PPLnya Maryoto yang sedang absen sebagai narasumber Pelatihan Mocaf di desa Puspo,  kegiatan ubinan ini diwakili  Elindri dan Suyitno. Berdasarkan pengukuran produksi padi dengan luasan 2.5 m x 2.5 m hasilnya diluar dugaan, mencapai 10,48 ton per hektar. Angka ini jauh diatas rata-rata produksi setempat yang biasanya hanya berkisar 4,5 hingga 5,5 ton per hektar.

 

Keberhasilan panen perdana ini tidak terlepas dari peran PPL Maryoto, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Karanggedang, yang berani menawarkan inovasi dalam budidaya padi. Salah satu terobosannya adalah penggunaan varietas benih baru Raja Bogor yang sebelumnya tidak banyak dikenal oleh petani setempat dan aplikasi  POC nitrobacter serta sedikit Phonska. Meskipun awalnya sempat menuai keraguan, pendekatan ilmiah dan pendampingan intensif dari PPL Maryoto terbukti berhasil meningkatkan hasil panen secara signifikan.

 

Dalam foto-foto yang diabadikan di lokasi panen, tampak para petani sibuk merontokkan padi dengan alat sederhana. Sementara beberapa lainnya menimbang hasil panen dengan timbangan digital. Angka 6,920 kg yang terlihat pada timbangan merupakan salah satu sampel hasil ubinan yang selanjutnya dihitung untuk memperkirakan total produksi per hektar.

 

Keberhasilan ini memberikan harapan baru bagi program ketahanan pangan, khususnya di wilayah desa Karanggedang dan  sekitarnya. Dengan meningkatnya produktivitas padi diharapkan masyarakat setempat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri, tetapi juga berpotensi menyuplai ke daerah lain. Inovasi yang dikembangkan Maryoto bersama Poktan Sido Waras dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani lain dalam mengoptimalkan produksi pertanian.

 

Selain meningkatkan kesejahteraan petani, pencapaian ini juga diharapkan dapat mendukung visi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Apabila praktik pertanian berinovasi terus diperluas, produksi pangan dalam negeri akan semakin stabil dan mampu mengurangi ketergantungan pada impor.

 

Melihat keberhasilan panen perdana ini, Elindri  mewakili Maryoto  menyarankan agar petani terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, termasuk penerapan teknologi tepat guna, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama ramah lingkungan. Pemerintah daerah juga diharapkan memberikan dukungan, baik melalui pelatihan berkelanjutan maupun bantuan sarana produksi, agar inovasi ini dapat semakin meluas dan bermanfaat bagi seluruh petani di wilayah Bruno.

 

Kedepannya sinergi antara pemerintah, PPL, dan kelompok tani sangat dibutuhkan untuk menjaga tren positif peningkatan produksi padi di Desa Karanggedang. Diharapkan, kesuksesan Poktan Sido Waras menjadi inspirasi bagi daerah lain, sehingga sektor pertanian semakin kuat dan berkontribusi besar terhadap kemandirian pangan nasional.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung