- Kaligesing Tanam Harapan Baru, Kopi Robusta dan Jeruk Purut Jadi Ikon Inovasi Kecamatan
- Program Bongkar Ratoon Tebu di Desa Pejagran, Upaya Menuju Swasembada Gula
- Pelayanan kesehatan hewan DKPP di Lugosobo Gebang
- Pengamatan Lapang Mahasiswa Magang dari Universitas Brawijaya Malang
- Program P2B, Wujud Nyata Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga di KWT Mekarsari Desa Jombang
- Panen Jagung Manis Panglima di Ngombol, Bukti Komoditas Hortikultura Bernilai Ekonomi
- Pertemuan Kelompok Wanita Tani Mekar Bahas Penguatan Peran Perempuan di Sektor Pertanian
- Pertemuan Pengurus Poktan Desa Dewi dalam rangka Koordinasi Kegiatan Pertanian dan Sosialisasi RDKK Tahun 2026
- Panen Jagung Manis Panglima di Ngombol, Bukti Komoditas Hortikultura Bernilai Ekonomi
- Sinergi PPL dan Petani: P4S Seringin Siap Cetak Produk Unggulan Baru
Padi Varietas INPARI 32 (Inbrida Padi Sawah Irigasi) Cocok untuk Bagelen

Padi merupakan tanaman pangan yang sangat penting karena hingga saat ini beras masih digunakan sebagai makanan pokok bagi sebagian besar penduduk dunia terutama Asia. Beras merupakan komoditas strategis di Indonesia karena beras mempunyai pengaruh yang besar terhadap kestabilan ekonomi dan politik. Penyediaan bibit yang berkualitas dari segi produktivitas yang tinggi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam pengembangan pertanian terutama padi di masa depan. Peningkatan produksi padi sebagai makanan pokok tetap merupakan tantangan utama di masa depan.
Sebagai upaya mempertahankan swasembada pangan, Kementerian Pertanian memberikan bantuan benih padi Inpari 32 kepada petani di Kabupaten Purworejo. INPARI adalah singkatan dari Inbrida Padi Sawah Irigasi, merupakan padi inbrida yang ditanam dilahan sawah. Inbrida mempunyai arti varietas yang dikembangkan dari satu tanaman melalui penyerbukan sendiri sehingga memliki tingkat kemurnian atau homozigositas yang tinggi. Menurut Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, varietas Inpari 32 memiliki beberapa keunggulan seperti ketahanan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri Strain III, agak tahan terhadap Hawar Daun Bakteri Strain IV, tahan terhadap blas Ras 033, agak tahan terhadap Tungro, dan agak rentan terhadap Wereng Coklat Biotipe 1, 2, dan 3, serta rasa nasi pulen dengan kadar amilosa 21,8%.
Salah satu penerima bantuan benih padi yaitu Kelompok Tani Sida Urip Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, dimana kelompok tersebut menerima 1.850 kg benih padi Inpari 32. Benih padi mulai ditanam pada tanggal 2 April 2021 dan telah dipanen pada bulan Juni – Juli 2021. Kelompok tani Sida Urip memperoleh produktivitas sebesar 67 kwintal/hektar. Hari Rabu (15/12/2021) PPL Kecamatan Bagelen berkunjung ke rumah Ketua Poktan Sida Urip Desa Krendetan, Bapak Purwadi, terkait pelaporan bantuan benih padi Inpari 32. Menurut Ketua Poktan, terdapat kendala saat tanam pada MT 2 seperti terbatasnya ketersediaan air untuk budidaya. Namun, hal tersebut masih bisa diatasi dengan memanfaatkan air dari sumur bor yang dekat dengan lahan sawah.
by. Argista Oktania, PPL Kec.Bagelen.






