- SUBALI SAPIRA (Suburkan Kembali Sapi Rakyat)
- DKPP Purworejo Kembali Pastikan Kualitas Kambing Jawa Randu untuk Penerima Hibah 2026
- KTNA Kecamatan Bener Gelar Pertemuan dan Tanam Benih Padi Metode PM-AAS
- PERUM BULOG DAN DKPP PURWOREJO GELAR EVALUASI BANTUAN PANGAN CPP
- KWT Margo Dadi Prapaglor Belajar Buat PSB
- Seleksi Tahap Kedua Tuntas, DKPP Pastikan 55 Domba Hibah Siap Disalurkan kepada Kelompok
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Gelar Monev Alsintan di Pituruh
- PERINGATI HKG PKK KE-54, RATUSAN KADER PKK PURWOREJO ANTUSIAS SERBU GERAKAN PANGAN MURAH DI PENDOPO PURWOREJO
- Tingkatkan Angka Kebuntingan Sapi Peternak, Program Subali Sapira Beraksi Lagi di Kedungpomahan Kulon
- RAKOR PEMANTAUAN STOK DAN HARGA DI TINGKAT PRODUSEN DAN KONSUMEN BULAN AGUSTUS 2026
Panen dan Ubinan di Desa Ketiwijayan: Kolaborasi Petani dan Penyuluh Pertanian Wujudkan Data Akurat Produktivitas Padi

Panen dan Ubinan di Desa Ketiwijayan: Kolaborasi Petani dan Penyuluh Pertanian Wujudkan Data Akurat Produktivitas Padi
Pada musim panen ini, suasana di lahan persawahan Desa Ketiwijayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, terasa lebih hidup. Bukan sekadar panen biasa, kegiatan kali ini sekaligus menjadi momen penting pelaksanaan ubinan sebagai metode pengukuran hasil produksi padi. Kegiatan ini melibatkan langsung petani setempat bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo.
Pelaksanaan ubinan dilakukan di lahan sawah milik salah satu petani aktif di Desa Ketiwijayan. Metode ubinan ini dilakukan dengan cara menentukan petak contoh berbentuk persegi berukuran 2,5 meter x 2,5 meter (luas 6,25 m²), yang dipilih secara acak dan mewakili kondisi pertanaman. Di lokasi tersebut, tanaman padi dipanen dan hasilnya ditimbang sebagai data produktivitas.
Dari hasil ubinan, diperoleh berat gabah panen sebesar 5,35 kilogram untuk luasan 6,25 meter persegi. Setelah dikonversikan ke satuan per hektar (10.000 m²), hasil ini menunjukkan angka 8,56 ton per hektar — capaian yang tergolong tinggi dan menjadi indikator positif bagi produktivitas padi di wilayah tersebut.
Angka ini bukan semata-mata hasil kebetulan, melainkan buah dari sinergi berbagai faktor:
· Pendampingan intensif oleh PPL, yang terus memberikan arahan teknis budidaya padi, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan varietas unggul, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama dan penyakit.
· Penerapan teknologi budidaya, seperti penggunaan benih bermutu dan sistem tanam jajar legowo yang meningkatkan sirkulasi udara dan sinar matahari ke tanaman.
· Kesadaran dan semangat petani dalam mengikuti anjuran teknis serta manajemen pertanaman yang baik.
Kegiatan ubinan ini tidak hanya menjadi rutinitas monitoring, tetapi juga bagian dari pengumpulan data statistik pertanian yang penting bagi perencanaan ketahanan pangan, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga nasional. Dengan hasil ubinan yang akurat, data produktivitas padi dapat menjadi dasar pengambilan keputusan program pembangunan pertanian dan dukungan kebijakan pemerintah.
Melalui kegiatan ini, terlihat jelas peran aktif PPL sebagai ujung tombak pendampingan dan pengawalan produksi pertanian di lapangan. Sinergi antara petani dan penyuluh menjadi kunci keberhasilan, tidak hanya dalam meningkatkan produksi, tetapi juga dalam membangun pertanian berbasis data yang kredibel.
Panen dengan hasil ubinan 8,56 ton/ha di Desa Ketiwijayan menjadi cerminan optimisme bahwa sektor pertanian, khususnya padi, di wilayah Bayan terus menunjukkan potensi positif dalam mendukung ketersediaan pangan daerah dan nasional.
BPP Bayan
Penyuluh Pertanian Bayan






