Panen Perdana Jagung Pioneer P35 Oleh Bupati Purworejo

By DINPPKP 23 Nov 2021, 13:40:59 WIB Kegiatan
Panen Perdana Jagung Pioneer  P35 Oleh Bupati Purworejo

Sektor pertanian menjadi salah satu sektor perekonomian yang terus menunjukkan kinerja positif selama masa pandemi Covid-19. Pada Triwulan II 2021, sektor pertanian tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 0,38%.

Bupati Purworejo, R.H Agus Bastian, SE, MM untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat Purworejo mempunyai misi yaitu Purworejo Berdaya Saing 2025. Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu misi yang digalakkan yaitu meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luas yang sinergi dengan UMKM perdagangan dan industri. Program Unggulan yang dicanangkan oleh Bupati yaitu :

  1. Pemanfaatan Sistem Resi Gudang
  2. Modernisasi alsintan untuk petani
  3. Edukasi, koordinasi dan penerapan pola tanam tumpangsari
  4. Subsidi pupuk untuk petani
  5. Optimalisasi sektor unggulan di tanah marginal
  6. Gerakan menanam di pekarangan durian, manggis dan ketela
  7. Fasilitasi pemasaran hasil perkebunan kelapa
  8. Pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi

Dari berbagai komoditas pertanian yang terus dikembangkan, komoditi jagung merupakan salah satu komoditas unggulan yang berkontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan industri, khususnya peternakan unggas.

Senin 22 November 2021 bertempat di Rest Area esa epokrejo dilakukan panen perdana demplot jagung Pioneer 35 dengan aplikasi Pupuk cofarming Fotosintesa, dengan dihadiri oleh Bapak Bupati Purworejo R.H Agus Bastian, SE, MM, Kepala DinPPKP Wasit Diono, S.Sos, Kabag Humas dan Protokoler Rita Purnama, S.TP, MM, Forkompinca Kecamatan Ngombol, Perwakilan dari Ecofarming dan Pioneer, Pemerintah Desa Depokrejo, Gapoktan dan Kelompok tani Desa Depokrejo, dengan jumlah peserta 50 orang.

Acara diawali dengan panen perdana jagung di lahan tegalan milik Bpk Legino yang dilakukan oleh tamu undangan, dilanjutkan ceremonial peresmian Rest Area Desa Depokrejo yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bapak Bupati Purworejo. Dalam sambutannya Kepala Desa Depokrejo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Purworejo yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk menghadiri acara di Depokrejo. Potensi sumber daya alam di Desa Depokrejo juga sangat melimpah, dimana luas lahan sawah 11 hektar dan luas tegalan 110,78 hektar. Komoditas yang diusahakan yaitu tanaman pangan dan hortikultura, salah satunya yaitu jagung. Tanaman ini menjadi primadona di tingkat petani karena harga relatif tinggi yaitu Rp 5.000 – Rp 5.200 per kilo pipilan kering. Dengan aplikasi Ecofarming pada lahan jagung dapat meningkatkan produktivitas sehingga dapat menambah kesejahteraan petani.

Bupati Purworejo, menyampaikan bahwasanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Purworejo harus dilakukan intensifikasi lahan pertanian, salah satunya penggunaan sarana produksi pertanian yang memadai dan modern. Pioneer merupakan salah satu varietas benih jagung yang layak dikembangkan oleh petani di Kabupaten Purworejo. Hal ini disebabkan tongkol jagung yang dihasilkan memiliki ukuran yang besar panjang dengan biji yang padat. Dengan karaktersitik tersebut, tentu saja diperoleh produksi yang maksimal.

Dalam sambutannya, Kadin PPKP Wasit Diono, menyampaikan bahwa Pupuk Organik Ecofarming Fotosintesa (full organik) yang mempunyai manfaat peningkatan undur hara tanah, mengurai bahan organik dalam tanah, meningkatkan pH tanah, mengembalikan kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia, menyediakan unsur hara siap diserap tanaman, sehingga tanaman lebih kuat dan sehat (tahan terhadap serangan penyakit), mempercepat masa panen dan memaksimalkan kualitas tanaman. Diharapkan dengan penggunaan pupuk ini menjadi solusi peningkatan hasil pertanian dengan teknologi tepat guna. Dari hasil ubinan yang dilakukan oleh PPL Kecamatan Ngombol beserta kelompok tani, diperoleh hasil 11,063 ton/ha pipil kering, terjadi peningkatan hasil dibandingkan dengan sistem konvensional sebesar 6 ton/ha pipil kering. Berarti dengan menggunakan Ecofarming Fotosintesa ada peningkatan hasil 5,063 ton/ha. Lebih mudahnya aplikasi lahan milik Pak Legino dengan luas area 3.000 m2 dengan menggunakan konvensional menghasilkan 1,8 ton. Sedangkan dengan ecofarming Fotosintesa hasilnya 3,318 ton ada kenaikan 1,518 ton.

Selain acara panen perdana, untuk mendukung dan meningkatkan produksi pertanian dilakukan pembangunan penganekaragaman komoditas hortikultura berupa buah-buahan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini juga dilakukan penyerahan bibit alpukat untuk Desa Wasiat, Wingkosanggrahan, Wingkotinumpuk, Wingkomulyo dan Wingkosigromulyo, dan Depokrejo. Semoga dengan adanya stimulus pemberian bibit alpukat dapat meningkatkan pemanfaatan tanah pekarangan sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

by. Bakti Woro H, PPL Ngombol





Berita Purworejo

Counter Pengunjung