- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Panen Kopi Robusta Petik Merah KT Mbangun Tani Desa Medono
Panen Kopi Robusta Petik Merah
KT Mbangun Tani Desa Medono
Medono, 12 Juni 2025 – Bapak Slamet Merupakan salah satu petani Penggiat
kopi yang mempelopori budi daya kopi Robusta secara intensif. Beliau merupakan
anggota KT mbangun Tani yang sudah pernah mengikuti kegiatan sekolah lapang
Kopi dari dinas ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten purworejo dan
mengaplikasikan dilahannya. Beliau sudah melakukan pemangkasan cabang dan
melakukan sambung pucuk dan Panen petik merah.
Kopi Robusta merupakan jenis kopi yang tumbuh baik didataran rendah
dengan ketinggian 100 – 600 mdpl, suhu udara ideal 21 -24 °C dan Curah hujan
antara 1250 – 2500mm/tahun dan membutuhkan tanaman naungan untuk mlindungi
tanaman kopi dari paparan sinar matahari langsung. Tanaman naungan yang
digunakan oleh bapak slamet salah satunya pohon pisang yang dapat menyimpan air
sehingga pada saat musim kemarau tanaman kopi tidak kekurangan air untuk
pertumbuhannya.
Untuk petani kopi di sekitarnya beberapa masih membudidayakan tanaman
kopi songgo langit/belum disambung yang pohonnya menjulang tinggi dan susah
untuk melakukan pemanenan. Mereka masih melakukan petik kopi campur (hijau,
kuning, merah) karena mereka tidak sabar menunggu merah karena desakan ekonomi
yang tiudak bisa ditunda. Kopi merupakan salah satu hasil utama petani untuk
memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Hari ini Kamis 12 Juni 2025 Bapak slamet bersama koordinator PPL dan
Penyuluh Pertanian Kecamatan Bener melakukan panen kopi petik merah. Kopi yang
dipetik dipilih yang benar-benar Merah sehingga biji kopi yang dihasilkan
merupakan biji kopi kualitas super. Setelah dipanen ceri kopi dijemur dan
dilakukan sortasi sehingga benar-benar biji kopi pilihan yang dihasilkan. Untuk
Penjemuran sudah dilakukan dengan menggunakan para-para, sehingga aroma kopi
yang dihasilkan tidak terkontaminasi aroma yang ada disekitar karena sifat kopi
menyerap aroma yang ada disekitarnya. Jika dijemur dibawah bila ada kotoran
ayam, kucing disekitarnya akan terserap sehingga ketika diseduh akan
menghasilkan aroma kotoran ayam ataupun kotoran kucing.
Selain petani kopi pak slamet juga melakukan usaha dibidang perkopian,
beliau sebagai pengepul kopi hasil panen petani baik dalam bentuk ceri maupun
berasan, juga jasa penggilingan kupas kulit, jasa rosting kopi dan juga sudah
memproduksi bubuk kopi. Untuk pemasaran roasbean kualitas Grade A tidak
mengalami masalah karena permintaannya cukup tinggi dari kafe yang ada
dipurworejo dan jogja. Untuk kopi berasan yang panen campur dijual di
Purworejo.
Beliau mulai mengajak petani disekitar untuk memanen kopi dengan petik
merah untuk meningkatkan pendapatan petani, beliau siap menampung hasil panen
dalam bentuk ceri maupun bersan dengan harga yang lebih tinggi untuk memenuhi
permintaan pasar yang cukup tinggi. Untuk produk bubuk kopi dijual dengan
kemasan dan sudah menggunakan merk Kopi Cemeng. Bagi petani yang akan menanam
kopi, pak slamet juga menyediakan bibit kopi sambung pucuk yang dapat cepat
berbuah.






